
TUGUJOGJA– Suasana liburan di kawasan Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, berubah menjadi kepanikan setelah dua wisatawan asal Solo yang merupakan ibu dan anak terseret ombak saat bermain air di bibir pantai, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berkat kesigapan petugas SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron bersama warga sekitar, kedua korban berhasil diselamatkan dari ganasnya arus laut selatan.
Insiden yang nyaris merenggut nyawa tersebut terjadi di sisi barat Pulau Drini, salah satu titik yang kerap menjadi tujuan wisatawan untuk menikmati panorama pantai.
Namun di balik keindahannya, kawasan itu tetap menyimpan ancaman gelombang tinggi yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pengunjung yang kurang waspada.
Kronologi Wisatawan Solo Tergulung Ombak
Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika dua wisatawan berinisial MR (4) dan ZH (34), warga Solo yang merupakan anak dan ibu, bermain air di kawasan pantai.
Saat keduanya asyik bermain di tepian laut, gelombang besar tiba-tiba datang menghantam area tempat mereka berada. Kekuatan ombak yang cukup besar membuat keduanya kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, arus laut menyeret mereka menjauh dari bibir pantai.
“Korban bermain air di Pantai Drini, tepatnya di sebelah barat Pulau Drini. Saat itu datang ombak besar yang langsung menghantam korban hingga terhempas dan tergulung ombak. Keduanya kemudian terseret arus ke arah tengah laut,” ujar Surisdiyanto.
Teriakan warga dan wisatawan yang melihat kejadian tersebut langsung memecah suasana pantai. Petugas SAR yang sedang berjaga segera bergerak cepat menuju lokasi.
Tanpa menunggu lama, petugas bersama sejumlah warga melakukan upaya penyelamatan untuk mengejar korban yang saat itu masih berada di area arus laut.
Aksi penyelamatan berlangsung menegangkan. Petugas harus berpacu dengan waktu karena kondisi gelombang laut selatan yang dikenal memiliki karakter kuat dan tidak dapat diprediksi. Beruntung, respons cepat petugas mampu mencegah insiden itu berkembang menjadi tragedi yang lebih besar.
Setelah berjuang melawan arus dan ombak, tim penyelamat akhirnya berhasil menjangkau kedua korban. Petugas kemudian mengevakuasi ibu dan anak tersebut ke daratan dalam kondisi selamat.
Kondisi Korban
Meski berhasil diselamatkan, salah satu korban mengalami kondisi fisik yang cukup lemah. Petugas menduga korban terlalu banyak menelan air laut saat tergulung ombak sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
“Setelah berhasil dievakuasi ke tepi pantai, salah satu korban kondisinya lemah karena diduga terlalu banyak kemasukan air laut. Korban kemudian kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari tim dokter,” jelas Surisdiyanto.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wisatawan harus selalu mematuhi imbauan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
Gelombang laut yang terlihat tenang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi besar dan membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain terlalu dekat dengan area datangnya ombak.
SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron juga mengimbau seluruh wisatawan agar selalu memperhatikan peringatan petugas, tidak berenang di zona berbahaya, serta mengawasi anak-anak secara ketat selama berada di kawasan pantai.
Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, musibah kecelakaan laut di Pantai Drini kali ini tanpa korban jiwa. Namun, detik-detik saat ibu dan anak itu tergulung ombak menjadi gambaran nyata betapa besarnya ancaman gelombang laut selatan. (ef linangkung)