139 Siswa Didiskualifikasi dari Jalur Afirmasi SPMB DIY 2025, Orang Tua: “Kami Korban Sistem”

Bagikan :
Jumpa pers terkait polemik SPMB jalur afirmasi di Disdikpora DIY, Kamis (3/7/2025).

TUGU JOGJA – Sebanyak 139 siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 melalui jalur afirmasi.

Keputusan mendadak ini menimbulkan polemik dan memicu protes dari para orang tua yang merasa tidak pernah menginput data afirmasi, namun sistem secara otomatis mencatat anak mereka sebagai peserta jalur afirmasi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa anaknya dicoret dari jalur afirmasi meskipun ia tidak pernah merasa mendaftar sebagai penerima manfaat.

“Saya tidak memasukkan data apapun. Saya tidak memiliki data surat tidak mampu. Tapi setelah daftar dan mencetak data, saya muncul sebagai afirmasi,” jelasnya pada Kamis (3/7/2025).

Wali murid tersebut bahkan sempat mendatangi kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY pada Senin, 30 Juni 2025, untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Pihak dinas menyampaikan bahwa data afirmasi diperoleh dari Dinas Sosial dan bukan hasil input pribadi.

“Saya jelaskan, kok saya seperti ini? Saya salah input data atau apa? Lalu dijawab, ‘Tidak Ibu, ini sistem’. Saya tidak memasukkan apa-apa. Akhirnya dijelaskan bahwa afirmasi ada dua jalur, saya masuk lewat data dari Dinas Sosial, yaitu program Indonesia Pintar,” terangnya.

Namun, hanya dua hari kemudian, anaknya didiskualifikasi dari sistem tanpa pemberitahuan jelas. Ia merasa dirugikan karena tidak menyiapkan opsi lain, seperti mendaftar ke sekolah swasta.

Baca juga  Wabup Kulonprogo Sidak Dapur SPPG Sentolo Polda DIY, Pastikan Ada 'Security Food Test' sebelum Makanan Disajikan

“Saya ditekan untuk mundur, tapi saya tidak mau. Saya bukan pelaku manipulasi data, saya korban sistem. Saya ingin memperbaiki nama saya karena sudah diginiin (disebut) curang. Saya akan terus maju,” tegasnya.

Sistem Dinilai Bermasalah, Orang Tua Minta Evaluasi

Protes juga datang dari sejumlah orang tua siswa lainnya. Mereka menyatakan bahwa sistem jalur afirmasi SPMB 2025 belum siap dan memiliki kelemahan serius dalam hal akurasi data. Selain itu, mereka menyesalkan adanya tudingan publik terhadap siswa dan orang tua sebagai pelaku kecurangan.

“Kami mewakili orang tua berharap dinas sosial dan dinas pendidikan lebih hati-hati dalam menyiapkan sistem. Ini data sensitif, menyangkut masa depan anak,” ujar seorang perwakilan wali murid.

Mereka juga mengkritik pernyataan yang menyebut adanya “139 afirmasi bodong” karena dianggap tidak berdasarkan bukti yang sah dan merugikan reputasi keluarga.

“Kalau mau membuat pernyataan, gunakan data. Jangan asal menuduh. Kami tidak pernah memanipulasi data. Kami hanya menerima sistem yang otomatis menempatkan kami sebagai afirmasi,” tambahnya.

Penjelasan Resmi Disdikpora DIY

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perubahan status afirmasi berasal dari pembaruan data penerima bantuan oleh Dinas Sosial.

Per 27 Maret 2025, data yang digunakan masih menyertakan 139 siswa tersebut sebagai penerima manfaat. Namun setelah dilakukan pemutakhiran pada 29 Mei 2025, nama-nama itu tidak lagi tercantum dalam daftar penerima bantuan.

Baca juga  Tata Cara Daftar Ulang SPMB/PPDB SMP Kota Jogja 2025

“Dari 139 siswa, 88 sudah melengkapi dokumen persyaratan,” ujar Suhirman.

Suhirman menyatakan bahwa 88 siswa telah melengkapi dokumen afirmasi dan tetap berhak mengikuti jalur tersebut.

Sementara 51 siswa lainnya belum memenuhi dokumen pendukung namun tetap mengajukan keberatan untuk dipertimbangkan kembali.

Hasil audiensi yang dilakukan bersama orang tua dan pemangku kepentingan memutuskan bahwa 51 siswa tersebut tetap diterima di sekolah negeri, namun bukan melalui jalur afirmasi, melainkan jalur khusus.

“Yang jelas ini bukan jalur afirmasi, sehingga nanti mungkin kita cari nama bersama,” jelas Suhirman.

Ia menambahkan bahwa Disdikpora DIY telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan guna menyusun solusi jangka pendek agar seluruh siswa terdampak tetap mendapatkan akses ke pendidikan formal tanpa hambatan administratif.

DPRD DIY: Ini Pelajaran Bersama

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, menyebut kasus ini sebagai masalah kasuistik yang dapat menjadi pembelajaran penting bagi seluruh instansi terkait. Ia mengakui bahwa kurangnya koordinasi antara dinas menyebabkan kerancuan dalam sistem afirmasi tahun ini.

“Menurut saya ini kesalahan kita semua. Konsolidasi antar-OPD seperti Dinsos dan Disdik harus dilakukan lebih awal. Saya mohon maaf,” katanya.

Ia menegaskan perlunya sistem yang lebih akurat, akuntabel, dan transparan untuk mencegah kekacauan serupa pada masa mendatang. Koordinasi dan sinkronisasi data lintas instansi harus diperkuat agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban kesalahan administratif.

Baca juga  Terseret Arus Ganas Pantai Selatan, Tiga Wisatawan Nyaris Tewas di Pantai Ngrumput Gunungkidul

Kisruh ini menandai pentingnya evaluasi total terhadap sistem SPMB, terutama pada jalur afirmasi yang melibatkan data dari berbagai instansi.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pembaruan sistem serta penguatan regulasi agar tidak terjadi lagi kasus serupa di tahun-tahun mendatang. Masa depan pendidikan anak tidak boleh dipertaruhkan oleh ketidaktepatan sistem digital dan lemahnya koordinasi antarlembaga.***

situs togel

link slot

link slot

link slot

slot resmi

toto togel

situs toto

situs gacor

situs toto

link slot

situs toto

situs togel

toto togel

situs togel

situs toto

situs slot

situs toto

situs toto

situs toto

situs togel

situs gacor

situs toto

situs toto

situs slot

situs toto

jacktoto

link slot

situs toto

situs toto

link slot

situs toto

link slot

situs toto

situs toto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs togel

jacktoto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs togel

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

situs toto

jacktoto

situs togel

situs togel

jacktoto

jacktoto

jacktoto

link slot

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

link slot

jacktoto

link slot

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs gacor

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

jacktoto

link slot

link slot

jacktoto

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir