
TUGUJOGJA – Warga Glondong RT 06, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Bantul, digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kos, Jumat (8/5/2026) pagi.
Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai kamar sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa itu langsung menarik perhatian warga sekitar karena korban sebelumnya disebut sulit dihubungi sejak malam hari.
Beberapa penghuni kos sempat mengira korban masih beristirahat karena kamar dalam keadaan tertutup sebagian.
Namun situasi berubah setelah seorang rekan korban datang untuk memastikan kondisinya.
Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan korban diketahui berinisial M, pria kelahiran Gunungkidul, 2 Maret 1970.
Korban bekerja sebagai karyawan swasta dan tercatat beralamat di wilayah Gunung Putri, Bogor.
Rekan Korban Curiga Karena Sulit Dihubungi
Peristiwa bermula saat saksi bernama Asrori Maula mendatangi kamar kos korban pada Jumat pagi.
Asrori yang merupakan buruh asal Karangasem, Paliyan, Gunungkidul, mengaku merasa khawatir karena korban tidak bisa dihubungi sejak malam sebelumnya.
“Karena dari malam tidak bisa dihubungi, saksi kemudian mendatangi kamar korban untuk memastikan keadaannya,” ujar Rita Hidayanto.
Sekitar pukul 09.15 WIB, saksi memanggil nama korban dari depan kamar. Namun tidak ada respons dari dalam ruangan.
Pintu kamar diketahui terbuka sekitar seperempat bagian. Kondisi itu membuat saksi mencoba mengintip ke dalam kamar.
Saat itulah korban terlihat sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bergerak.
Saksi kemudian panik dan segera memanggil pemilik kos serta warga sekitar untuk melakukan pengecekan.
Warga dan Polisi Datangi Lokasi
Pemilik kos bernama Laily bersama sejumlah warga langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari saksi.
Suasana kos sempat ramai karena warga berdatangan untuk memastikan kondisi korban. Sebagian penghuni terlihat berkumpul di depan gang sempit area kos saat petugas datang melakukan pemeriksaan.
Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Banguntapan.
Sekitar pukul 09.30 WIB, petugas piket pawas dan piket fungsi Polsek Banguntapan tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Bantul dan petugas medis dari Puskesmas Banguntapan 2 guna melakukan identifikasi korban.
Beberapa unsur kepolisian dan tenaga medis turut diterjunkan dalam penanganan kasus tersebut, termasuk Unit Reskrim Polsek Banguntapan, Sat Reskrim Polres Bantul, hingga ambulans Lazisqu.
Petugas lalu mengevakuasi jasad korban dari dalam kamar kos untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Penganiayaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya pendarahan pada bagian telinga kanan korban.
Meski demikian, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Dokter dari Puskesmas Banguntapan 2, dr. Joko, menyebut korban diperkirakan telah meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan, namun belum mencapai delapan jam.
“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” kata Rita Hidayanto.
Pihak keluarga korban juga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan lebih lanjut.
Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di wilayah Paliyan, Gunungkidul.
Hingga Jumat siang, penemuan pria meninggal di kamar kos itu masih menjadi perhatian warga sekitar.
Polisi mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan kondisi serupa agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.