
TUGUJOGJA- Namun, suasana libur iduladha 2026 tahun ini terasa berbeda. Kawasan wisata andalan di Kabupaten Bantul itu tampak lebih lengang daripada momentum liburan besar pada tahun-tahun sebelumnya.
Sejak pagi hari, deretan warung makan di sepanjang bibir pantai masih membuka lapak seperti biasa. Para pedagang berharap wisatawan berdatangan setelah menunaikan salat Iduladha. Akan tetapi, harapan itu belum sepenuhnya terjawab hingga siang hari.
Keluhan Para Pedagang
Amin, pemilik warung makan di tepian Pantai Parangtritis, mengaku jumlah wisatawan yang datang selama libur Iduladha tahun ini tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menilai kondisi pantai cenderung sama seperti hari-hari biasa.
Menurut Amin, suasana justru terasa sepi sejak pagi. Wisatawan yang datang mayoritas warga lokal dari wilayah DIY maupun Kabupaten Bantul yang melaksanakan salat Iduladha di kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo.
โHanya sedikit. Yang makan nyaris tidak ada kalau pagi. Paling cuma beli mi instan dalam gelas,โ ujarnya di kawasan Pantai Parangtritis.
Amin tampak beberapa kali memandang ke arah bibir pantai. Sesekali wisatawan berjalan menyusuri pasir hitam sambil berfoto, tetapi jumlahnya belum mampu menghidupkan denyut ekonomi pedagang secara maksimal.
Kondisi serupa turut dirasakan Erla (43), salah satu pedagang makanan sekaligus penyedia jasa sewa tikar di kawasan Pantai Parangtritis. Ia mengaku momen libur Iduladha tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.
Erla masih mengingat bagaimana ramainya wisatawan pada libur Iduladha 2025. Saat itu, pengunjung memadati kawasan pantai sejak pagi hingga malam hari. Tikar dan tenda miliknya hampir tidak pernah kosong disewa wisatawan.
Namun suasana berbeda terjadi pada Iduladha 2026. Arus pengunjung terlihat lebih landai dan tidak terlalu berdampak pada lonjakan transaksi pedagang.
โKalau saya, kunjungan wisatawan saat libur Iduladha tahun ini lebih sepi dibandingkan libur Iduladha tahun kemarin,โ ujarnya.
Meski demikian, Erla memilih tetap bersyukur. Ia mengaku dagangan makanan dan jasa sewa tenda masih mendapatkan pelanggan meski jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu.
โYa tetap bersyukur meski sepi wisatawan, tetapi masih diberi rezeki. Sewa tenda masih laku,โ katanya.
Di tengah kondisi kunjungan yang melandai, para pedagang tetap bertahan membuka lapak sejak pagi hingga malam. Mereka berharap jumlah wisatawan meningkat pada sore atau akhir pekan libur panjang Iduladha.
Jumlah Kunjungan Wisatawan Pantai Parangtritis
Sementara itu, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, membenarkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan pada momentum libur Iduladha tahun ini memang cenderung biasa saja.
Berdasarkan data penarikan retribusi pada Rabu, 27 Mei 2026, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Pantai Parangtritis hanya mencapai 2.199 orang.
Sedangkan pada Kamis, 28 Mei 2026 hingga pukul 14.00 WIB, jumlah kunjungan tercatat sekitar 2.500 wisatawan.
โUntuk kunjungan wisatawan Pantai Parangtritis pada Kamis hingga pukul 14.00 WIB hanya ada 2.500-an wisatawan,โ katanya.
Rohmad menyebut mayoritas wisatawan berasal dari wilayah domestik, terutama DIY, Jawa Tengah, dan daerah sekitar Yogyakarta. Ia belum dapat memastikan faktor utama yang menyebabkan kunjungan wisatawan selama libur Iduladha tahun ini tidak mengalami lonjakan berarti.
โNggeh, yang jelas jumlah wisatawan dapat dikatakan landai seperti hari-hari biasa,โ ucapnya.
Meski tidak seramai musim liburan besar lainnya, Pantai Parangtritis tetap menjadi magnet wisata bagi masyarakat lokal. Beberapa wisatawan tampak menikmati suasana pantai dengan bermain pasir, menaiki ATV, hingga duduk santai di bawah tenda menghadap ombak selatan.
Di sisi lain, kondisi kunjungan wisatawan yang belum melonjak menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil di kawasan wisata pesisir Bantul. Mereka berharap libur panjang Iduladha masih menyisakan peluang peningkatan jumlah pengunjung dalam beberapa hari ke depan. (ef linangkung)