
TUGUJOGJA – Suasana tenang di Pringgolayan RT 02, Banguntapan, Bantul, mendadak pecah oleh kabar mengerikan pada Sabtu sore, 6 September 2025.
Warga setempat dikejutkan dengan penemuan seorang pria muda bernama Wahyu Budiawan (23) yang sudah membusuk di dalam rumahnya. Lebih mengerikan lagi, posisi tubuh korban ditemukan dengan kaki menyentuh kabel rol listrik yang tergeletak di lantai.
Penemuan jasad Wahyu mengundang perhatian puluhan warga. Aroma busuk yang menyengat menyeruak dari rumah bercat kusam itu. Bau kematian segera membuat warga panik sekaligus penasaran, hingga mereka ikut berkerumun ketika aparat kepolisian bersama tim gabungan datang untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa ini pertama kali terungkap ketika Dwi Rahmanto (33), tetangga korban, mencoba menjenguk Wahyu sekitar pukul 17.00 WIB. Dwi mengaku sudah seminggu tidak melihat korban keluar rumah, padahal sebelumnya ia rutin mengantar makanan karena Wahyu sedang sakit.
“Saya memanggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya akhirnya masuk pakai kunci cadangan. Begitu membuka pintu, bau busuk langsung menyambar. Saya kaget melihat tubuh Wahyu sudah terbujur kaku, membusuk, dan kakinya menyentuh kabel rol listrik,” ungkap Dwi dengan wajah pucat.
Dwi segera memberi tahu Sartinah (48), warga lain yang juga tetangga korban. Mereka lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Banguntapan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Polisi, Damkar, hingga Inafis Turun ke Lokasi
Laporan warga membuat aparat kepolisian bergerak cepat. Aiptu Oni Indarto, Kepala SPKT 3 Polsek Banguntapan, memimpin tim piket fungsi untuk mengamankan lokasi.
Tak berselang lama, AKP Imam Sutrisna, Kanit Reskrim Polsek Banguntapan yang bertugas sebagai pawas, juga tiba di lokasi bersama sejumlah personel.
Suasana semakin mencekam ketika tim Damkar Pos Banguntapan dan Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Teguh datang sekitar pukul 18.40 WIB. Mereka melakukan identifikasi menyeluruh terhadap jasad korban.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda penganiayaan. Meski kakinya menyentuh kabel rol listrik, korban dipastikan tidak tersengat listrik karena aliran PLN tetap aktif saat jasad ditemukan. Tubuh korban sudah lebam, membusuk, dan bahkan belatung mulai muncul.
“Korban murni meninggal dunia akibat sakit. Tidak ada bukti tindak kekerasan maupun sengatan listrik,” tegas PS Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto.
Korban Punya Riwayat Penyakit Saraf
Investigasi mengungkap fakta lain yang menyayat hati. Menurut keterangan keluarga, Wahyu sudah lama menderita sakit saraf dan rutin melakukan cek kesehatan bulanan di RSPAU Harjolukito. Ia juga rajin mengonsumsi obat saraf yang dibawa keluarga.
Namun, kondisi kesehatannya belakangan semakin menurun. Warga menduga, sakit yang dideritanya menjadi penyebab utama meninggalnya korban di dalam rumah tanpa ada yang mengetahui selama beberapa hari.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Puluhan petugas gabungan dari kepolisian, damkar, Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat desa, hingga PMI ikut mengamankan jalannya penanganan.
Sekitar pukul 19.35 WIB, tim PMI Kota Yogyakarta membawa jenazah Wahyu ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan medis lebih lanjut.
Warga setempat hanya bisa menatap dengan wajah muram ketika kantong jenazah berwarna hitam diangkat keluar rumah. Bau busuk yang pekat seolah menjadi saksi bisu kesepian yang dialami korban sebelum ajal menjemputnya.
Perwakilan keluarga yang hadir di lokasi menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah. Mereka tidak menuntut proses hukum lebih jauh. Dukuh Pringgolayan, Bambang Wisnu Sukardi, bersama Ketua RT 02, Wagiman, ikut mendampingi keluarga korban yang tampak terpukul.
Hingga pukul 19.45 WIB, proses evakuasi selesai dengan aman dan terkendali. Namun, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat.