
TUGUJOGJA– Penetapan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai Embarkasi Haji DIY 2025 menjadi babak baru bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah barat DIY.
Momentum ini tidak hanya menciptakan harapan bagi masyarakat Kulon Progo. Ini juga membuka ruang kolaborasi strategis dengan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Langkah konkret sinergi itu mulai terlihat ketika Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) rencana kerja sama antar daerah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo.
YIA Embarkasi Haji
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi, menyambut langsung kedatangan rombongan dari Kulon Progo.
Keduanya sepakat bahwa penetapan YIA sebagai embarkasi haji menjadi peluang besar untuk memperkuat sinergi pembangunan lintas wilayah.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa momen penetapan YIA sebagai embarkasi haji merupakan peluang emas untuk mendorong sektor ekonomi masyarakat secara nyata.
“Nanti akan dilakukan kolaborasi semacam kerja sama. Misalnya kegiatan UMKM atau program yang bisa dilaksanakan bersama, untuk menangkap potensi dan menggerakkan ekonomi warga,” tegas Ambar.
Ambar mengungkapkan, pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan potensi UMKM dari Kulon Progo dan Purworejo.
Produk-produk lokal akan menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji, baik dalam bentuk kuliner, cendera mata, maupun perlengkapan perjalanan.
Ia juga menilai keberadaan embarkasi haji di YIA akan mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di sekitar kawasan bandara, terutama di sektor pariwisata, logistik, dan layanan publik.
Sinergi Lintas Wilayah
Selain membahas embarkasi haji, kedua daerah juga menyoroti pengembangan kawasan Gelang Projo atau Mangku Purwo, yang mencakup wilayah Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.
Ambar menyebut kawasan perbukitan Menoreh akan menjadi fokus bersama sebagai destinasi wisata unggulan lintas provinsi.
“Selain embarkasi, kita ingin segera mewujudkan destinasi wisata andalan Gelang Projo, terutama di kawasan perbukitan Menoreh yang posisinya berhimpitan langsung. Ini potensi luar biasa,” jelas Ambar.
Menurutnya, kolaborasi antarwilayah akan menjadi kunci untuk membangun kawasan wisata terpadu. Ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi, menegaskan bahwa keberadaan embarkasi haji di YIA harus menciptakan multiplier effect.
Ia menilai sinergi antara Kulon Progo dan Purworejo menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kawasan lintas batas provinsi.
“Alhamdulillah, pertemuan ini sangat positif. Harapannya bisa menjadi titik awal bagi pembangunan di kawasan perbatasan. Meskipun berbeda provinsi, kita punya semangat yang sama untuk memajukan wilayah,” ujar Dion.
Dion juga menyoroti pentingnya persiapan UMKM dan promosi wisata agar dampak ekonomi dari keberadaan YIA sebagai embarkasi haji dapat dirasakan secara luas.
Ia menekankan pentingnya infrastruktur dan akses transportasi terpadu untuk menunjang konektivitas antar destinasi wisata di kawasan Gelang Projo.
“Ketika bicara wisata, yang kita bicarakan adalah kawasan, bukan batas administratif. Wisatawan tidak peduli ini wilayah siapa, yang penting aksesnya mudah dan infrastrukturnya mendukung,” tegas Dion. (ef linangkung)