Dana Operasional Belum Cair, Enam SPPG di Gunungkidul Hentikan Layanan Sementara

Bagikan :

 

Ilustrasi | Aktivitas dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis. (Ist) 

TUGUJOGJA – Gunungkidul menghadapi kendala dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sementara akibat dana operasional yang belum dicairkan.

Kondisi ini berpotensi mengganggu layanan pemenuhan gizi bagi ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

Sedikitnya enam SPPG di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan terdampak langsung. Sejumlah dapur layanan telah menghentikan aktivitas operasional, sementara beberapa lainnya dijadwalkan menghentikan layanan dalam waktu dekat.

Dampak lanjutan dari situasi ini mencakup terganggunya distribusi makanan bergizi serta dirumahkannya puluhan tenaga kerja lokal.

Pembemahan Sistem Administrasi BGN

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, menyatakan bahwa penghentian operasional bersifat sementara.

Ia menjelaskan kendala utama berasal dari sistem administrasi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang masih dalam proses pembenahan.

“Penghentian ini hanya sementara karena ada perbaikan sistematis dari BGN. Setelah sistem administrasi selesai, pencairan dana ke SPPG kemungkinan bisa segera dilakukan,” ujar Roni saat memberikan keterangan, Selasa (16/12/2025).

Roni menegaskan tidak terdapat pelanggaran atau kesalahan dari pihak SPPG. Menurutnya, seluruh satuan layanan telah menjalankan operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga  Ribuan Siswa Gunungkidul Belum Nikmati MBG, 8 Dapur Terkendala Operasional

“Kendalanya murni teknis dari internal BGN, bukan karena ada permasalahan atau pelanggaran di tingkat SPPG,” katanya.

Tenaga Kerja Terpakasa Dirumahkan

Berdasarkan data sementara, SPPG yang telah menghentikan operasional antara lain SPPG Playen Logandeng, SPPG Kepek 2 Wonosari, dan SPPG Sumbergiri Ponjong.

Sementara itu, SPPG Kemadang dan SPPG Hargomulyo Tanjungsari dijadwalkan menghentikan layanan mulai Rabu (17/12/2025).

Adapun SPPG Semanu direncanakan berhenti beroperasi pada 20 Desember 2025 jika dana operasional belum diterima.

Kepala SPPG Hargomulyo Gedangsari, Sulistyawan, membenarkan bahwa dapur layanan yang dipimpinnya akan menghentikan operasional mulai Rabu.

Ia menyebut hari Selasa menjadi hari terakhir pelayanan bagi penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Besok sudah tidak beroperasi, dananya sudah habis,” kata Sulistyawan.

Menurutnya, penghentian operasional berdampak langsung pada tenaga kerja. Sekitar 50 karyawan terpaksa dirumahkan sementara karena tidak adanya kegiatan produksi dan distribusi makanan.

“Total ada sekitar 50 karyawan yang terdampak. Sementara jumlah penerima manfaat yang selama ini kami layani mencapai 3.212 orang,” ujarnya.

Baca juga  'Sawah Rosok' Petani Genjahan: Dari Tumpukan Sampah Jadi Lumbung Pangan Mini di Gunungkidul

Sulistyawan menjelaskan bahwa secara administratif pengajuan anggaran telah disetujui. Namun, hingga kini dana operasional belum dicairkan.

Ia menyebut keterlambatan tersebut diduga berkaitan dengan proses penutupan tahun anggaran.

“Informasi yang saya terima, sisa anggaran kemungkinan akan kembali ke SPPG sekitar tanggal 28 Desember,” katanya.

SPPG Hargomulyo selama ini memberdayakan 47 tenaga kerja lokal yang terdiri atas koki, petugas pengemasan, dan tim distribusi.

Selain itu, terdapat tiga tenaga profesional, yakni kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi, yang bertugas memastikan kualitas serta nilai gizi makanan.

Ia berharap kendala pencairan dana operasional dapat segera diselesaikan agar layanan kembali berjalan. Program Makan Bergizi Gratis dinilai berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak sekolah.

“Program MBG sangat membantu masyarakat. Kami berharap pencairan dana bisa segera dilakukan agar layanan kembali berjalan normal dan penerima manfaat tetap mendapatkan haknya,” ujar Sulistyawan.

Hingga saat ini, pihak terkait masih menunggu penyelesaian proses administrasi di tingkat pusat. Kejelasan pencairan dana diharapkan dapat memastikan keberlanjutan layanan SPPG di Gunungkidul dalam waktu dekat.

Baca juga  Walikota Hasto Tegaskan Bedah Rumah di Yogyakarta Tidak Gunakan APBD, Bukti Nyata Kekuatan Gotong Royong Warga

situs gacor

toto togel

slot resmi

situs toto

link togel

bandar togel

togel online

link slot

slot gacor

link togel

slot gacor hari ini

bandar togel

togel online

situs togel

slot resmi

situs toto

toto togel

link togel

link gacor

link slot

slot gacor hari ini

link gacor

situs gacor

slot online

slot resmi

link slot

bandar togel

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

situs togel

slot gacor

togel online

situs toto

togel 4d

slot gacor hari ini

toto togel

slot 4d

Berita Terbaru

kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus