
TUGUJOGJA- Memasuki hari ke-9 masa Angkutan Lebaran 2026, denyut pergerakan manusia di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya semakin terasa kuat. Arus datang dan pergi silih berganti, menghadirkan potret klasik musim mudik.
Di tengah lonjakan mobilitas itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus bergerak cepat memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
Hari ke-9 Angkutan Lebaran 2026
Pada Kamis, 19 Maret 2026, hingga pukul 09.00 WIB, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total 46.155 penumpang kereta api jarak jauh yang naik dan turun di wilayah operasionalnya.
Angka tersebut terbagi hampir seimbang, dengan 23.102 penumpang datang dan 23.053 penumpang berangkat. Namun, angka ini belum final. Sistem penjualan tiket yang masih berjalan hingga tengah malam membuka kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah.
Lonjakan ini mencerminkan kerinduan jutaan orang untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kehangatan. Menyadari tingginya kebutuhan masyarakat, KAI Daop 6 Yogyakarta langsung mengambil langkah strategis.
Mereka menambah satu kereta tambahan terbaru untuk rute Solo BalapanโGambir yang berangkat pukul 23.20 WIB dari Stasiun Solo Balapan. Dengan penambahan ini, total kereta tambahan Lebaran dari wilayah Daop 6 Yogyakarta mencapai 13 perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga kenyamanan penumpang.
Ia menyatakan bahwa KAI menambah kereta untuk memastikan ketersediaan tempat duduk tetap terjaga selama puncak arus mudik dan balik. Ia juga mengungkapkan bahwa hingga hari ini masih tersedia 3.857 tiket yang dapat dipesan masyarakat hingga tengah malam.
Secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 436.827 tiket atau sekitar 82 persen dari total kapasitas 533.270 tiket. Artinya, masih tersisa 96.619 tiket hingga akhir masa angkutan Lebaran.
Kondisi ini memberikan peluang bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket, baik untuk mudik maupun perjalanan balik. Namun, waktu menjadi faktor krusial. Semakin mendekati hari raya, ketersediaan tiket dipastikan akan semakin terbatas.
Stasiun-Stasiun Padat, Aktivitas Tak Pernah Berhenti
Di lapangan, sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 6 Yogyakarta menunjukkan aktivitas yang luar biasa padat. Stasiun Yogyakarta menjadi titik paling sibuk dengan 7.472 penumpang datang dan 7.607 penumpang berangkat.
Lalu, Stasiun Solo Balapan dengan 6.226 penumpang datang dan 5.910 penumpang berangkat. Sementara itu, Stasiun Lempuyangan mencatat pergerakan signifikan dengan 2.365 penumpang datang dan 4.308 penumpang berangkat.
Stasiun lain seperti Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari, hingga Stasiun Wates juga menunjukkan peningkatan aktivitas yang konsisten.
Di tengah tingginya mobilitas ini, KAI Daop 6 Yogyakarta terus mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang.
Penumpang perlu memastikan jadwal keberangkatan dan mengatur waktu keberangkatan dari rumah agar tidak terburu-buru saat tiba di stasiun.
Selain itu, KAI juga mendorong masyarakat untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, maupun kanal mitra. Langkah ini penting untuk menghindari kehabisan tiket di saat permintaan mencapai puncaknya.
KAI juga menawarkan solusi alternatif melalui fitur Connecting Train atau kereta persambungan. Fitur ini memungkinkan penumpang mendapatkan rute perjalanan yang lebih fleksibel, terutama ketika tiket langsung ke tujuan utama sudah habis. (ef linangkung)