
TUGUJOGJA – Jadwal pencairan THR ASN 2026 ditargetkan pada pekan pertama Ramadhan. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk ASN, TNI, Polri, hakim, dan pensiunan.
Kabar mengenai jadwal pencairan Tunjangan Hari Raya bagi aparatur negara menjadi perhatian luas sejak memasuki bulan Ramadhan. Pertanyaan seperti THR PNS 2026 kapan cair dan THR cair tanggal berapa 2026 terus bermunculan, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara yang menantikan kepastian waktu penyaluran.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberi sinyal bahwa pencairan THR ASN 2026 akan dilakukan lebih awal dibanding pola pada tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya tunjangan hari raya dibayarkan sekitar 10 hingga 14 hari sebelum Idul Fitri, tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran pada awal Ramadhan.
Pemerintah Targetkan Cair Pekan Pertama Ramadhan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa penyaluran THR bagi Aparatur Sipil Negara, prajurit Tentara Nasional Indonesia, serta anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia akan dimulai pada pekan pertama bulan puasa.
“(Jadwal pencairan THR ASN 2026) minggu pertama puasa,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Pernyataan senada juga ia sampaikan dalam kesempatan berbeda. “Udah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya usai forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Saat dikonfirmasi kembali oleh wartawan di Jakarta, ia menegaskan, “(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026. Ia juga menambahkan singkat, “Bentar lagi.”
Meski tanggal pastinya belum diumumkan secara resmi, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa THR ASN 2026 akan cair pada awal Ramadhan.
Perkiraan Waktu Cair Berdasarkan Jadwal Lebaran 2026
Berdasarkan keputusan resmi pemerintah, Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21-22 Maret 2026. Namun, kepastian tanggal Lebaran tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.
Apabila merujuk pola sebelumnya, pencairan THR biasanya dilakukan pada pertengahan Maret atau sekitar dua pekan sebelum hari raya. Namun, dengan target pencairan di pekan pertama Ramadhan, aparatur negara berpotensi menerima dana lebih cepat dari kebiasaan sebelumnya.
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang periode libur panjang dan momen Lebaran.
Anggaran THR ASN 2026 Capai Rp55 Triliun
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun. Dana ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, hakim, serta pensiunan.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp49,9 triliun. Pada 2025, pemerintah menyalurkan THR kepada sekitar 9,4 juta aparatur negara.
Anggaran THR menjadi bagian dari belanja negara pada kuartal I 2026 yang secara total mencapai Rp809 triliun. Dalam paparannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Menteri Keuangan juga menyebut sejumlah alokasi lain dalam triwulan pertama, termasuk percepatan program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.
Komponen dan Besaran THR ASN 2026
Ketentuan mengenai pemberian THR dan gaji ketiga belas diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025. Berdasarkan regulasi tersebut, komponen THR ASN 2026 meliputi:
Gaji pokok
Tunjangan melekat
Tunjangan kinerja hingga 100 persen bagi Aparatur Sipil Negara pusat, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan hakim
Sementara untuk Aparatur Sipil Negara daerah, besaran THR disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah. Adapun pensiunan akan menerima THR sebesar uang pensiun bulanan.
Dengan komponen tersebut, besaran nominal yang diterima setiap pegawai akan berbeda, tergantung golongan, jabatan, serta wilayah penugasan.
Jaga Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa belanja pemerintah pada triwulan I 2026 dijalankan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai enam persen,” tegas dia.
Menurutnya, target tersebut menjadi capaian penting apabila terealisasi. Pemerintah juga mendorong penguatan konsumsi rumah tangga pada awal tahun, yang didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, termasuk kebijakan Work From Anywhere bagi Aparatur Sipil Negara.
Dengan berbagai sinyal yang telah disampaikan, jadwal pencairan THR ASN 2026 diperkirakan berlangsung pada awal Ramadhan, paling lambat pekan pertama puasa.
Kendati demikian, informasi mengenai tanggal pasti penyaluran masih menunggu terbitnya aturan resmi pemerintah. Aparatur negara yang menantikan kepastian tersebut dapat mulai menyiapkan perencanaan keuangan sejak dini.***