
TUGU JOGJA – Genap satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin mulai menunjukkan arah pembangunan daerah melalui berbagai program prioritas. Kepemimpinan keduanya mengusung visi Indramayu REANG yang merupakan akronim dari Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.
Visi tersebut tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas. Pemerintah Kabupaten Indramayu mendorong implementasi nyata melalui 14 Program Percepatan yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur hingga digitalisasi pelayanan publik.
Berbagai kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi pondasi pembangunan Indramayu pada masa pemerintahan Lucky Hakim.
Penguatan Nilai Religius Lewat Program Mengaji dan Zakat
Salah satu fokus utama pemerintahan Lucky Hakim adalah memperkuat nilai religius di tengah masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui program Indramayu Mengaji yang mendorong berbagai aktivitas keagamaan.
Program ini mencakup kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz di berbagai wilayah. Upaya tersebut diarahkan untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Selain itu, pemerintah daerah juga menginisiasi program Indramayu Berzakat. Program ini mulai dijalankan hanya satu bulan setelah Lucky Hakim menjabat sebagai bupati.
Dana zakat yang terkumpul kemudian disalurkan secara terbuka dan transparan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, program pemberdayaan ekonomi, hingga beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Pemerintah Kabupaten Indramayu juga memberi perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Melalui program Indramayu Belajar, pemerintah menghadirkan sejumlah inovasi pendidikan, salah satunya adalah kehadiran Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Di sisi lain, terdapat program Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS) yang bertujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal di lingkungan pendidikan. Program tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan penguatan identitas budaya daerah.
Sementara pada sektor kesehatan, pemerintah daerah merancang langkah strategis dengan mengaktifkan kembali bangunan eks RS Reysa di Cikedung Lor menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Langkah ini diambil untuk mengurangi penumpukan pasien di pusat kota sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Indramayu Barat.
Selain itu, berbagai program kesehatan lain juga terus dioptimalkan, seperti peningkatan layanan BPJS, upaya penurunan angka stunting, serta penyediaan cek kesehatan gratis yang telah menjangkau ribuan warga.
Dukungan Nyata untuk Petani di Daerah Lumbung Pangan
Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, sektor pertanian menjadi perhatian khusus dalam pemerintahan Lucky Hakim.
Pemerintah daerah membangun 31 demplot pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan. Demplot tersebut berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan percontohan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, pendekatan alami juga diterapkan dalam pengendalian hama. Pemkab Indramayu melakukan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membantu mengendalikan populasi tikus di area persawahan.
Upaya tersebut dilengkapi dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bertujuan memberikan perlindungan bagi petani jika mengalami gagal panen.
Perbaikan Infrastruktur Jalan Mulai Terlihat
Sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah, terutama terkait kondisi jalan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, berbagai kegiatan perbaikan jalan telah dilaksanakan.
Realisasi tersebut meliputi pemeliharaan rutin terhadap 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer. Selain itu, pemerintah juga melakukan rekonstruksi 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
Di tingkat desa, dilakukan rehabilitasi jalan di 349 titik dengan total panjang 75 kilometer.
Sejumlah proyek strategis juga telah diselesaikan, di antaranya pembangunan jalan beton sepanjang 2,6 kilometer di ruas SiturajaโKiarapayung serta perbaikan ruas jalan Pondoh.
Peningkatan kualitas infrastruktur ini memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.
Digitalisasi Layanan Publik dan Kanal Aduan Warga
Dalam upaya meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi, pemerintah daerah meluncurkan Super Apps Wong Reang serta kanal pengaduan Wong Reang Wadul.
Melalui platform ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun laporan terkait pelayanan publik.
Data dari Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, tercatat 929 aduan yang masuk melalui kanal tersebut. Dari jumlah tersebut, 871 aduan atau sekitar 93 persen berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan reformasi birokrasi, termasuk percepatan pelayanan perizinan usaha. Sebanyak 1.000 izin usaha telah ditandatangani secara cepat, sementara pengisian jabatan direksi di BUMD PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu dilakukan melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme.
Kepedulian Sosial dan Lingkungan Jadi Bagian Pembangunan
Pendekatan pembangunan di Indramayu juga menekankan aspek sosial dan lingkungan.
Salah satu program yang dijalankan adalah โREANG EMAN NING SEMAโ (Sayangi Ibu). Program ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi pendamping bagi para lansia di wilayah Indramayu, sehingga mereka tetap mendapatkan perhatian dan dukungan sosial.
Di sektor lingkungan dan pemukiman, pemerintah daerah telah membangun berbagai fasilitas dasar bagi masyarakat.
Pembangunan tersebut meliputi SPAM (Sumur Bor) di 16 desa untuk meningkatkan akses air bersih. Selain itu, dibangun pula SPALD (MCK) sebanyak 184 unit di 9 desa guna menyediakan sanitasi yang layak.
Upaya pengendalian banjir juga dilakukan melalui normalisasi sungai dengan pengerukan di 13 muara sungai, yang sekaligus membantu memperlancar akses bagi para nelayan.
Tantangan Pembangunan Memasuki Tahun Kedua
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin, berbagai program yang telah berjalan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah ke depan.
Meski sejumlah target pembangunan telah tercapai, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Pemerintah daerah perlu menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa di pelosok Indramayu.
Dengan semangat REANG, pemerintah optimistis Indramayu akan terus bergerak menuju daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.****
https://frankspizzapalace.com/menu