
TUGUJOGJA – Libur sekolah di kawasan pantai selatan Gunungkidul diwarnai insiden sengatan ubur-ubur.
Hingga Minggu (28/6/2026) pukul 16.00 WIB, sedikitnya delapan wisatawan dilaporkan mengalami sengatan saat bermain air di sejumlah pantai.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang tanpa sengaja menyentuh ubur-ubur yang terbawa ombak hingga mendekati bibir pantai.
Seluruh korban langsung mendapat penanganan dari petugas SAR Satlinmas Rescue Wilayah II Baron yang berjaga di lokasi.
Tidak ada korban yang dilaporkan mengalami kondisi serius setelah mendapatkan pertolongan pertama.
Delapan Korban Tersebar di Empat Pantai
Berdasarkan data SAR Satlinmas Rescue Wilayah II Baron, korban tersebar di beberapa destinasi wisata pantai di Gunungkidul.
Rinciannya sebagai berikut:
| Pantai | Jumlah Korban |
|---|---|
| Pantai Sepanjang | 3 orang |
| Pantai Kukup | 3 orang |
| Pantai Sadranan | 2 orang |
| Pantai Sundak | 1 orang |
Fenomena kemunculan ubur-ubur kembali terjadi seiring perubahan musim dan kondisi arus laut yang membawa biota tersebut mendekati garis pantai.
Anak-anak Jadi Korban Terbanyak
Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Wilayah II Baron, Surisdiyanto, mengatakan sebagian besar korban tersengat ketika bermain di bibir pantai.
Menurutnya, ubur-ubur yang berwarna biru transparan sering kali dikira benda mainan atau biota laut yang tidak berbahaya, sehingga tanpa disadari disentuh oleh wisatawan, terutama anak-anak.
“Kalau berkunjung ke pantai selatan Gunungkidul dan bermain air, sekarang memang sedang musim ubur-ubur. Kami mengimbau wisatawan agar lebih waspada, terutama saat anak-anak bermain di bibir pantai,” katanya.
Korban umumnya mengalami rasa panas, nyeri, dan sensasi terbakar pada kulit.
Beberapa wisatawan juga mengeluhkan sesak napas ringan akibat reaksi racun dari tentakel ubur-ubur.
Petugas Berikan Penanganan Cepat
Setelah menerima laporan, petugas SAR segera memberikan pertolongan pertama menggunakan cairan cuka dan alkohol untuk membantu penanganan awal sengatan.
Langkah cepat tersebut membuat kondisi para korban berangsur membaik sehingga tidak memerlukan perawatan lanjutan.
Meski demikian, Surisdiyanto mengingatkan bahwa ubur-ubur yang terdampar di pasir maupun yang masih mengapung di laut tetap dapat menyengat apabila tersentuh.
Karena itu, wisatawan diminta tidak mencoba memegang ataupun memindahkan ubur-ubur yang ditemukan di sekitar pantai.
Patroli dan Imbauan Terus Ditingkatkan
Menghadapi meningkatnya jumlah wisatawan selama libur sekolah, petugas SAR bersama tim gabungan memperkuat patroli di sepanjang kawasan pantai.
Imbauan juga disampaikan secara berkala melalui pengeras suara agar pengunjung lebih berhati-hati saat bermain air.
Orang tua diminta memberikan pengawasan lebih terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di area yang dekat dengan ombak.
Apabila menemukan ubur-ubur atau ada anggota keluarga yang tersengat, wisatawan diminta segera melapor ke pos SAR terdekat.
Musim Ubur-ubur Fenomena Tahunan
Kemunculan ubur-ubur merupakan fenomena yang hampir setiap tahun terjadi di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
Perubahan arus laut menyebabkan ubur-ubur terbawa hingga mendekati garis pantai, sehingga peluang kontak dengan wisatawan menjadi lebih tinggi.
Walaupun sebagian besar sengatan tidak mengancam jiwa, rasa sakit yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas wisata apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
SAR Satlinmas Rescue Wilayah II Baron memastikan seluruh personel tetap bersiaga selama masa liburan.
Petugas mengimbau wisatawan untuk memperhatikan beberapa hal berikut:
- Tidak menyentuh ubur-ubur, baik yang berada di laut maupun yang terdampar di pasir.
- Mengawasi anak-anak saat bermain di bibir pantai.
- Segera melapor ke petugas apabila melihat ubur-ubur di area wisata.
- Datang ke pos SAR apabila mengalami sengatan agar mendapat penanganan cepat.
“Kami mengimbau seluruh wisatawan agar tidak menyentuh ubur-ubur, baik yang mengapung di laut maupun yang sudah terdampar di pasir. Jika tersengat, segera datang ke pos SAR agar mendapatkan penanganan secepatnya,” ujar Surisdiyanto.
Dengan meningkatnya kunjungan wisata selama libur sekolah, kewaspadaan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan.
Keindahan pantai-pantai Gunungkidul tetap dapat dinikmati secara aman apabila pengunjung mematuhi arahan petugas dan menghindari kontak langsung dengan ubur-ubur yang muncul di kawasan pesisir.