
TUGUJOGJA– Bupati Bantul Abdul Halim Muslich menegaskan pentingnya budaya reresik atau kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam berbagai kesempatan untuk menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
Halim menilai isu pengelolaan sampah dan limbah kini menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani bersama. Ia mendorong masyarakat Bantul agar tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menerapkan pola hidup bersih.
Pengelolaan Sampah
“Reresik bukan sekadar kegiatan membersihkan, tetapi sebuah budaya yang harus melekat dalam diri setiap warga,” tegas Halim.
Dalam penjelasannya, Halim mengajak masyarakat untuk mengelola sampah organik dengan cara sederhana tapi bermanfaat, yaitu melalui biopori dan losida.
Biopori dapat membantu mempercepat proses pembusukan sampah organik di tanah sehingga menghasilkan kompos alami. Sementara itu, losida dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Halim, penerapan metode ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada warga. Kompos dari pengolahan sampah organik bisa menyuburkan tanaman di pekarangan rumah. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati hasil dari kebersihan yang mereka lakukan sendiri.
Halim menegaskan bahwa membudayakan reresik berarti menjaga kesehatan bersama. Lingkungan yang bersih mampu mengurangi potensi penyakit, sekaligus menciptakan suasana nyaman bagi kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, kebersihan yang berawal dari rumah tangga akan berdampak besar jika berjalan secara kolektif oleh seluruh warga Bantul.
“Ketika setiap keluarga menerapkan pola hidup bersih dan mengelola sampah dengan benar, maka masalah sampah di tingkat kabupaten akan jauh lebih ringan. Inilah pentingnya peran rumah tangga sebagai garda terdepan,” ujar Halim.
Ajakan Pelestarian Budaya Reresik
Pemerintah Kabupaten Bantul juga berkomitmen mendukung program kebersihan dengan berbagai langkah nyata. Selain memberikan sosialisasi, Pemkab mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan di setiap desa. Halim percaya, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Bantul yang bersih, sehat, dan lestari.
Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam gerakan peduli lingkungan. Menurutnya, anak-anak dan remaja perlu mendapat edukasi sejak dini agar tumbuh dengan kebiasaan menjaga kebersihan.
“Budaya reresik harus diwariskan, supaya tidak berhenti pada satu generasi saja,” tambahnya.
Melalui ajakan membudayakan reresik, Bupati Halim berharap masyarakat Bantul mampu menjadi teladan dalam mengelola sampah rumah tangga. Ia ingin Bantul terkenal sebagai daerah yang warganya tidak hanya peduli pada kebersihan, tetapi juga mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Halim menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
“Kalau rumah tangga sudah bersih, desa akan bersih. Kalau desa bersih, Bantul akan bersih. Dan kalau Bantul bersih, insyaallah Yogyakarta pun akan ikut bersih,” pungkasnya. (ef linangkung)