
TUGUJOGJA – Suasana pagi di kawasan Embung Kaliaji, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, justru berubah menjadi tragedi.
Dua pemuda meninggal dunia akibat tenggelam setelah diduga terpeleset ke dalam embung saat hendak menikmati sunrise pada Jumat (5/6/2026) dini hari.
Tragedi itu menjadi pengingat bahwa keindahan alam yang memukau tetap menyimpan risiko apabila masyarakat mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat beraktivitas di area perairan dengan kondisi penerangan yang minim.
Tragedi Embung Kaliaji Sleman
Berdasarkan informasi dari Tim SAR Gabungan, ketiga pemuda tersebut menghabiskan waktu bersama di kawasan Kali Aji sejak dini hari. Mereka bermain skateboard di sekitar lokasi sebelum memutuskan untuk menunggu momen matahari terbit.
Ketiganya kemudian bergerak mendekati area Embung Kaliaji untuk mencari posisi terbaik menikmati pemandangan sunrise. Namun, kondisi sekitar embung masih gelap.
Hal itu diduga menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan. Saat berada di tepi embung, dua korban diduga kehilangan pijakan dan terpeleset ke dalam perairan.
Kejadian berlangsung sangat cepat. Kedalaman embung serta minimnya pencahayaan membuat upaya penyelamatan secara spontan menjadi sangat sulit dilakukan.
Situasi berubah menjadi kepanikan ketika dua pemuda tersebut tidak muncul kembali ke permukaan. Rekan mereka yang selamat berusaha meminta bantuan kepada warga sekitar.
Laporan mengenai adanya dugaan korban tenggelam segera menyebar di lingkungan sekitar Embung Kaliaji. Warga kemudian menghubungi petugas terkait untuk meminta pertolongan.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan yang bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Waktu menjadi faktor yang sangat penting. Setiap menit yang berlalu menentukan peluang keberhasilan proses pencarian dan penyelamatan.
Tim SAR Bergerak Cepat
Setelah menerima laporan dari warga, Tim SAR Gabungan segera melakukan koordinasi dan menyiapkan operasi pencarian. Personel dari berbagai unsur penyelamat berkumpul untuk menyusun strategi terbaik sesuai kondisi lapangan.
Pada pukul 06.15 WIB, tim mulai menyiapkan peralatan penyelaman yang diperlukan. Petugas kemudian melakukan asesmen kondisi perairan guna memastikan proses pencarian dapat berlangsung secara aman dan efektif.
Sekitar pukul 07.00 WIB, tim menyelesaikan pemeriksaan kondisi lokasi kejadian. Hanya berselang lima menit kemudian, para penyelam mulai turun ke dalam embung untuk melakukan pencarian.
Seluruh personel bekerja secara terukur dan terkoordinasi. Mereka menyisir area yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban berdasarkan informasi saksi serta kondisi lokasi.
Kerja keras Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 07.09 WIB, tim penyelam berhasil menemukan kedua korban di dasar embung dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian yang berlangsung intens sejak pagi hari. Petugas kemudian mengevakuasi kedua korban ke daratan dengan penuh kehati-hatian. Suasana haru menyelimuti lokasi ketika proses evakuasi berlangsung.
Setelah evakuasi, petugas membawa kedua korban menggunakan ambulans menuju Puskesmas Turi pada pukul 07.17 WIB untuk penanganan lebih lanjut. Meski berbagai upaya telah dilakukan, kedua korban dinyatakan meninggal dunia.
Kabar tersebut segera menyelimuti keluarga, kerabat, dan warga sekitar dengan rasa duka yang mendalam.
Identitas Korban
Korban meninggal dunia pertama bernama Iwan Yoga, berusia 22 tahun. Berdasarkan data keluarga, ia beralamat di Kepuh, Kepuharjo, Cangkringan dan berdomisili di Canggal RT 04 RW 34, Merdikorejo, Tempel.
Korban meninggal dunia kedua bernama Agus Adi, 22 tahun, warga Medari Gede RT 03 RW 11, Caturharjo, Kapanewon Sleman. Agus diketahui belum menikah.
Sementara itu, Kurniawan Dwi Atmaja, 23 tahun, warga Medari RT 03, Caturharjo, Sleman, berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Keberadaan saksi yang selamat sangat membantu petugas dalam memperoleh informasi awal terkait kronologi kejadian.
Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya, S.A.P., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Ia mengapresiasi seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja cepat sejak laporan diterima hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
Menurut Dhedi, kolaborasi berbagai unsur penyelamat menjadi kunci keberhasilan proses pencarian sehingga kedua korban dapat segera ditemukan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Berkat kerja sama dan respons cepat Tim SAR Gabungan, kedua korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama pada waktu dini hari atau ketika kondisi penerangan masih terbatas,” ujarnya.
Tragedi di Embung Kaliaji yang merenggut nyawa dua pemuda tersebut menunjukkan bahwa musibah dapat terjadi dalam hitungan detik ketika kewaspadaan berkurang. (ef linangkung)