Jadi Kantong TKI, Kantor Imigrasi Yogyakarta Bentuk 10 Desa Binaan di Perbatasan Gunungkidul untuk Cegah Perdagangan Orang

Bagikan :
Sosialisasi program desa binaan imigrasi di wilayah Semin, Gunungkidul. (Eln)

TUGUJOGJA – Wilayah perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Jawa Tengah menjadi perhatian serius Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sebagai salah satu kantong tenaga kerja Indonesia (TKI), kawasan ini rawan menjadi sasaran perdagangan orang serta penempatan pekerja migran non-prosedural.

Karena itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Teddy Riyandi mengumumkan pembentukan 10 desa binaan imigrasi di kawasan perbatasan tersebut.

Dari 16 kalurahan di Gunungkidul yang menjadi sasaran pembinaan, 10 berada di Kapanewon Semin, yaitu Bendung, Bulurejo, Candirejo, Kalitekuk, Karangsari, Kemejing, Pundungsari, Rejosari, Semin, dan Sumberejo.

“Program ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Intelijen Keimigrasian. Kami membentuk desa binaan agar masyarakat di wilayah perbatasan lebih waspada terhadap praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ujar Teddy Riyandi saat pembukaan program, Selasa (11/11/2025).

Langkah Pencegahan Dini di Daerah Rawan TPPO

Menurut Teddy, keberadaan desa binaan imigrasi menjadi bentuk pencegahan dini terhadap potensi TPPO.

Setiap desa akan memiliki petugas pembina keimigrasian yang siap menerima laporan masyarakat terkait indikasi aktivitas mencurigakan, terutama yang mengarah pada perdagangan orang.

Baca juga  Link Beli Tiket PSIM vs Persis dan Cara Pembelian: Ada 9.000 Tiket untuk 6 Februari 2026

“Tiap kalurahan nanti memiliki petugas on-call yang siap turun lapangan. Kami sadar, keterbatasan SDM membuat sistem ini harus fleksibel, tapi inilah bentuk komitmen kami agar masyarakat tidak menjadi korban. Tahun ini adalah tahap awal, tapi tahun depan kami targetkan jumlah desa binaan bertambah,” kata Teddy.

Desa Produktif Jadi Sasaran Utama Pembinaan

Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, K.A. Halim, menjelaskan bahwa pemilihan wilayah Semin bukan tanpa alasan.

“Desa-desa ini dihuni masyarakat usia produktif. Sebagian besar warganya bekerja di luar daerah bahkan di luar negeri. Kondisi ini menjadi potensi sekaligus kerawanan terhadap praktik penempatan pekerja migran non-prosedural,” papar Halim.

Ia menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, desa memiliki peran strategis dalam perlindungan calon pekerja migran (CPMI).

Pemerintah daerah hingga tingkat desa bertanggung jawab dalam edukasi, pengawasan, dan perlindungan sejak tahap perekrutan hingga kepulangan.

“Kami ingin masyarakat semakin paham dan berani menolak tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas. Edukasi adalah benteng pertama agar mereka tidak menjadi korban,” kata Halim.

Baca juga  Tips Belanja Batik Murah di Pasar Beringharjo, Bisa Bayar dengan QRIS

Selain pencegahan TPPO, program ini juga memperluas pemahaman masyarakat tentang layanan keimigrasian. Masyarakat diimbau aktif melaporkan keberadaan orang asing atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Melalui program ini, kami juga menyosialisasikan layanan seperti pembuatan paspor, izin tinggal bagi warga negara asing, hingga pendampingan bagi keluarga kawin campur. Kami ingin semua urusan keimigrasian bisa diakses lebih cepat dan mudah,” lanjut Halim.

Ia turut memperkenalkan Petugas Pembina Desa (Pintasan) sebagai penghubung antara pemerintah desa dan kantor imigrasi. Petugas ini bertugas membantu warga memperoleh informasi serta menindaklanjuti laporan terkait pelanggaran keimigrasian.

Pembentukan 10 desa binaan di wilayah Semin disebut sebagai langkah bersejarah. Program ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah kejahatan lintas negara.

“Ini langkah awal yang baik. Kami ingin setiap warga desa memiliki kesadaran hukum tinggi, berani melapor, dan bersama-sama menjaga desanya agar tetap aman dan tertib,” tutur Teddy Riyandi.

bandar togel

situs togel

toto togel

Baca juga  Cara Daftar BBOP BRI Jogja 2025: Buka 3 Lowongan Kerja, Terbatas sampai 5 Juni

bandar togel

situs toto

situs togel

toto togel

situs slot

toto togel

link slot

situs gacor

toto togel

situs gacor

situs togel

situs toto

situs slot

situs slot

slot gacor

situs gacor

situs gacor

toto togel

link gacor

slot gacor

slot gacor

togel online

situs togel

situs gacor

slot gacor hari ini

toto togel

link togel

slot gacor

toto slot

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir