
TUGUJOGJA – Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat lonjakan kunjungan wisata sepanjang awal 2026. Aktivitas trail run dan trekking yang belakangan ramai di kalangan anak muda ikut mendongkrak jumlah wisatawan hingga penerimaan negara dari sektor wisata alam.
Hingga April 2026, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) TNGM mencapai Rp1.114.001.500. Angka itu sudah menyentuh 89,08 persen dari target tahunan sebesar Rp1.250.600.000.
Kawasan lereng Merapi dalam beberapa bulan terakhir memang terlihat lebih ramai dari biasanya, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Jalur trekking dipenuhi pendaki harian, sementara area parkir di sejumlah Objek Wisata Alam (OWA) sempat padat sejak pagi.
Kepala TNGM T. Heri Wibowo mengatakan total kunjungan wisatawan sampai April 2026 mencapai 96.683 orang.
Jumlah itu naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan Tajam Terjadi pada April
Peningkatan paling tinggi terjadi pada April 2026. Dalam satu bulan, jumlah pengunjung mencapai 29.586 orang atau melonjak 57 persen dibanding Maret 2026.
Libur nasional menjadi salah satu pemicu utama membludaknya wisatawan ke kawasan Merapi. TNGM mencatat hampir separuh pengunjung April berasal dari momentum libur panjang dengan kontribusi sekitar 47,9 persen.
Di beberapa titik wisata, antrean kendaraan sempat mengular pada pagi hari. Wisatawan terlihat datang berkelompok membawa perlengkapan lari gunung, trekking pole, hingga tas hydration pack yang kini makin umum dipakai komunitas trail run.
Fenomena itu terlihat jelas di sejumlah lokasi favorit seperti:
- Plunyon Kalikuning
- Kalitalang
- Deles Indah
Ketiga lokasi tersebut kini menjadi tujuan utama wisatawan yang mencari jalur lari alam dan trekking ringan dengan panorama Merapi.
Trail Run Jadi Gaya Hidup Baru
Tren olahraga luar ruang menjadi salah satu faktor utama melonjaknya wisata alam berbasis konservasi.
Belakangan, media sosial dipenuhi unggahan aktivitas trail run di lereng Merapi. Banyak komunitas lari memilih jalur pegunungan karena dianggap menawarkan pengalaman berbeda dibanding city run.
Suasana pagi yang dingin, kabut tipis di jalur hutan, hingga pemandangan lava Merapi menjadi daya tarik tersendiri.
โKenaikan pengunjung pada tahun 2026 dibandingkan 2025, khususnya April 2026, tidak terlepas dari semakin maraknya olahraga lari gunung atau trail run dan trekking yang digandrungi kebanyakan anak muda,โ kata Heri.
Meski hampir seluruh OWA mengalami kenaikan pengunjung, Tlogo Muncar menjadi satu-satunya lokasi yang tercatat mengalami penurunan kunjungan pada periode yang sama.
Ekonomi Warga Lereng Merapi Ikut Bergerak
Ramainya wisatawan tidak hanya berdampak pada penerimaan negara. Aktivitas ekonomi warga sekitar kawasan Merapi juga ikut terdorong.
Sejumlah pelaku usaha lokal mulai dari warung makan, jasa parkir, homestay, hingga penyewaan alat outdoor merasakan peningkatan pendapatan sejak awal tahun.
Di beberapa titik wisata, pengunjung bahkan harus bergantian mencari tempat duduk saat jam makan siang karena warung penuh.
Pengelola homestay di sekitar Kaliurang dan Deles juga mulai menerima reservasi lebih awal saat akhir pekan panjang.
Kondisi itu menjadi sinyal bahwa wisata alam berbasis konservasi mulai menjadi motor ekonomi baru di kawasan lereng Merapi.
Seluruh Retribusi Masuk ke Kas Negara
TNGM menegaskan seluruh pendapatan dari tiket dan retribusi wisata masuk langsung ke kas negara sebagai PNBP.
Mekanisme tersebut diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
โRetribusi tersebut 100 persen merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak yang kami setorkan langsung ke kas negara,โ ujar Heri.
Sementara kebutuhan operasional masing-masing OWA tetap menggunakan dana APBN.
Pengunjung Diingatkan Tetap Jaga Kawasan Konservasi
Di tengah lonjakan wisatawan, pengelola TNGM terus mengingatkan pentingnya menjaga kawasan konservasi.
Petugas beberapa kali mengingatkan wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan, tetap berada di jalur resmi, dan tidak merusak vegetasi kawasan.
Hingga pembaruan terbaru, aktivitas wisata di kawasan Merapi masih berjalan normal dengan peningkatan pengunjung yang diperkirakan terus berlanjut menjelang musim libur pertengahan tahun.
Dengan gaya komunikasi yang santai, pengelola TNGM juga menyampaikan pesan kepada wisatawan melalui unggahan media sosial mereka.
โAura Kasih membeli korek api, korek api untuk menyalakan tungku Pak Biya. Terima kasih telah berkunjung ke TN Gunung Merapi, jangan lupa ikuti aturan yang berlaku yaaa,โ tulis pengelola TNGM.