Warga Wukirsari Soroti Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Lumbung Mataraman, Datangi Kantor Kalurahan dan Tuntut Transparansi

Bagikan :
Warga Wukirsari mendatangi Kantor Kalurahan Wukirsari untuk mempertanyakan anggaran proyek Lumbung Mataraman. (Ist)

TUGUJOGJA — Sejumlah warga Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendatangi Kantor Kalurahan Wukirsari pada Senin (5/1/2026).

Kedatangan warga tersebut bertujuan mempertanyakan dugaan ketidakwajaran penggunaan anggaran dana desa dalam proyek pembangunan Lumbung Mataraman Kalurahan Wukirsari.

Sejak pagi hari, warga mulai berkumpul dan bergerak menuju kantor kalurahan. Mereka menyampaikan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek yang bersumber dari dana desa tersebut.

Setibanya di lokasi, warga masuk ke ruang pertemuan Balai Kalurahan Wukirsari. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keberatan secara terbuka kepada pemerintah kalurahan dan meminta penjelasan mengenai penggunaan anggaran proyek.

Sorotan pada Pembangunan Pendopo

Warga menilai pembangunan Lumbung Mataraman, khususnya pada bagian pendopo, tidak mencerminkan besarnya anggaran yang telah dialokasikan. Salah satu warga yang mengoordinasikan pertemuan, Agung Trisnawanti, menyampaikan bahwa keresahan warga berangkat dari kondisi bangunan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran.

Agung menyebut masyarakat menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Ia mengatakan material bangunan yang digunakan pada pendopo terlihat tidak baru dan memanfaatkan struktur lama.

Baca juga  Food Bank Lumbung Mataraman Berkolaborasi dengan BBJ UGM, Semakin Kuat Wujudkan Ketahanan Pangan

“Warga melihat langsung kondisinya. Gentengnya bekas, bangunannya juga seperti rumah lama. Dari situ masyarakat mulai bertanya-tanya dan meminta kami menyampaikan ke Pak Lurah,” ujar Agung saat ditemui di Balai Kalurahan Wukirsari, Senin (5/1/2026).

Menurut Agung, proyek Lumbung Mataraman Kalurahan Wukirsari tercatat memiliki rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp600 juta. Dari total anggaran tersebut, pembangunan pendopo disebut menghabiskan dana sekitar Rp265 juta.

Angka tersebut kemudian memunculkan kecurigaan warga terkait kewajaran penggunaan anggaran. Warga menilai perlu adanya penjelasan rinci dari pemerintah kalurahan terkait perincian biaya pembangunan.

Audit Mandiri oleh Warga

Sebagai tindak lanjut, warga mengambil langkah mandiri dengan menggandeng tim audit independen untuk menghitung ulang estimasi biaya pembangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran pembanding atas anggaran yang digunakan.

Agung menjelaskan bahwa warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk menyusun RAB pembanding. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kewajaran penggunaan anggaran, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu.

“Kami kemarin iuran untuk membuat RAB Lumbung Mataraman sendiri. Kami hanya ingin membandingkan, bukan mencari-cari kesalahan,” kata Agung.

Baca juga  Inpres Tahap III Dimulai, Gunungkidul Bangun Jaringan Irigasi Rp 61 Miliar

Hasil penghitungan mandiri tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan. Tim independen memperkirakan keseluruhan pembangunan Lumbung Mataraman hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp365 juta. Sementara itu, pembangunan pendopo dinilai cukup menghabiskan biaya sekitar Rp40 juta.

Perbedaan estimasi tersebut semakin memperkuat kecurigaan warga terhadap pengelolaan anggaran proyek desa tersebut.

Perubahan RAB Dinilai Tidak Disosialisasikan

Agung juga menyampaikan bahwa setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, warga mengetahui adanya penggunaan RAB yang telah diperbarui dalam proyek Lumbung Mataraman. Namun, menurutnya, perubahan tersebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Ia menyayangkan minimnya komunikasi dari pemerintah kalurahan terkait perubahan perencanaan anggaran. Menurutnya, setiap perubahan RAB seharusnya disosialisasikan kepada warga sebagai bentuk tanggung jawab publik.

“Tidak ada sosialisasi, tidak ada pemberitahuan ke masyarakat sekitar. Tahu-tahu sudah ada perubahan,” ujar Agung.

Warga menilai kurangnya transparansi berpotensi menimbulkan kecurigaan dan konflik berkepanjangan. Mereka menegaskan bahwa pengelolaan dana desa harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel karena bersumber dari uang publik.

Melalui pertemuan tersebut, warga berharap Pemerintah Kalurahan Wukirsari bersedia membuka dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek Lumbung Mataraman secara menyeluruh. Warga juga meminta adanya penjelasan resmi terkait perbedaan anggaran yang ditemukan.

Baca juga  Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta Resmi Perkenalkan Program Ramadhan 2026

Agung menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan yang dilakukan pemerintah kalurahan. Warga, kata dia, pada prinsipnya mendukung program Lumbung Mataraman selama dijalankan secara jujur dan transparan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau semuanya jelas dan terbuka, masyarakat pasti mendukung,” pungkasnya.

toto togel

situs slot gacor

link togel

slot resmi

slot resmi

link slot resmi

togel online

link toto

situs togel

slot resmi

togel online

situs slot gacor

bandar toto

link togel

link slot

toto

link togel

monperatoto

monperatoto

bandar togel

situs toto

slot maxwin

situs toto

Berita Terbaru

raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan
kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis