
TUGUJOGJA – Kabupaten Sleman bersiap menghadapi peningkatan kunjungan wisata menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seiring meningkatnya mobilitas wisatawan ke kawasan lereng Gunung Merapi, pemerintah daerah bersama aparat terkait melakukan langkah antisipatif untuk memastikan keamanan dan keselamatan sektor pariwisata.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan deteksi dini berupa tes urine bagi para driver Jeep Wisata Merapi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman serta sejumlah instansi lintas sektor.
Pemeriksaan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, di Joglo Athiya, Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan. Sejak pagi hari, para driver Jeep wisata hadir mengenakan atribut komunitas masing-masing. Sebanyak 43 driver mengikuti tes urine sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan keselamatan layanan wisata.
Kegiatan tersebut melibatkan BNNK Sleman, Badan Kesbangpol Sleman, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan Sleman, Satpol PP Sleman, Polresta Sleman, Kodim 0732 Sleman, Koramil setempat, serta Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi. Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk menciptakan kondisi pariwisata yang aman dan kondusif.
Cegah Penyalahgunaan Narkotika di Sektor Jasa Wisata
Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kewaspadaan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, deteksi dini diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di sektor jasa wisata.
“Kabupaten Sleman memiliki wisata andalan Lava Tour Merapi yang dikenal luas secara nasional. Para driver Jeep Merapi memegang peran vital dalam menjaga keselamatan wisatawan. Karena itu, kami berharap mereka memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujar Teguh Tri Prasetya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai wilayah Sembada Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Upaya pemberantasan narkotika, menurutnya, membutuhkan keterlibatan dan kerja sama lintas sektor.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Samsul Bakri. Ia menilai pelaksanaan tes urine bagi pelaku wisata sebagai langkah penting dalam mengoptimalkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Kami bersinergi dengan BNNK Sleman dan seluruh instansi terkait untuk memastikan upaya P4GN berjalan optimal, terutama menjelang libur panjang yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat,” kata Samsul Bakri.
Lava Tour Merapi Destinasi Unggulan
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru. Ia menyebut Lava Tour Merapi dengan Jeep sebagai salah satu destinasi unggulan yang secara konsisten menarik minat wisatawan.
“Lava Tour Merapi membutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Para pelaku wisata, khususnya driver Jeep, harus terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Kami mengapresiasi tes urine ini sebagai langkah strategis dalam mengamankan Sleman dari bahaya narkoba,” ujar Edy Winarya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh 43 driver Jeep wisata yang mengikuti tes dinyatakan negatif narkotika. Hasil ini menjadi indikator kesiapan para operator Jeep Merapi dalam memberikan layanan wisata yang aman dan sesuai standar keselamatan.
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, langkah preventif ini memperkuat kesiapan Kabupaten Sleman dalam menyambut peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya di kawasan wisata lereng Gunung Merapi.