
TUGUJOGJA– Di tengah derasnya arus digitalisasi dan kompleksitas tantangan sosial, Pemkab Gunungkidul memilih untuk tidak tinggal diam.
Melalui program strategis, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran hingga Rp1 miliar demi menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, menegaskan bahwa masa depan Gunungkidul berada di tangan para pendidik, tenaga kependidikan, dan pengelola kebijakan pendidikan.
Program Bocah Pinter
Ia menilai pendidikan bukan sekadar urusan administrasi, tetapi fondasi utama yang menentukan arah kemajuan daerah. Menurut Bupati, tantangan zaman terus bergerak cepat.
Transformasi teknologi, percepatan digitalisasi, serta dinamika sosial yang semakin rumit menuntut aparatur pendidikan untuk bekerja lebih sigap, tepat sasaran, dan berintegritas tinggi.
Ia menekankan bahwa aparatur tidak boleh terjebak pada pola kerja lama yang justru memperlambat layanan pendidikan.
“Semua pihak harus terus berinovasi. Kita tidak boleh nyaman dengan cara lama karena itu bisa menghambat percepatan peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Melalui program Bocah Pinter, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berupaya meningkatkan derajat pendidikan masyarakat secara menyeluruh.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, ini juga berfokus pada pemerataan akses pendidikan serta peningkatan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.
Bupati Endah Subekti menekankan bahwa keberhasilan program Bocah Pinter sangat bergantung pada komitmen bersama.
Ia menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan, sinergi lintas unit kerja, serta etos kerja yang semakin kuat di lingkungan Dinas Pendidikan. Tanpa kolaborasi yang solid, menurutnya, program sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak maksimal.
Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, Bupati Endah Subekti menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.
Ia mengajak seluruh insan pendidikan di Gunungkidul untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkarakter.
“Pendidikan bukan hanya tentang angka dan laporan, tetapi tentang masa depan anak-anak Gunungkidul,” ujarnya dengan nada penuh penekanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, melaporkan bahwa pihaknya telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Ia menyebutkan bahwa total bantuan dan penghargaan yang disalurkan melalui program Bocah Pinter mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Kegiatan Unggulan
Salah satu kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan yakni Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Kreativitas dan Keterampilan Murid Sekolah (LKKMS) Tahun 2025.
Kegiatan tersebut melibatkan 612 murid SD dan SMP dari 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Dinas Pendidikan menggelontorkan dana pembinaan sebesar Rp107 juta untuk mendukung pengembangan bakat dan karakter peserta didik.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga menyalurkan Beasiswa Gunungkidul Cerdas kepada 468 anak, yang terdiri dari 178 siswa SD dan 290 siswa SMP.
Program beasiswa ini menyerap anggaran sebesar Rp 234 juta. Beasiswa bertujuan memastikan anak-anak Gunungkidul tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.
Nunuk Setyowati menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan Beasiswa Prestasi kepada 50 siswa SMP dengan total nilai Rp25 juta.
Beasiswa tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap siswa-siswa berprestasi sekaligus motivasi agar terus mengembangkan potensi diri.
Melalui rangkaian program tersebut, Pemkab Gunungkidul berharap program Bocah Pinter mampu menciptakan generasi muda yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat investasi di sektor pendidikan sebagai langkah strategis membangun Gunungkidul. (ef linangkung)