
TUGUJOGJA – Kereta Commuter Line Prameks (502) mengalami gangguan teknis saat melintas di wilayah Kalimenur, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Insiden ini terjadi pada Minggu pagi, sekitar pukul 09.54 WIB, dan menyebabkan kereta berhenti di tengah perjalanan lintas Wates–Sentolo.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun resmi KAI Commuter segera menginformasikan kejadian tersebut kepada publik. Petugas lapangan langsung merespons cepat dengan mengirimkan lokomotif penolong ke lokasi kereta yang mengalami kendala.
Sekitar pukul 10.48 WIB, KAI mengonfirmasi bahwa lokomotif penolong telah tiba dan menjemput rangkaian Commuter Line Prameks yang terhenti. Evakuasi berjalan lancar, dan petugas memastikan seluruh prosedur keselamatan diikuti secara ketat.
Pemindahan Penumpang dan Permintaan Maaf KAI
Setelah proses penjemputan selesai, petugas memindahkan seluruh penumpang ke rangkaian pengganti yang sudah disiapkan di Stasiun Sentolo. Para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Yogyakarta menggunakan kereta pengganti tersebut.
KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini. KAI meminta maaf atas terganggunya layanan perjalanan Commuter Line Prameks (502) pagi ini.
“Tim kami telah bergerak cepat untuk menangani gangguan teknis yang terjadi, dan kami berterima kasih atas kesabaran pengguna selama proses penanganan,” ujar Manajer Public Relation KAI Commuter, Leza Arlan dalam keterangan resminya, Minggu, 25 Mei 2025.
Gangguan teknis ini menjadi perhatian serius bagi KAI, mengingat lintas Wates–Sentolo termasuk jalur penting yang melayani mobilitas harian masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Pihak KAI menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan armada serta kesiapan teknis guna menghindari gangguan serupa di masa depan.
Selain itu, KAI mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi KAI Commuter. KAI juga menyarankan pengguna merencanakan perjalanan lebih awal guna mengantisipasi keterlambatan atau gangguan layanan.
Dengan kejadian ini, KAI kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kereta api, baik komuter maupun antarkota.