
TUGUJOGJA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosari 1 di bawah koordinasi Kodim 0730 Gunungkidul menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional.
Keputusan ini diambil karena keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum masuk selama dua minggu terakhir.
Pengumuman penghentian kegiatan disampaikan melalui pesan kepada para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di wilayah Wonosari pada Sabtu (12/10/2025) malam.
Dalam pesan tersebut, pengelola SPPG menyampaikan permohonan maaf karena kegiatan harus dihentikan sementara mulai Senin mendatang.
“Hingga malam ini, belum ada dana yang masuk untuk operasional minggu depan. Oleh sebab itu, dengan terpaksa mulai hari Senin, operasional di SPPG Wonosari 1 diliburkan sementara hingga adanya pencairan dana dari BGN,” tulis pesan yang beredar itu.
Pihak pengelola mengaku sudah berupaya mempercepat pengajuan dana ke BGN, namun hingga Sabtu malam belum ada pencairan.
“Kami sudah berusaha agar pengajuan segera diproses, tapi waktu pencairan belum bisa dipastikan karena berada di luar kendali kami,” lanjut pesan itu.
Langkah penghentian sementara diambil setelah dua minggu berturut-turut dana operasional belum diterima. Kondisi ini berdampak pada operasional teknis di lapangan yang tidak dapat berjalan seperti biasa.
Kodim Gunungkidul Benarkan Keterlambatan Dana
Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hernawan, membenarkan adanya keterlambatan pencairan dana tersebut. Ia menjelaskan, kendala ini terjadi karena adanya pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tingkat pusat yang berimbas pada proses administrasi keuangan.
“Benar, saat ini memang terjadi keterlambatan karena adanya pergantian PPK. Kepala SPPG sudah melaporkan secara berjenjang ke BGN,” ujar Roni Hernawan saat dikonfirmasi, Minggu (12/10/2025).
Roni menambahkan, dana operasional selama dua minggu terakhir memang belum turun. Untuk sementara, pengelola SPPG menggunakan sisa anggaran periode sebelumnya agar kegiatan dasar tetap bisa berjalan.
Namun, karena cadangan tersebut telah habis, tidak ada pilihan lain selain menghentikan sementara aktivitas.
“Sementara kemungkinan off dulu karena anggaran belum ada. Tapi kami pastikan kepala SPPG sudah melapor resmi ke BGN dan proses terus berjalan,” tegasnya.
Menunggu Kepastian Pencairan dari Pusat
Hingga berita ini ditulis, kepala SPPG Wonosari 1 belum dapat dikonfirmasi. Pesan yang dikirimkan ke nomor pribadinya belum direspons.
Sejumlah pihak berharap proses pencairan dana segera dilakukan agar MBG dapat kembali berjalan normal, mengingat peran SPPG cukup penting dalam mendukung pemenuhan gizi di wilayah Gunungkidul.