
TUGUJOGJA – Berjalan-jalan di Malioboro, Yogyakarta, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi aneka kuliner khas yang berjejer di sepanjang jalan ini. Bukan hanya belanja batik atau menikmati suasana malamnya yang semarak, Malioboro juga menjadi surga bagi para pencinta kuliner.
Mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan bergaya bangsawan Kraton, semua bisa ditemukan di sini dengan cita rasa yang khas dan harga yang bervariasi.
Nah, berikut enam kuliner populer di Malioboro yang sayang untuk dilewatkan saat Anda berkunjung ke Kota Gudeg.
1. Bale Raos: Hidangan Khas Kraton yang Penuh Sejarah
Jika ingin merasakan pengalaman kuliner ala bangsawan, Bale Raos adalah pilihan yang tepat. Restoran ini berdiri sejak 23 Januari 2004, berkat prakarsa KGPH Hadiwinoto dan ide dari GKR Hemas, dengan tujuan utama melestarikan masakan khas Kraton Yogyakarta.
Setiap menu di sini disajikan berdasarkan resep autentik dari dapur Kraton. Tidak hanya lezat, tetapi juga penuh cerita sejarah yang membuat pengalaman bersantap semakin berkesan. Suasana restoran yang elegan menambah nuansa royal khas Jawa.
Harga makanan di Bale Raos berkisar antara Rp50.000 hingga Rp200.000 per porsi. Restoran ini buka setiap hari, cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer kuliner kerajaan di tengah hiruk pikuk Malioboro.
2. Pecel Senggol: Sarapan Merakyat di Depan Pasar Beringharjo
Bagi yang mencari menu sarapan sederhana namun menggugah selera, Pecel Senggol adalah jawabannya. Lokasinya berada tepat di depan pintu masuk Pasar Beringharjo, sehingga mudah ditemukan. Nama “Senggol” sendiri muncul karena suasana antreannya yang selalu ramai hingga para pembeli sering bersenggolan satu sama lain.
Satu porsi pecel di sini terdiri dari beragam sayuran segar dengan siraman bumbu kacang khas. Anda juga bisa menambahkan lauk pilihan seperti tempe, tahu, atau rempeyek untuk melengkapi hidangan.
Harga pecel sangat ramah di kantong, sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Warung ini biasanya buka dari pagi hingga menjelang siang, cocok sekali untuk mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan di Malioboro.
3. Lumpia Samijaya: Kudapan Legendaris dengan Saus Bawang Putih
Lumpia Samijaya menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan Malioboro. Kedai ini berlokasi di Teras Malioboro 2, Jalan Malioboro Nomor 56, tepat di depan toko ponsel Samijaya dan bersebelahan dengan Hotel Mutiara Malioboro.
Yang membuat lumpia ini istimewa adalah ukurannya yang besar dengan isian melimpah berupa ayam, sayur, dan telur puyuh. Namun, rahasia kelezatannya ada pada saus bawang putih tumbuk yang disiramkan di atas lumpia panas, memberikan rasa gurih dan segar yang unik.
Harga lumpia ini sangat terjangkau, hanya Rp6.000 per buah. Buka mulai pukul 08.00 WIB hingga habis, Lumpia Samijaya hampir selalu dipadati pembeli yang penasaran dengan cita rasanya.
4. Sate Kere: Lezatnya Dari Kesederhanaan
Tidak jauh dari Pasar Beringharjo, Anda bisa menemukan Sate Kere, kuliner unik yang sudah melegenda di Yogyakarta. Kata “kere” berarti miskin, menggambarkan asal mula makanan ini yang dibuat dari bahan sederhana, yakni lemak atau gajih sapi.
Meski sederhana, sate ini memiliki cita rasa luar biasa. Proses pembakaran yang khas menghasilkan aroma harum, sementara bumbu dendeng yang digunakan meresap hingga ke dalam, membuat setiap gigitan terasa nikmat.
Harganya pun sangat murah, hanya Rp1.000 hingga Rp2.000 per tusuk. Biasanya, penjual mulai membuka lapaknya pada sore hari hingga habis, sehingga pas untuk camilan sore atau santapan malam ringan.
5. Nasi Goreng Beringharjo: Resep Legendaris Sejak 1960-an
Bagi penggemar nasi goreng, warung Nasi Goreng Beringharjo wajib masuk daftar kunjungan. Lokasinya berada di Jalan Mayor Suryotomo Nomor 7, Gondokusuman, dan sudah berdiri sejak tahun 1960-an.
Keistimewaan nasi goreng di sini ada pada racikan bumbunya yang menggunakan resep tradisional. Aroma wangi khas langsung menggoda begitu nasi digoreng di atas wajan panas. Selain nasi goreng, menu mie gorengnya juga tidak kalah populer.
Harga seporsi nasi goreng atau mie goreng berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000. Dengan jam buka dari pagi hingga malam, warung ini bisa jadi pilihan tepat untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
6. Sate Klathak Malioboro: Alternatif Ikonik Lainnya
Selain kuliner klasik di atas, Malioboro juga dikenal sebagai tempat singgah sebelum menuju kawasan Bantul yang populer dengan sate klathak. Beberapa penjual di sekitar Malioboro pun menyajikan menu sate kambing dengan tusuk besi ini. Proses pemanggangan sederhana hanya dengan garam menjadikan rasa dagingnya lebih autentik.
Harga sate klathak di kawasan Malioboro biasanya sekitar Rp25.000 hingga Rp35.000 per porsi, lengkap dengan nasi atau gulai sebagai pelengkap. Bagi wisatawan yang tidak sempat ke Bantul, menikmati sate klathak di sekitar Malioboro bisa jadi pilihan alternatif yang memuaskan.
Kuliner Malioboro tidak hanya sekadar pengisi perut, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya yang memperkaya pengalaman wisata di Yogyakarta. Dari pecel sederhana di depan pasar, lumpia dengan saus bawang putih khas, hingga hidangan kerajaan di Bale Raos, semua menawarkan cerita dan rasa yang berbeda.
Jadi, ketika Anda berkunjung ke Malioboro, jangan hanya berjalan-jalan atau berbelanja oleh-oleh, sempatkan juga untuk menikmati enam kuliner populer di atas. Dijamin perjalanan Anda akan terasa semakin lengkap dan tak terlupakan.
***