Ekonomi DIY Triwulan III 2025 Tumbuh 5,40 Persen, Konstruksi dan Investasi Jadi Penopang

Bagikan :
Ekonomi DIY tumbuh 5,4 persen di triwulan tiga 2025. (AI/Tugujogja)

TUGUJOGJA – Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,40 persen secara tahunan pada triwulan III 2025.

Secara kumulatif hingga triwulan III, pertumbuhan mencapai 5,34 persen. Angka ini menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, berada di atas Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.

Plt Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menyampaikan bahwa perekonomian DIY tetap tangguh di tengah tekanan ekonomi global maupun nasional.

“DIY mampu menjaga momentum pertumbuhan berkat dorongan dari sektor konstruksi dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang melonjak tinggi,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Konstruksi Menjadi Pendorong Utama Pertumbuhan

Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi menjadi penggerak pertumbuhan dengan kenaikan 10,37 persen (q-to-q) dan 8,77 persen (y-on-y).

Aktivitas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dan swasta meningkatkan permintaan material serta jasa konstruksi di berbagai wilayah.

“Pembangunan proyek-proyek fisik di berbagai wilayah, termasuk sektor perumahan dan fasilitas publik, mendorong naiknya nilai tambah konstruksi secara signifikan,” jelas Herum.

Baca juga  5 Ide Jualan Online yang Tidak Ganggu Jam Kantor: Rekomendasi Bisnis Sampingan Fleksibel untuk Karyawan dan Pemula di Era Digital

Selain konstruksi, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 8,88 persen (y-on-y).

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 6,08 persen, ditopang sub-sektor pangan lokal.

Investasi dan Konsumsi Menopang Perekonomian

Dari sisi pengeluaran, PMTB atau investasi menjadi kontributor terbesar. Komponen ini tumbuh 10,42 persen (y-on-y) dan menyumbang 2,95 persen terhadap pertumbuhan ekonomi DIY.

Dorongan investasi terutama berasal dari sektor properti, infrastruktur, dan pembelian alat modal.

Konsumsi rumah tangga tetap mendominasi dengan porsi 60,92 persen dan tumbuh 4,29 persen (y-on-y). Daya beli terjaga meski beberapa sektor jasa sempat melemah secara triwulanan.

Peningkatan aktivitas pendidikan, pariwisata, dan acara kebudayaan turut menggerakkan transaksi di masyarakat.

“Konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama ekonomi DIY. Peningkatan aktivitas pendidikan, pariwisata, dan event-event budaya memberi pengaruh signifikan terhadap pergerakan uang di masyarakat,” ujar Herum Fajarwati.

DIY Menjadi Provinsi dengan Pertumbuhan Tertinggi di Pulau Jawa

Secara spasial, Pulau Jawa masih menyumbang 56,68 persen terhadap PDB nasional. Di antara enam provinsi, DIY mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 5,40 persen.

Baca juga  Pertumbuhan Ekonomi DIY menurut BPS: 5,11 Persen pada Triwulan I 2025

Meskipun kontribusinya terhadap ekonomi Jawa hanya 1,54 persen, laju pertumbuhan menunjukkan dinamika ekonomi yang tetap sehat.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa skala kecil tidak selalu berarti lemah. DIY berhasil mengoptimalkan potensi lokal melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Herum.

Struktur ekonomi DIY masih ditopang sektor jasa, terutama industri pengolahan (11,69 persen), konstruksi (10,31 persen), pertanian (10,18 persen), serta akomodasi dan makan minum (10,12 persen).

Meskipun sektor pariwisata mengalami perlambatan triwulanan, sektor tersebut tetap menarik aliran belanja dari wisatawan domestik.

Herum memperkirakan tren positif masih berlanjut hingga akhir tahun.

“Jika laju investasi dan konsumsi tetap kuat, kami memperkirakan ekonomi DIY dapat menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan di atas 5 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu.

Berita Terbaru

6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut
tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan