Malam 1 Suro 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Simak Pantangannya

Bagikan :
Ilustrasi malam 1 Suro 2025 jatuh tanggal berapa? (Pixabay.com)

TUGUJOGJA – Menjelang pertengahan tahun, banyak masyarakat Jawa mulai mencari tahu: kapan malam 1 Suro 2025?

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Malam tersebut tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga diyakini sebagai malam yang sarat nuansa mistis dan penuh makna spiritual.

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro merupakan waktu yang istimewa, bahkan sering dianggap sakral. Banyak tradisi, larangan, hingga ritual dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang dianggap angker ini.

Lalu, kapan tepatnya malam 1 Suro 2025 akan berlangsung? Dan apa saja pantangan yang masih diyakini hingga kini? Berikut ulasan lengkapnya.

Kapan Malam 1 Suro 2025?

Berdasarkan penanggalan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kalender Bank Indonesia tahun 2025, tanggal 1 Suro 1959 Dal dalam kalender Jawa akan jatuh pada hari Jumat Kliwon, 27 Juni 2025.

Namun, sesuai tradisi Jawa yang menganggap pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, maka malam 1 Suro 2025 sebenarnya dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025, tepatnya mulai pukul 18.00 WIB.

Malam ini bertepatan dengan weton Kamis Wage menuju Jumat Kliwon, dua weton yang oleh sebagian masyarakat dipercaya memiliki aura spiritual yang kuat.

Selain menjadi hari pertama bulan Suro dalam kalender Jawa, momen ini juga bersamaan dengan tanggal 1 Muharam 1446 Hijriah dalam kalender Islam, sebuah pertemuan yang tak jarang dijadikan waktu untuk melakukan refleksi dan kontemplasi batin.

Asal Usul dan Makna Istilah “Suro”

Istilah “Suro” dalam budaya Jawa sejatinya berasal dari kata Arab, yaitu Asyura, yang berarti “sepuluh”. Dalam konteks Islam, Asyura mengacu pada hari ke-10 bulan Muharam, yang memiliki makna penting dalam sejarah keagamaan.

Baca juga  INNSIDE by Melia Yogyakarta Hadirkan โ€œBlissful Iftarโ€, Sajian Berbuka Puasa Spesial Ramadan

Namun dalam budaya Jawa, “Asyura” mengalami perubahan pelafalan menjadi “Suro” atau di beberapa wilayah disebut “Suran”.

Bulan Suro dalam kalender Jawa menandai dimulainya tahun baru. Sehingga malam 1 Suro memiliki dimensi spiritual dan budaya yang sangat mendalam, baik dari sisi Islam maupun kearifan lokal masyarakat Jawa.

Perbedaan Penanggalan Jawa dan Hijriah

Meski sama-sama menggunakan sistem qomariyah atau penanggalan berbasis peredaran bulan, kalender Jawa dan kalender Hijriah memiliki cara penetapan awal tahun yang berbeda.

Kalender Hijriah biasanya ditentukan melalui metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit).

Sementara itu, kalender Jawa telah disusun dengan pola tertentu, seperti penggunaan siklus tahun Dal dan tahun Alip.

Tahun Dal, seperti tahun 1959 Dal yang akan dimulai pada 27 Juni 2025 nanti, memiliki total 355 hari dalam setahun. Transisi dari tahun 1958 Je ke 1959 Dal pun terjadi pada malam satu Suro tersebut.

Tradisi dan Kepercayaan seputar Malam 1 Suro

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro bukan sekadar pergantian tahun. Ia dipercaya sebagai malam yang penuh muatan energi gaib dan spiritualitas tinggi. Tak heran jika pada malam ini, banyak ritual dilakukan secara khusyuk, mulai dari tirakat, laku tapa bisu, hingga ziarah ke makam leluhur.

Baca juga  Link dan Cara Daftar Magang Fresh Graduate 2025, Dibuka Kapan?

Selain ritual, malam satu Suro juga sering dikaitkan dengan pantangan-pantangan tertentu yang masih dijaga hingga kini.

Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur dan upaya menjaga harmoni batin dalam menyambut tahun baru Jawa.

Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini

Berikut ini beberapa pantangan malam satu Suro yang hingga kini masih dipegang oleh sebagian masyarakat Jawa:

1. Tidak Menggelar Hajatan

Malam satu Suro dianggap bukan waktu yang tepat untuk merayakan pesta seperti pernikahan, sunatan, atau syukuran besar lainnya. Masyarakat percaya bahwa melakukan hajatan pada malam ini bisa membawa sial atau musibah.

2. Dilarang Keluar Rumah Tanpa Keperluan Penting

Keluar rumah saat malam 1 Suro diyakini bisa membawa petaka karena konon, malam ini adalah saat “makhluk halus” berkeliaran. Oleh sebab itu, masyarakat memilih berdiam di rumah sambil bermeditasi atau berdoa.

3. Tidak Dianjurkan Pindah Rumah

Proses pindahan rumah sebaiknya tidak dilakukan saat bulan Suro, apalagi malam satu Suro. Banyak yang percaya, pindah rumah saat malam ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau konflik di kemudian hari.

4. Tidak Boleh Bersenang-senang Berlebihan

Malam 1 Suro seharusnya menjadi waktu untuk instropeksi, menenangkan diri, dan merenungi kehidupan, bukan untuk bersuka ria berlebihan. Oleh karena itu, masyarakat Jawa biasanya menjauhi pesta pora atau hiburan di malam ini.

Refleksi Spiritual di Malam 1 Suro

Walau banyak yang melihatnya sebagai malam mistis, sejatinya malam satu Suro juga menjadi momen perenungan dan awal perjalanan spiritual bagi banyak orang.

Baca juga  Link Download Naskah Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 Resmi Kemenbud

Di beberapa daerah, malam ini justru dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan keagamaan, seperti pengajian, doa bersama, atau laku prihatin.

Banyak kalangan yang menggunakan waktu ini untuk berdoa demi keselamatan dan keberkahan dalam menjalani tahun baru, baik secara pribadi maupun dalam lingkup keluarga dan masyarakat.

Tradisi seperti kirab budaya, tabur bunga, serta menyucikan benda pusaka juga masih dilestarikan di berbagai wilayah Jawa, terutama di lingkungan keraton atau masyarakat adat.

Malam 1 Suro 2025 akan jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, dan berlanjut hingga Jumat, 27 Juni 2025. Waktu ini bukan hanya menandai pergantian tahun Jawa, tetapi juga menjadi momen penuh makna spiritual bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai tradisi.

Dengan berbagai pantangan dan kepercayaan yang menyertainya, malam satu Suro tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa.

Di balik nuansa mistisnya, malam ini mengajarkan kita untuk menundukkan diri, merenungi perjalanan hidup, serta menyambut awal tahun dengan ketenangan dan doa.

***

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

Berita Terbaru

bisma-mahendra-W9EJYyCZ5HI-unsplash (2)
Link Resmi War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tata Tertibnya
didier-provost-hjATSdtr6fM-unsplash
5 Rekomendasi Penginapan Pinggir Pantai Gunungkidul dengan View Laut yang Memanjakan Mata
images (15)
Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya
WhatsApp Image 2026-08-05 at 11.32
Dipepet dan Diancam Sajam, Warga Pakem Jadi Korban Begal di Candibinangun saat Berangkat Kerja sebelum Subuh
raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai