Festival Layangan Internasional dan Kuliner Mataraman di Pantai Selatan Bantul, Wisatawan Membludak hingga Macet Parah di Parangtritis

Bagikan :
Warga berjubel ingin memasuki area Festival Layang-layang di Pantai Parangkusumo. (Ef Linangkung)

TUGUJOGJA – Lautan manusia memadati kawasan Pantai Selatan Bantul akhir pekan ini. Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata sukses menggelar Festival Layangan Internasional di Pantai Parangkusumo dan Festival Kuliner Mataraman di Pantai Baru, dua magnet utama yang mampu menggerakkan ribuan wisatawan dari berbagai penjuru.

Lonjakan pengunjung yang luar biasa bahkan menyebabkan kemacetan parah menuju kawasan Parangtritis sejak Sabtu pagi hingga malam.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat lonjakan kunjungan wisata hampir dua kali lipat dibanding akhir pekan sebelumnya.

Data resmi menunjukkan bahwa pada Sabtu (19/7) lalu, jumlah kunjungan hanya mencapai 6.016 orang, namun melonjak drastis pada Sabtu (26/7) menjadi 11.895 wisatawan, atau naik sekitar 97%.

Kenaikan fantastis ini terus berlanjut pada hari Minggu (27/7). Sepanjang jalur Pantai Selatan (Pansela) hingga pukul 20.00, jumlah pengunjung mencapai 18.035 orang, jauh meningkat dibanding minggu sebelumnya yang hanya mencatat 9.182 pengunjung, alias naik 96%.

Markus menyampaikan bahwa pihaknya menyusun acara secara strategis dan tepat sasaran, menggabungkan kekuatan visual dan budaya. Pihaknya mengangkat potensi langit dan laut Bantul sekaligus kekayaan rasa khas Mataraman.

Baca juga  6 Hotel Kapsul di Jogja yang Nyaman dan Murah, Cocok untuk Backpacker hingga Solo Traveler

“Layangan raksasa dari berbagai negara menghiasi langit Parangkusumo, sementara aroma kuliner tradisional menggoda setiap pengunjung di Pantai Baru,” ujar Markus.

Antusiasme masyarakat dan wisatawan pun meledak. Ribuan pengunjung berjubel menyaksikan parade layang-layang raksasa berbagai bentuk dan warna, dari naga sepanjang puluhan meter hingga burung eksotis dari mancanegara.

Langit Parangkusumo berubah menjadi panggung atraksi udara, sementara ombak dan angin laut memainkan simfoni alami yang menyempurnakan momen.

Di Pantai Baru, pengunjung menyerbu Festival Kuliner Mataraman. Aneka sajian tradisional seperti sayur lompong, mangut lele, bothok, hingga wedang uwuh disajikan dengan nuansa khas pasar tempo dulu. Lapak-lapak UMKM kuliner ludes diserbu wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa otentik khas Bantul.

Namun, euforia wisata ini tidak datang tanpa konsekuensi. Jalan utama menuju Pantai Parangtritis lumpuh selama berjam-jam akibat kepadatan kendaraan.

“Kami mencatat antrean kendaraan mengular sejak perempatan Kretek hingga mendekati pantai. Bahkan, sejumlah wisatawan terpaksa memarkir kendaraan jauh dari lokasi dan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer,” jelas Markus.

Baca juga  Setu Sinau ing Malioboro Resmi Diluncurkan, Hadirkan Kelas Budaya Interaktif di Jantung Kota Yogyakarta

Meski begitu, Markus menilai antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sektor pariwisata Bantul mulai pulih dan tumbuh kuat pascapandemi. Pihaknya berhasil membuktikan bahwa perpaduan budaya, alam, dan kreativitas bisa mengangkat kembali potensi wisata Bantul.

Ke depan, Dinas Pariwisata Bantul berkomitmen memperluas dan memperbanyak event serupa di sepanjang jalur Pansela. Markus menyatakan pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan di masa mendatang.

Festival akhir pekan ini tidak hanya menjadi bukti kebangkitan sektor pariwisata Bantul, tetapi juga mengangkat martabat budaya dan kuliner lokal ke panggung internasional. Rakyat Bantul menyambut gelombang wisatawan dengan semangat, kreativitas, dan keramahan khas pesisir selatan.

Dengan angka kunjungan yang nyaris mendekati 30.000 orang hanya dalam dua hari, Parangkusumo dan Pantai Baru membuktikan diri sebagai ikon wisata yang mampu bersaing di level nasional dan bahkan internasional.

situs toto

situs toto

situs toto

situs gacor

link gacor

situs slot

toto togel

Baca juga  Salat Idulfitri 2026 di Gumuk Pasir Parangkusumo Diikuti 5.505 Jemaah, Padukan Ibadah dan Wisata Religi

togel resmi

situs toto

toto togel

slot resmi

situs toto

toto togel

toto slot

togel macau

toto togel

link gacor

link slot

situs gacor

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis