
TUGUJOGJA- Gunungkidul kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada awal tahun 2026, sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan daripada periode yang sama pada tahun 2025.
Peningkatan ini sekaligus mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara drastis.
Kunjungan Wisatawan ke Gunungkidul
Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mencatat hingga 23 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata mencapai 435.151 orang.
Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah berhasil mengumpulkan PAD sebesar Rp5.499.675.250. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan pariwisata yang sangat kuat sejak awal tahun.
Lonjakan tersebut terlihat semakin mencolok ketika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada awal tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 248.005 orang dengan perolehan PAD sebesar Rp1.925.576.295.
Data ini menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat baik dari sisi jumlah pengunjung maupun pendapatan daerah.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, menegaskan bahwa geliat pariwisata Gunungkidul masih menunjukkan daya tarik yang sangat kuat di mata wisatawan.
โKami melihat langsung di lapangan, wisatawan masih memadati destinasi wisata di wilayah selatan, terutama kawasan pantai,โ ujar Nanang Putranto.
Faktor Pendorong
Nanang menjelaskan bahwa kawasan selatan Gunungkidul terus menjadi primadona karena menawarkan banyak pilihan pantai dengan karakter yang berbeda-beda. Selain itu, meningkatnya minat wisatawan terhadap objek wisata baru turut mendorong lonjakan kunjungan tersebut.
โBanyak wisatawan merasa penasaran dan tertarik mengunjungi objek wisata baru seperti On The Rock dan Pantai Sepanjang,โ ungkapnya.
Fenomena tersebut terlihat jelas dari kondisi di lapangan. Sejak pemerintah membuka objek wisata On The Rock untuk umum pada pertengahan Desember 2025, destinasi ini langsung menarik perhatian wisatawan, baik dari wilayah Gunungkidul, luar daerah, maupun luar DIY.
Setiap hari, pengunjung terus berdatangan untuk menikmati panorama unik yang ditawarkan kawasan tersebut.
Sementara itu, kawasan Pantai Sepanjang juga menunjukkan geliat yang sama. Pemerintah daerah sebelumnya melakukan penataan kawasan pantai ini untuk meningkatkan kenyamanan dan estetika.
Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Wajah baru Pantai Sepanjang kini menjelma menjadi magnet wisata baru yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada sore hari.
Keramaian yang terjadi setiap sore hari di Pantai Sepanjang menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menata kawasan wisata pantai secara berkelanjutan.
Kehadiran wisatawan yang terus meningkat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal dan perekonomian masyarakat sekitar.
Melihat tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memasang target PAD sektor pariwisata yang lebih tinggi pada tahun 2026. Nanang menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan PAD sebesar Rp36,4 miliar pada tahun ini.
Target tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp33 miliar. Meskipun realisasi PAD tahun lalu belum sepenuhnya mencapai target, pemerintah tetap optimistis.
Peningkatan kualitas destinasi dan bertambahnya objek wisata baru akan mendorong pencapaian target pada tahun 2026.
Dengan lonjakan kunjungan wisatawan sejak awal tahun, harapan besar kini tertuju pada sektor pariwisata Gunungkidul sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Pantai-pantai di kawasan selatan, bersama destinasi wisata baru yang terus bermunculan, menjadi simbol kebangkitan pariwisata Gunungkidul yang kian menjanjikan. (ef linangkung)