
TUGUJOGJA— Gelombang tinggi, angin kencang, dan medan ekstrem kembali menguji ketangguhan Tim SAR Gabungan pada hari kedua pencarian dua orang pemancing yang hilang di Bukit Grendan, kawasan Pantai Wediombo, Kabupaten Gunungkidul.
Sejak pagi hari, tim terus berpacu dengan waktu dan alam demi menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang hingga kini masih menghilang.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, kondisi di lapangan masih berada pada kategori kondisi membahayakan manusia. Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir selatan Gunungkidul membatasi ruang gerak tim penyelamat.
Meski demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan strategi yang lebih terukur dan menyeluruh.
Pencarian Pemancing Hilang di Bukit Grendan Pantai Wediombo
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta, Rio Banupanitis, S.E., menegaskan bahwa seluruh unsur SAR tetap mengerahkan upaya maksimal. Ia menyampaikan bahwa tim tidak mengendurkan semangat meski menghadapi tantangan berat di lapangan.
“Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap dua orang pemancing yang dilaporkan hilang di Bukit Grendan, Kabupaten Gunungkidul. Pada hari kedua ini, tim membagi pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) agar proses pencarian berjalan efektif dan menyeluruh,” ujar Rio.
Pada SRU 1, tim darat bergerak menyisir lokasi kejadian perkara (TKP) serta menjelajah jalur ekstrem di sekitar tebing Bukit Grendan.
Tim darat memperluas area pencarian hingga radius sekitar dua kilometer ke arah timur dari TKP, menyusuri jalur berbatu, semak belukar, serta celah-celah tebing yang rawan longsor dan sulit dijangkau.
Sementara itu, SRU 2 mengandalkan kekuatan tim laut. Tim ini melakukan penyisiran perairan menggunakan perahu. Perahu pertama bergerak dari Pantai Siung menuju arah timur lokasi kejadian.
Sementara itu, perahu lain berangkat dari Pelabuhan Sadeng, bergerak ke arah timur dan kembali menuju TKP. Tim laut menghadapi gelombang besar Samudra Hindia yang terus menghantam perahu, sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Untuk melengkapi pencarian darat dan laut, SRU 3 mengerahkan teknologi udara dengan menggunakan drone. Tim drone melakukan pemantauan dari udara, menyisir area-area yang tidak dapat dijangkau oleh tim darat maupun laut.
Drone menjelajah celah-celah tebing, lekukan batu karang, dan area tersembunyi yang berpotensi menjadi lokasi korban terjebak atau terjatuh.
Personel Tim SAR
Sebanyak kurang lebih 70 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi pencarian hari kedua ini. Personel tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur pendukung lainnya.
Mereka bekerja tanpa henti sejak pagi hingga sore hari, mengandalkan koordinasi ketat dan komunikasi intensif di tengah cuaca yang terus berubah.
Namun hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban. Kondisi cahaya yang mulai menurun dan faktor keselamatan personel akhirnya memaksa tim menghentikan sementara operasi pencarian.
Rio Banupanitis menegaskan bahwa operasi pencarian tidak berhenti. Tim SAR Gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada keesokan pagi, dengan evaluasi menyeluruh terhadap strategi yang telah dijalankan.
“Pencarian akan kami lanjutkan besok pagi dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel,” tegasnya.
Hingga saat ini, harapan masih ada. Di tengah deru ombak Pantai Wediombo dan sunyinya Bukit Grendan, Tim SAR Gabungan terus berjuang, demi satu tujuan: menemukan korban dan mengembalikan mereka kepada keluarga. (ef linangkung)