
TUGUJOGJA– Libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 menghadirkan berkah melimpah bagi destinasi wisata alam Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Ratusan wisatawan menyerbu lokasi wisata populer ini sepanjang long weekend 5–7 September 2025. Antusiasme publik tetap menggelegak, meski awal pekan sempat diwarnai aksi demo di sejumlah wilayah.
Wisatawan Padati Goa Pindul
Sejak pagi, deru mesin bus pariwisata bergantian menurunkan rombongan wisatawan di pelataran Goa Pindul. Suara tawa anak-anak bercampur riuh teriakan pemandu wisata yang sibuk mengatur jalannya kegiatan cave tubing. Atmosfer liburan benar-benar hidup. Jalanan desa yang biasanya lengang mendadak padat oleh iring-iringan kendaraan dari berbagai daerah.
Pengelola Dewa Bejo Goa Pindul, Arif Sulistyo, menuturkan reservasi wisatawan sudah penuh sejak jauh hari. Data mencatat sebanyak 225 wisatawan datang dari Semarang, 30 orang dari Jakarta, dan puluhan rombongan kecil berdatangan dari berbagai kota di luar Yogyakarta. Mayoritas pengunjung memilih datang berombongan menggunakan bus.
“Untuk hari ini, kunjungan sudah penuh sejak beberapa waktu lalu. Bahkan sore nanti, rombongan kecil masih akan berdatangan,” ujar Arif.
Arif mengungkapkan, momentum libur panjang selalu mendongkrak kunjungan wisata. Namun, beberapa pekan terakhir, sejumlah wisatawan sempat mengubah jadwal perjalanan karena khawatir dengan kabar demo yang terjadi di beberapa titik wilayah Jawa.
“Banyak yang reschedule ke tanggal 19 September nanti. Tetapi secara umum, minat wisatawan tetap tinggi. Wisatawan tetap percaya pada keamanan Goa Pindul,” jelasnya.
Arif memastikan seluruh fasilitas tetap prima bagi pengunjung. Tiket penelusuran Goa Pindul hanya Rp40 ribu per orang, sudah termasuk jasa pemandu, perlengkapan keamanan, dan asuransi.
Pengunjung bisa menikmati sensasi menelusuri sungai bawah tanah sepanjang 350 meter menggunakan ban pelampung dengan durasi perjalanan sekitar 45 menit.
“Kami pastikan pelayanan maksimal. Wisatawan jangan khawatir. Yang penting pintar mencari informasi dan jangan percaya isu menyesatkan di media sosial, seperti kabar Goa Pindul ditutup atau rawan demo. Itu tidak benar,” tegasnya.
Arif juga berharap wisatawan terus menempatkan Goa Pindul sebagai destinasi utama saat berlibur di Gunungkidul.
“Cari informasi dari sumber terpercaya agar liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkasnya.
Keseruan Pengunjung
Salah seorang wisatawan asal Semarang, Ima Rahmawati, mengaku puas dengan keramahan pemandu lokal Goa Pindul. Menurutnya, profesionalisme pengelola sangat membantu menjaga keselamatan sekaligus memberikan informasi menarik seputar goa yang terkenal dengan keindahan stalaktit dan stalagmitnya.
Ia menikmati penuh aktivitas cave tubing bersama rombongan keluarganya. Duduk di atas ban pelampung, Ima menyusuri aliran sungai di dalam goa sambil mendengar cerita pemandu mengenai sejarah dan legenda Goa Pindul.
“Seru sekali, apalagi cave tubing sangat aman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Rasanya seperti petualangan alam yang lengkap, menyenangkan sekaligus edukatif,” ungkapnya.
Kehadiran wisatawan di Goa Pindul membuktikan destinasi ini tetap menjadi magnet utama pariwisata Gunungkidul. Alam yang asri, keramahan warga, dan keunikan aktivitas cave tubing terus menarik hati wisatawan, bahkan ketika isu demo sempat mewarnai pemberitaan awal pekan. (ef linangkung)