Gunung Merapi Meluncurkan Dua Awan Panas Guguran, BPPTKG Tegaskan Status Siaga Tetap Berlaku

Bagikan :
Aktivitas awan panas guguran Gunung Merapi terpantau dari kawasan lereng, Desember 2025. (Ist)

TUGUJOGJA – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa awan panas guguran dalam rentang waktu Sabtu hingga Minggu pagi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kejadian awan panas guguran yang meluncur dari puncak gunung, menegaskan bahwa suplai magma di tubuh Merapi masih berlangsung aktif.

Berdasarkan laporan resmi BPPTKG, dua kejadian awan panas guguran tersebut terjadi pada periode pengamatan Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo antara 25 hingga 42 milimeter dengan durasi kejadian berkisar 106 sampai 152 detik.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut mencerminkan dinamika magma yang masih aktif di dalam Gunung Merapi. Menurutnya, awan panas guguran meluncur sejauh 1.500 meter ke arah alur sungai yang tidak teramati secara visual.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan kondisi ini berpotensi memicu awan panas guguran lanjutan di area berbahaya,” ujar Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya.

Guguran Lava dan Aktivitas Kegempaan

Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat tingginya aktivitas guguran lava selama Sabtu. Dalam periode yang sama, tercatat 101 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter ke arah barat daya.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi Meningkat 20–26 Maret 2026, Guguran Lava Capai 2 Kilometer, Gempa Vulkanik Melonjak

Guguran lava tersebut mengarah ke sejumlah alur sungai, yakni Kali Krasak, Kali Sat atau Putih, serta Kali Bebeng. Aktivitas ini menunjukkan bahwa material lava masih terus mengalami suplai dari kubah lava di puncak gunung.

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat 60 kali gempa hybrid atau fase banyak. Jenis gempa ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung api.

Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas meskipun sesekali tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih terpantau keluar dari puncak dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 80 meter di atas kawah.

Aktivitas Masih Terjadi hingga Minggu Pagi

Memasuki Minggu, 21 Desember 2025, aktivitas Gunung Merapi masih berlanjut. Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas kembali mencatat 12 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum yang meningkat hingga 1.800 meter ke arah barat daya.

Asap kawah masih terus teramati keluar dari puncak dengan warna putih dan intensitas tipis hingga sedang. Tinggi kolom asap tercatat berada pada kisaran 50 hingga 100 meter di atas puncak.

Baca juga  Kunjungan Wisata TNGM Naik 57 Persen, Trail Run Dongkrak PNBP Rp1,1 Miliar

Aktivitas kegempaan juga masih terjadi pada periode tersebut. BPPTKG mencatat 16 kali gempa hybrid, yang menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.

Status Level III Siaga Masih Diberlakukan

Hingga laporan terakhir, BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga. Status ini mengharuskan peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat dan seluruh pihak terkait, terutama yang berada di kawasan rawan bencana.

BPPTKG menyampaikan bahwa potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya.

Kawasan rawan meliputi alur Sungai Boyong hingga jarak maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer, Sungai Woro hingga maksimal 3 kilometer, serta Sungai Gendol hingga maksimal 5 kilometer dari puncak.

Selain itu, BPPTKG juga mengingatkan bahwa jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Imbauan kepada Masyarakat

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona potensi bahaya yang telah ditetapkan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Merapi.

Baca juga  Dispar Sleman Tegaskan Tanah Kalurahan Boleh Dikembangkan untuk Wisata, Namun Tak Bisa Jadi Vila dan Homestay

Masyarakat juga diingatkan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, termasuk gangguan kesehatan, jarak pandang, serta aktivitas sehari-hari.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, kami akan segera meninjau ulang tingkat aktivitas Gunung Merapi dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat,” tegas Agus Budi Santosa.

Pemantauan aktivitas Gunung Merapi terus dilakukan secara intensif oleh BPPTKG sebagai dasar penyampaian informasi dan rekomendasi kebencanaan kepada publik.

situs toto

situs slot

slot gacor

situs hk pools

situs slot

situs hk pools

bandar togel

situs hk pools

kawijitu

kawijitu

slot gacor

slot gacor

slot gacor

situs hk pools

kawijitu

situs slot

situs slot

kawijitu

situs toto

situs toto

kawijitu

situs hk pools

kawijitu

slot gacor

situs togel

kawijitu

situs hk

situs resmi

situs toto

kawijitu

togel online

kawijitu

situs togel

kawijitu

rtp slot

kawijitu

Berita Terbaru

bisma-mahendra-W9EJYyCZ5HI-unsplash (2)
Link Resmi War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Tata Tertibnya
didier-provost-hjATSdtr6fM-unsplash
5 Rekomendasi Penginapan Pinggir Pantai Gunungkidul dengan View Laut yang Memanjakan Mata
images (15)
Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya
WhatsApp Image 2026-08-05 at 11.32
Dipepet dan Diancam Sajam, Warga Pakem Jadi Korban Begal di Candibinangun saat Berangkat Kerja sebelum Subuh
raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo

Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai