
TUGUJOGJA – Langkah kecil Anantacetta Reugra Abiraya kini membawa gaung besar bagi Indonesia. Siswa kelas V sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Temanggung itu kembali mencatat prestasi membanggakan.
Ia menerima undangan dari NASA atau National Aeronautics and Space Administration di Amerika Serikat. Undangan bergengsi tersebut menjadi buah manis dari perjuangan panjang Raya dalam menaklukkan berbagai olimpiade nasional hingga internasional selama empat tahun terakhir.
Di usianya yang masih belia, Raya sudah menjelma menjadi salah satu siswa berprestasi Indonesia yang diperhitungkan di dunia internasional.
Ketekunan, disiplin, dan semangat belajarnya mengantarkan dirinya menembus panggung-panggung kompetisi dunia hingga akhirnya membuka jalan menuju pusat penelitian antariksa paling terkenal di dunia.
Perjalanan Anantacetta Reugra Abiraya ke NASA
Kabar membanggakan itu disampaikan langsung oleh ibunda Raya, Ajeng Primiana, saat ditemui di Daun Mas, Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan bahwa putranya dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada akhir Mei 2026 selama tujuh hari dengan pendampingan orang tua.
“Alhamdulillah Raya mendapatkan undangan ke Amerika Serikat untuk mengikuti Olympiade Tesla dan berkesempatan pula mengunjungi NASA dan laboratorium penelitian di sana. Kalau undangannya akhir Mei ini, mohon doa restunya,” ujar Ajeng.
Perjalanan menuju kesempatan emas itu tidak datang secara tiba-tiba. Raya terlebih dahulu menorehkan prestasi gemilang dalam kompetisi internasional di Jepang, yakni IMOCSEA dan ISOCSEA.
Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih medali emas pada lomba coding. Prestasi itu kemudian membuka pintu bagi Raya untuk mendapatkan kesempatan langka mengunjungi NASA dan laboratorium sains di Negeri Paman Sam.
NASA sendiri merupakan badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab terhadap program ilmiah dan teknologi di bidang aeronautika dan antariksa.
Lembaga tersebut terkenal melalui berbagai program besar dunia, seperti misi ke bulan hingga eksplorasi rover di Mars. Kesempatan mengunjungi fasilitas tersebut tentu menjadi pengalaman luar biasa bagi seorang siswa sekolah dasar dari Temanggung.
Bagi Ajeng, pencapaian putranya menjadi bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Selama empat tahun terakhir, Raya terus berjuang mengikuti berbagai kompetisi akademik di dalam maupun luar negeri. Ia rela menghabiskan waktu belajar saat anak-anak seusianya lebih banyak bermain.
Kini, perjuangan itu terbayar lunas. Raya berhasil mengoleksi sekitar 70 medali internasional dan puluhan medali nasional. Total lebih dari 100 penghargaan berhasil ia raih dari berbagai ajang olimpiade matematika, sains, coding, hingga Bahasa Inggris.
“Perjalanan prestasi Raya bukanlah hal instan, banyak sekali perjuangan kami tempuh mengikuti berbagai lomba dalam waktu empat tahun terakhir. Alhamdulillah, selain di Indonesia sudah mengikuti kompetisi di 15 negara dan berhasil mendapatkan 70 medali internasional,” kata Ajeng.
Peran Orang Tua
Deretan prestasi tersebut juga membawa Raya bertemu dengan tokoh penting nasional. Setelah memenangi Gold Award Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), IMOCSEA, ISOCSEA, dan sejumlah kompetisi internasional lainnya, Raya bahkan mendapat kesempatan diundang oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Ajeng mengungkapkan bahwa menjaga keseimbangan antara belajar dan kebahagiaan anak menjadi tantangan tersendiri. Ia tidak ingin putranya kehilangan masa kecil hanya demi mengejar prestasi.
Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menjaga kondisi psikologis anak agar tetap nyaman menjalani proses belajar dan kompetisi yang melelahkan.
“Anaknya sebenarnya senang belajar, tapi yang paling penting adalah menjaga mood-nya, karena mau lomba apa pun baik nasional maupun internasional itu pasti melelahkan, butuh usaha, perjuangan yang tidak gampang. Menjaga keseimbangan antara belajar dan kebahagiaan anak menjadi faktor penting agar Raya tetap konsisten berprestasi tanpa tekanan berlebih,” terangnya.
Di tengah kesibukannya mengikuti les dan olimpiade, Raya tetap berusaha menikmati masa kecilnya. Ia masih bermain bersama teman-temannya dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tetap merasa bahagia.
Saat ditanya tentang kesempatan mengunjungi NASA, wajah Raya tampak berbinar. Ia mengaku penasaran ingin melihat langsung laboratorium penelitian di sana. Baginya, pengalaman tersebut akan menjadi tambahan wawasan yang sangat berharga.
“Ya berangkatnya akhir Mei ini, tapi belum tahu seperti apa di sana. Nanti pengen lihat-lihat laboratoriumnya seperti apa. Kalau cita-cita sih pingin masuk Akpol supaya bisa melindungi negara,” katanya sambil tersenyum polos.
Kisah Raya menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari daerah kecil. Dari Kabupaten Temanggung, seorang anak sekolah dasar berhasil membawa nama Indonesia bersinar di panggung dunia.
Ketekunan, dukungan keluarga, dan semangat belajar yang konsisten mengantarkan langkahnya semakin dekat dengan masa depan gemilang. (ef linangkung)