
TUGUJOGJA – Sorak-sorai penonton menggema di berbagai arena pertandingan.H arapan yang semula meredup, kini perlahan menyala kembali.
Kontingen Gunungkidul akhirnya mulai memanen emas di ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII DIY 2025.
Di tengah ketatnya persaingan lima kabupaten/kota, tuan rumah berhasil membuktikan diri.
Cabang olahraga atletik menjadi kunci kebangkitan. Lintasan panas Stadion Gelora Handayani menjadi saksi lahirnya emas-emas berharga yang memompa semangat seluruh kontingen.
Meski sempat tercecer di papan klasemen sejak awal, kini Gunungkidul menunjukkan progres yang mencengangkan.
Pundi-pundi emas satu per satu jatuh ke pelukan tuan rumah, seakan menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara, melainkan juga pesaing serius.
Hingga Sabtu (13/9/2025) pukul 23.08 WIB, KONI DIY merilis klasemen sementara:
- Sleman masih kokoh di puncak dengan 91 emas, 84 perak, 116 perunggu.
- Bantul menguntit ketat di posisi kedua dengan 87 emas, 73 perak, 89 perunggu.
- Kota Yogyakarta bertahan di peringkat ketiga dengan 61 emas, 66 perak, 77 perunggu.
- Kulon Progo duduk di posisi keempat dengan 29 emas, 27 perak, 49 perunggu.
- Gunungkidul memang masih di dasar klasemen, namun torehan 22 emas, 40 perak, dan 67 perunggu menjadi titik balik yang penuh arti.
Angka 22 emas itu bukan sekadar catatan statistik. Setiap medali mengandung cerita perjuangan, keringat, dan air mata. Dari lintasan atletik, gelanggang silat, hingga arena drumband, semangat tuan rumah terus membara.
Medali emas Gunungkidul tersebar dari berbagai cabang:
- Atletik: 5 emas
- Gulat: 1 emas
- Karate: 1 emas
- Shorinji Kempo: 2 emas
- Menembak: 1 emas
- Pencak Silat: 1 emas
- Petanque: 3 emas
- Renang Indah: 1 emas
- Aeromodeling: 1 emas
- Bridge: 2 emas
- Panjat Tebing: 1 emas
- Drumband: 2 emas
- Sepak Takraw: 1 emas
Ragam cabor ini menegaskan bahwa Gunungkidul tidak hanya bertumpu pada satu kekuatan.
Mereka tampil merata di banyak nomor, mencerminkan kerja keras pembinaan olahraga selama bertahun-tahun.
Optimisme Mengalir di Tengah Persaingan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gunungkidul, Supriyanto, menegaskan bahwa perjalanan belum selesai.
“Total ada 56 cabor dengan lebih dari 100 nomor pertandingan. Klasemen tentu bisa berubah karena pertandingan masih berlangsung hingga 18 September,” ujarnya penuh keyakinan.
Nada optimistis juga datang dari Ketua Pelaksana PORDA XVII, Agus Mantara.
Ia mengakui Gunungkidul sempat terseok pada awal laga, tetapi tren kemenangan terus meningkat sejak usai pembukaan.
“Beberapa cabor masih berpeluang menambah emas, seperti panahan, drumband dengan banyak nomor, menembak, atletik, hapkido, hingga woodball. Kami optimistis Gunungkidul bisa mengoleksi 45 medali emas dan finis di peringkat ketiga,” tegasnya.
Atmosfer pertandingan kini semakin panas. Gunungkidul memang masih membayang di posisi kelima, tetapi denyut optimisme terasa semakin kuat.
Setiap atlet tampil dengan beban ganda: membawa nama pribadi sekaligus menjaga harga diri tuan rumah.
Bayang-bayang Kulon Progo di posisi keempat menjadi pelecut semangat. Publik menanti apakah Gunungkidul mampu melesat menyalip rival terdekat dan mengukir sejarah baru.
Dengan dukungan penuh warga dan derap semangat para atlet, Gunungkidul menjelma menjadi kuda hitam yang siap mengguncang papan klasemen.