
TUGUJOGJA– Sorak sorai kegembiraan pecah ketika nama SMA Negeri 1 Sanden diumumkan sebagai juara pertama dalam Lomba Film Kabupaten Bantul 2025. Ajang bergengsi yang digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul ini berhasil menjadi panggung lahirnya sineas muda berbakat dari berbagai sekolah menengah atas di Bumi Projotamansari.
Sebanyak 11 sekolah SMA/SMK/MA tampil penuh percaya diri membawa karya film terbaik mereka. Dengan semangat juang tinggi, para pelajar mengadu kreativitas, membidik kamera, dan merangkai cerita yang mampu memikat hati para juri maupun penonton.
Lomba Film Bantul 2025
Hasil penilaian dewan juri mengukuhkan SMA 1 Sanden sebagai pemenang utama. Sementara posisi kedua ditempati SMK Negeri 1 Pajangan dan posisi ketiga diraih SMA Negeri 1 Imogiri. Kemenangan ini tidak hanya menghadirkan kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga mengukir jejak emas dalam sejarah perfilman pelajar di Kabupaten Bantul.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, menyampaikan harapannya dengan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa lomba ini harus menjadi batu loncatan lahirnya sineas-sineas besar dari Bantul yang kelak mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
“Kami harapkan dari kegiatan ini muncul sineas muda yang berkiprah di DIY bahkan nasional. Adik-adik ini bisa mengasah keterampilannya tidak hanya di forum ini, tapi juga melalui pembinaan dari komunitas sineas. Kami ingin lahir sineas asal Bantul yang membawa nama baik daerah sesuai dengan motto Bantul Bumi Satriya,” tegas Yanatun.
Deretan Penghargaan Bergengsi untuk Pelajar Berbakat
Tidak hanya menobatkan juara utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus di berbagai kategori.
- Sutradara Terbaik: Marcelino Reifan (SMA 1 Imogiri), Indah Setyaningsih (SMK 1 Pajangan), Lionel Tobias (SMA 1 Sanden).
- Aktor/Aktris Terbaik: Haris Nur Robbani (SMK 1 Pajangan), Ikhwan Rofi M (SMK 1 Pajangan), Nyimas Dyah C (SMA 1 Imogiri), Bagus Indra (SMA 1 Imogiri), dan Dhanik S (SMA 1 Sanden).
- Kameramen Terbaik: Aulia Hasya (SMK 1 Pajangan), Muhammad Nailul Ikhsan (SMA 1 Imogiri), dan Yusrina Nur (SMA 1 Sanden).
Deretan penghargaan ini membuktikan bahwa talenta perfilman pelajar Bantul tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan keberanian untuk berkarya.
Ketua Sineas Bantul, Bakti, menegaskan bahwa lomba film bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang belajar sekaligus tempat tumbuhnya sineas muda. Di mana workshop ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan ruang tumbuh bagi Sineas Bantul.
“Di sini mereka mengasah kreativitas, membangun jejaring, dan menumbuhkan kepercayaan diri. Film adalah medium kuat untuk bercerita, merekam identitas, dan mengangkat kearifan lokal,” ungkapnya.
Bakti juga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul atas dukungan penuh terhadap perkembangan ekosistem perfilman di kalangan pelajar. Ia berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi generasi muda untuk terus berkarya tanpa henti.
“Kepada para peserta, saya ucapkan selamat atas karya yang telah ditorehkan. Untuk para pemenang, semoga prestasi ini menjadi pijakan menuju karya lebih besar yang membawa nama Bantul bersinar, bahkan hingga kancah internasional,” tambahnya.
Kemenangan SMA 1 Sanden menjadi bukti nyata bahwa pelajar Bantul mampu bersaing dan menorehkan prestasi membanggakan. Lebih dari sekadar lomba, ajang ini menjadi tonggak penting bagi tumbuhnya ekosistem perfilman yang sehat, kreatif, dan sarat makna di kalangan generasi muda. (ef linangkung)