
TUGUJOGJA – Suasana dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mako Den B Satbrimob Polda DIY, Sentolo, mendadak ramai pada Senin pagi. Wakil Bupati Kulonprogo, H. Ambar Purwoko, A.Md., datang tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk meninjau langsung proses pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Didampingi seorang ahli gizi, Ambar Purwoko menyusuri setiap sudut dapur guna memastikan mutu dan keamanan makanan yang disiapkan bagi ratusan siswa sekolah dasar.
Ia meninjau tahapan demi tahapan, mulai dari pencucian wadah makan, penyiangan bahan segar, proses memasak lauk dan nasi, hingga pengemasan akhir. Semua langkah diperhatikan secara detail.
“Beliau datang mendadak bersama ahli gizi agar bisa menilai langsung, apakah semua proses di SPPG ini benar-benar sesuai standar,” ujar Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K.
Menurut Ihsan, tim SPPG Polda DIY menerapkan sistem kerja disiplin dengan pengawasan ketat. Setiap bahan makanan yang masuk wajib melewati pemeriksaan kesegaran dan kebersihan, sebelum diolah secara higienis oleh petugas dapur yang telah memiliki sertifikat keamanan pangan.
“Security Food Test” Jadi Prosedur Unggulan
Salah satu hal yang membedakan dapur SPPG Sentolo dengan dapur serupa di wilayah lain adalah adanya tahap khusus bernama “Security Food Test”. Prosedur ini merupakan langkah terakhir sebelum makanan dikemas dan didistribusikan ke sekolah penerima program.
“Uji keamanan makanan ini memastikan bahwa menu yang disiapkan benar-benar layak dikonsumsi, bebas kontaminasi, dan memiliki kandungan gizi seimbang,” terang Ihsan.
Hasil inspeksi tersebut membuat Wakil Bupati Kulonprogo mengacungkan jempol. Ia menilai dapur SPPG Sentolo layak disebut sebagai dapur gizi terbaik dan paling siap di wilayah DIY.
Seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pengantaran makanan ke sekolah, berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tepat waktu.
“Tidak ada keterlambatan distribusi. Kualitas dan ketepatan waktu menjadi bukti keseriusan tim SPPG Polda DIY dalam menjalankan tanggung jawabnya,” tegasnya seperti disampaikan Kabidhumas.
Wakil Bupati juga berharap dapur SPPG Sentolo bisa menjadi model percontohan bagi wilayah lain di DIY, termasuk bagi program serupa di Kulonprogo. Ia menilai keberadaan dapur gizi seperti ini sangat penting untuk memastikan anak-anak sekolah memperoleh asupan sehat yang bergizi seimbang.
“Program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk anak-anak sekolah. Selain meningkatkan kualitas gizi, juga membangun generasi yang lebih kuat dan cerdas,” ucap Ihsan mengutip pernyataan Ambar Purwoko.
Pastikan Makanan Diterima Anak dalam Kondisi Terbaik
Usai meninjau dapur SPPG, Wakil Bupati bersama rombongan menuju SD Negeri Dlaban, salah satu sekolah penerima menu MBG. Di lokasi, ia memastikan makanan dari dapur Sentolo telah diterima anak-anak dalam kondisi hangat, bersih, dan lengkap gizinya.
Langkah Polda DIY membangun serta mengelola SPPG merupakan bentuk komitmen mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat. Dengan kolaborasi antara aparat kepolisian dan pemerintah daerah, layanan gizi bagi anak-anak sekolah diharapkan semakin optimal.
Pemerintah meyakini, pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi berkualitas, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.