
TUGUJOGJA – Malam satu Suro sering kali dianggap sebagai malam yang penuh kekuatan spiritual oleh masyarakat Jawa. Apakah ibu hamil boleh keluar malam 1 suro?
Bagi sebagian besar orang, khususnya yang masih memegang tradisi dan adat leluhur, malam ini bukanlah waktu yang biasa.
Berbagai pantangan dan larangan dipercaya harus diikuti untuk menjaga keselamatan dan menghindari mara bahaya, termasuk untuk ibu hamil.
Tahun ini, malam satu Suro jatuh pada hari Jumat malam, tanggal 27 Juni 2025. Seiring mendekati momen ini, pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat adalah apakah ibu hamil boleh keluar rumah saat malam 1 Suro?
Untuk menjawab pertanyaan ini secara lengkap, mari kita bahas dari berbagai sudut pandang mulai dari kepercayaan budaya, mitos, hingga pandangan dalam Islam.
Beberapa pantangan yang biasanya ditujukan untuk ibu hamil pada malam satu Suro, antara lain tidak keluar rumah setelah maghrib karena dipercaya untuk menghindari gangguan makhluk halus. Kemudian, tidak ikut dalam acara keramaian atau arak-arakan agar tidak terjadi kelelahan atau risiko cedera.
Selain itu, disarankan banyak membaca doa dan zikir untuk menjaga perlindungan diri dan janin. Menjaga suasana rumah tetap tenang sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang dianggap sakral.
Apakah Ibu Hamil Boleh Keluar Rumah Malam 1 Suro?
Secara umum, tidak ada larangan resmi dari sisi medis maupun agama yang menyatakan bahwa ibu hamil tidak boleh keluar rumah saat malam 1 Suro.
Namun, dalam tradisi masyarakat Jawa, malam satu Suro dianggap sebagai malam yang tidak biasa dan memiliki energi tersendiri. Karena itu, banyak orang tua menganjurkan agar ibu hamil tetap berada di dalam rumah pada malam ini sebagai bentuk kehati-hatian.
Secara medis, sebenarnya tidak ada alasan ilmiah yang menyebutkan bahwa malam satu Suro berbahaya untuk ibu hamil.
Tetapi mengingat kondisi kehamilan yang rawan terhadap perubahan cuaca, risiko tertular penyakit, atau bahkan kecelakaan, maka anjuran untuk tetap di rumah memang cukup bijak.
Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Keluar Malam 1 Suro Menurut Kepercayaan Jawa?
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, malam satu Suro adalah malam yang sakral. Penanggalan Jawa menyebut bahwa pergantian hari dimulai setelah matahari terbenam, bukan pada tengah malam seperti kalender Masehi. Maka, malam satu Suro sudah dimulai sejak waktu maghrib, dan perayaan spiritual atau ritual biasanya dilakukan sejak saat itu.
Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa malam ini adalah waktunya makhluk halus, jin, dan energi gaib berkeliaran. Oleh karena itu, ibu hamil yang dianggap membawa dua jiwa dipercaya lebih rentan terhadap gangguan dari alam gaib.
Inilah sebabnya mengapa dalam budaya Jawa, ibu hamil sebaiknya tidak keluar malam satu Suro, demi menjaga keselamatan dirinya dan janinnya.
Meski terdengar mistis, larangan ini erat kaitannya dengan nilai kehati-hatian dan penghormatan terhadap tradisi. Banyak masyarakat yang masih mempercayainya sebagai bentuk warisan leluhur yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Bagaimana Pandangan Islam tentang Ibu Hamil Keluar Malam 1 Suro?
Dalam Islam, malam satu Suro bertepatan dengan malam pertama bulan Muharram, yaitu bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Asyhurul Hurum) dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menjauhi perbuatan zalim, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Namun, Islam tidak mengenal larangan khusus yang menyebutkan bahwa ibu hamil dilarang keluar malam satu Suro.
Tidak ada nash dalam Al-Quran maupun Hadis yang secara eksplisit melarang perempuan hamil untuk beraktivitas malam hari pada tanggal tersebut. Islam mengajarkan untuk menjauhi takhayul dan tidak terjebak pada keyakinan yang tidak memiliki dasar syar’i.
Walau demikian, Islam juga mengajarkan prinsip “la dharara wa la dhirar” jangan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Maka, selama kondisi fisik ibu hamil tidak memungkinkan untuk keluar rumah malam hari, sebaiknya istirahat di rumah menjadi pilihan yang lebih baik, tanpa dikaitkan dengan mitos atau kepercayaan mistis.
Tradisi, Kesehatan, dan Kehati-hatian
Malam satu Suro bukan hanya sekadar malam biasa bagi masyarakat Jawa. Ia menjadi simbol transisi spiritual, waktu refleksi, dan pelestarian nilai leluhur. Bagi ibu hamil, saran untuk tidak keluar rumah malam hari ini lahir dari perpaduan antara nilai budaya, kehati-hatian, dan perlindungan diri.
Secara medis dan keagamaan, tidak ada larangan mutlak yang menyebutkan bahwa keluar rumah saat malam satu Suro akan membawa petaka.
Walau sebagian besar larangan ini lebih berdasarkan mitos dan budaya, ada unsur logika kesehatan di baliknya.
Ibu hamil yang terlalu sering keluar malam bisa saja mengalami masalah kesehatan ringan seperti masuk angin, perut kembung, kurang tidur, atau lebih rentan terhadap infeksi, seperti dari gigitan serangga malam.
Namun, saran untuk tetap di rumah tetap relevan jika melihat aspek kesehatan dan keselamatan ibu serta janin.
Maka, jika Anda adalah ibu hamil yang hidup di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, menghormati tradisi dengan tetap berada di rumah malam satu Suro bisa menjadi bentuk toleransi budaya.
Namun, jika memang ada kebutuhan mendesak untuk keluar, lakukan dengan persiapan dan doa yang cukup karena pada akhirnya, keselamatan adalah yang utama.
***