Bupati Endah Bongkar Alasan Ganti Dirut PDAM Tirta Handayani, Koordinasi Dinilai Mandek, Targetkan Atasi Krisis Air Gunungkidul

Bagikan :
Koordinasi dinilai mandek, Bupati Endah resmi ganti pimpinan PDAM Tirta Handayani. (Ist)

TUGUJOGJA — Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih akhirnya buka suara terkait pergantian Direktur Utama PDAM Tirta Handayani.

Pergantian pucuk pimpinan perusahaan daerah tersebut disebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya memperkuat koordinasi pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan air bersih yang masih menjadi tantangan tahunan di Gunungkidul.

Jabatan Direktur Utama kini resmi dipegang Sulistyo Aribowo, menggantikan Toto Sugiharta yang memimpin PDAM Tirta Handayani sejak 2020.

Dalam pernyataannya, Endah menyoroti lemahnya komunikasi dan koordinasi antara manajemen PDAM dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.

“Kami berharap dengan kepemimpinan yang baru ini ada fungsi koordinasi dengan pemerintah daerah. Hampir satu setengah tahun ini tidak ada fungsi koordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal sebagai BUMD yang kepemilikannya pemerintah daerah, fungsi koordinasi itu harus ada,” kata Endah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang terkait pergantian pimpinan perusahaan penyedia layanan air bersih milik daerah itu.

Koordinasi Jadi Kunci Pelayanan Air Bersih

Bagi pemerintah daerah, koordinasi antara PDAM dan Pemkab memiliki peran penting dalam memastikan program pelayanan publik berjalan efektif.

Terlebih, sektor air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat Gunungkidul.

Baca juga  PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Hadapi Tantangan Berat, Perkuat SDM lewat Pelatihan Pelayanan Prima

Wilayah yang dikenal dengan bentang alam karst ini memiliki tantangan unik. Saat musim hujan, ketersediaan air relatif mencukupi. Namun ketika kemarau datang, sejumlah kawasan masih menghadapi ancaman kekeringan.

Dalam kondisi seperti itu, sinkronisasi kebijakan dan perencanaan menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Endah berharap kepemimpinan baru mampu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah sehingga berbagai program strategis dapat berjalan lebih cepat.

Sumber Air Baron Disiapkan untuk Kawasan Wisata

Selain persoalan koordinasi, Endah langsung memberikan sejumlah target kepada jajaran direksi baru. Salah satunya terkait optimalisasi sumber air yang memiliki debit besar untuk memperkuat pasokan air bersih.

Sumber air Baron menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan. Menurut Endah, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menopang sektor pariwisata yang terus berkembang.

“Ke depan harus ada perbaikan dan persiapan sistem sambungan PDAM dari sumber-sumber air yang debitnya memenuhi. Contohnya dari Baron yang diharapkan bisa menyuplai kebutuhan air bersih di kawasan wisata,” ujarnya.

Kebutuhan air di kawasan wisata memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga  Kiandra Ramadhipa Juara di Sachsenring, Pembalap Muda Asal Sleman Kibarkan Indonesia Raya di Jerman

Saat musim liburan panjang, lonjakan kunjungan wisatawan sering kali membuat kebutuhan air melonjak. Kondisi itu menjadi perhatian tersendiri karena sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Gunungkidul.

Sumber Air Bekah Kembali Dikaji

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga kembali membuka peluang pengembangan sumber air Bekah. Lokasi tersebut sebelumnya sempat diharapkan menjadi solusi penyediaan air bersih.

Namun hasil pengeboran yang dilakukan beberapa waktu lalu belum sesuai harapan. Air yang keluar dari sumber tersebut ternyata bersifat payau sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat.

Padahal berbagai instalasi pendukung di kawasan itu sudah tersedia. Karena itu, Endah meminta manajemen baru PDAM melakukan kajian ulang secara menyeluruh.

Pemerintah daerah juga mendorong kerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi dalam penelitian hidrologi dan sungai bawah tanah.

“Untuk sumber air Bekah instalasinya sebenarnya sudah lengkap, hanya saja saat pengeboran yang keluar air payau. Karena itu kami minta ada studi atau kajian lagi, termasuk kerja sama dengan pihak yang bisa menemukan jalur sungai bawah tanah,” jelasnya.

Kajian tersebut diharapkan mampu membuka peluang pemanfaatan sumber air baru yang lebih layak untuk kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Bupati Optimistis Lampaui Target Rp500 Juta, Bulan Dana PMI Gunungkidul 2025 Resmi Bergulir

Gunungkidul Masih Bergelut dengan Ancaman Kekeringan

Pergantian Direktur Utama PDAM Tirta Handayani terjadi di tengah persoalan yang terus berulang setiap tahun. Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Gunungkidul kembali menghadapi ancaman kekurangan air bersih.

Pemerintah daerah bahkan rutin menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini, tantangan terbesar bukan semata-mata ketersediaan sumber air.

Di bawah kawasan karst Gunungkidul tersimpan cadangan air bawah tanah yang sangat besar. Persoalannya terletak pada teknologi, biaya, dan sistem distribusi untuk mengangkat air dari bawah tanah menuju permukiman warga.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan selama bertahun-tahun.

Inovasi Jadi Kunci

Bupati Endah menegaskan bahwa inovasi harus menjadi fokus utama dalam pengelolaan air bersih ke depan.

Tidak hanya mencari sumber air baru, tetapi juga memperkuat penelitian, teknologi pengangkatan air, serta pembangunan jaringan distribusi yang mampu menjangkau wilayah rawan kekeringan.

“Setiap tahun kami menetapkan status darurat bencana sampai Agustus agar kejadian kekurangan air tidak terulang. Ketersediaan air bawah tanah di Gunungkidul sebenarnya banyak, tetapi masih membutuhkan inovasi untuk mengangkat air yang ada di bawah tanah itu,” pungkasnya.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan