Dugaan Penipuan Proyek Koperasi Desa Merah Putih di Gunungkidul Terbongkar, Pelaku Minta Dana hingga Rp80 Juta

Bagikan :
Penipuan proyek Koperasi Desa Merah Putih di Gunungkidul. (Ist)

TUGUJOGJA – Jajaran Kodim 0730/Gunungkidul membongkar dugaan penipuan yang mengatasnamakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di beberapa kalurahan di Kabupaten Gunungkidul.

Pelaku diduga mendatangi pemerintah kalurahan dengan dalih menjalankan proyek pemerintah, lalu meminta uang hingga puluhan juta rupiah. Kasus ini sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polres Gunungkidul.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan modus tersebut muncul di Kalurahan Mertelu (Kapanewon Gedangsari), serta Kalurahan Jerukwudel, Tileng, Balong, Jepitu, dan Karangawen (Kapanewon Girisubo).

Menurut Alfian, pelaku menggunakan pola yang sama. Mereka mendatangi pemerintah kalurahan dengan mengaku mendapat mandat membangun Koperasi Desa Merah Putih, kemudian meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

“Modusnya hampir sama, ada oknum yang mendatangi kalurahan untuk pembangunan KDMP dengan meminta sejumlah uang. Aksi dilakukan dalam rentang waktu 27 hingga 30 Juni 2026,” kata Alfian saat dihubungi, Kamis (2/7/2026).

Pelaku Minta Dana Berdalih Pematangan Lahan

Hasil penelusuran Kodim mengungkap ada dua orang yang mengaku memperoleh penugasan dari PT Agrinas untuk membangun 34 Koperasi Desa Merah Putih di Gunungkidul. Salah satu lokasi yang didatangi adalah Kalurahan Mertelu.

Baca juga  Sultan HB X Beri Selamat PSIM Lolos ke Liga 1

Di kalurahan tersebut, pelaku meminta dana Rp2 juta untuk pemasangan plakat sebagai penanda lokasi pembangunan koperasi yang diklaim sebagai program pemerintah pusat.

Pelaku juga meminta dana Rp80 juta dengan dalih untuk proses pematangan lahan sebelum pembangunan dimulai.
Permintaan serupa terjadi di Kalurahan Karangawen.

Di lokasi ini, pelaku meminta dana Rp30 juta untuk pematangan lahan. Sementara biaya pemasangan plakat sebesar Rp2 juta diminta kepada seluruh kalurahan yang didatangi.

Meski pelaku berupaya meyakinkan pemerintah kalurahan, Alfian memastikan tidak ada kalurahan yang menjadi korban. Para lurah berkoordinasi dengan Babinsa setelah merasa curiga terhadap permintaan dana tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PT Agrinas. Untuk pembangunan koperasi itu sepenuhnya menjadi tugas Kodim sehingga tidak ada permintaan dana seperti yang disampaikan oknum tersebut,” tegasnya.

Tujuh Orang Diperiksa Polisi

Kodim selanjutnya berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul untuk mengusut dugaan tindak pidana tersebut.

Aparat juga telah mengamankan beberapa pihak untuk dimintai keterangan.

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, membenarkan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Baca juga  Aturan Ganjil Genap dan One Way Puncak Bogor Hari Ini, Minggu 14 September 2025

Pada Selasa (30/6/2026), petugas mengamankan tujuh orang yang sedang melakukan aktivitas pengukuran lahan di wilayah Kapanewon Girisubo.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan ketujuh orang itu bukan pelaku utama. Mereka diduga turut menjadi korban dalam perkara ini.

“Tujuh orang ini terdiri dari enam pekerja dan seorang kontraktor,” ujar Tri.

Penyelidikan sementara mengungkap kasus bermula ketika seorang kontraktor dikenalkan kepada dua orang berinisial SA dan KS di Semarang, Jawa Tengah. Keduanya menawarkan proyek pembangunan 34 Koperasi Desa Merah Putih di Gunungkidul dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Kontraktor tersebut kemudian mentransfer uang sebesar Rp60 juta, masing-masing Rp15 juta kepada SA dan Rp45 juta kepada KS. Setelah dana diserahkan, proyek yang dijanjikan ternyata tidak memiliki dasar penugasan resmi.

“Karena ini masuk dugaan tindak pidana penipuan, kami sarankan untuk membuat laporan di wilayah hukum yang sesuai dengan lokasi kejadian transaksi,” katanya.
Satreskrim Polres Gunungkidul masih mendalami perkara ini.

Penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada SA dan KS untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan penipuan proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga  Bupati Kulon Progo Serahkan Langsung Bantuan ZIS BAZNAS untuk Korban Kebakaran Lansia di Sentolo

“Kami masih menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk memenuhi panggilan dan memberikan keterangan,” ujar Tri.

Aparat mengimbau pemerintah kalurahan dan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan program pemerintah.

Setiap informasi mengenai proyek pembangunan diharapkan diverifikasi terlebih dahulu kepada instansi berwenang guna menghindari praktik penipuan.

Berita Terbaru

tol jogja bawen
Update Tol Yogyakarta-Bawen Terkini: Seksi Ambarawa-Bawen Rampung Konstruksi, Ruas Jogja-Banyurejo Capai 97 Persen
kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus