Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta

Bagikan :
Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (3/8/2026).

TUGU JOGJA – Muhammadiyah dan Pemerintah Qatar mulai membangun kerja sama strategis di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan delegasi Pemerintah Qatar di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (3/8/2026), yang juga membahas rencana penyelenggaraan forum internasional untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dunia Islam.

Pertemuan Muhammadiyah dan Qatar Perkuat Kolaborasi

Pertemuan antara Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, dan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, membuka babak baru hubungan Muhammadiyah dengan negara Timur Tengah tersebut. Di tengah dinamika global yang terus berubah, kedua belah pihak justru memilih memperkuat kolaborasi sebagai jalan membangun peradaban dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Syafiq Mughni mengungkapkan, Pemerintah Qatar menunjukkan komitmen kuat untuk mempererat hubungan dengan Muhammadiyah melalui berbagai program strategis yang dapat diwujudkan dalam waktu mendatang.

“Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama dalam penyelenggaraan forum seminar yang membahas berbagai persoalan dunia Islam,” ujar Syafiq.

Baca juga  Penutupan Jalan Malioboro Malam Ini 10 Oktober 2025: Kirab Marching Band

Ia menilai berbagai peluang kerja sama itu lahir dari semangat ta’awun atau saling menolong antarumat Islam. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam membangun kemajuan peradaban sekaligus memperkuat kemaslahatan bersama di tingkat internasional.

Momentum penting berikutnya diperkirakan akan hadir melalui rencana kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar ke Indonesia.

Syafiq berharap agenda tersebut menjadi tindak lanjut konkret dari pembahasan yang telah dilakukan sekaligus membuka ruang dialog yang lebih mendalam mengenai berbagai bentuk kerja sama yang siap direalisasikan.

“Dubes Qatar turut menyampaikan informasi bahwa akan ada kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar. Dengan mengundang Muhammadiyah, maka hal ini akan kami anggap sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini. Barangkali nanti akan ada pembicaraan yang lebih detail mengenai berbagai bentuk kerja sama antara Muhammadiyah dan negara Qatar,” ungkapnya.

Program Pendidikan, Kesehatan hingga Ketenagakerjaan

Tidak hanya menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan, Pemerintah Qatar juga menawarkan berbagai program sosial-keagamaan yang selama ini telah berjalan di Indonesia dan berpotensi dikembangkan bersama Muhammadiyah.

Baca juga  Jogja Kota Pelajar atau Kota Bertahan Hidup? Realita Warga Menengah Bawah di Balik Romantisme Kota

Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, menyebut pembagian Mushaf Al-Qur’an cetakan Qatar serta distribusi kurma saat Ramadan menjadi sebagian program yang dapat dikolaborasikan dengan Muhammadiyah.

“Kami juga memiliki beberapa program yang bisa menjadi program bersama, seperti pembagian Mushaf Al-Qur’an Qatar dan distribusi kurma pada bulan Ramadan. Tentu selama ini kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia,” kata Sultan.

Bagi Sultan, kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah memiliki makna tersendiri. Sejak memulai tugas sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia pada 2025, Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama yang ia kunjungi. Pilihan tersebut mencerminkan besarnya perhatian Pemerintah Qatar terhadap peran Muhammadiyah dalam membangun pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

“Saya adalah Duta Besar Qatar yang baru di Indonesia sejak 2025, dan Muhammadiyah adalah organisasi Islam pertama yang saya kunjungi setelah mulai bertugas,” ujarnya.

Sebelum bertemu jajaran PP Muhammadiyah, Sultan lebih dahulu bersilaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan mengunjungi Universitas Gadjah Mada. Rangkaian kunjungan itu kemudian berlanjut ke Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Baca juga  Lokasi Air Minum di Malioboro di Mana Saja? Bisa Minum Gratis

“Kami mengetahui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang sangat besar,” tambahnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir
tol jogja bawen
Update Tol Yogyakarta-Bawen Terkini: Seksi Ambarawa-Bawen Rampung Konstruksi, Ruas Jogja-Banyurejo Capai 97 Persen
kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan