
TUGU JOGJA – Program Studi Teknik Industri Internasional Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar Industrial Engineering Summer Program (IE’s Summer Program) pada periode Mei hingga Juni 2026 dengan mengangkat tema pengelolaan sampah atau waste management. Program internasional tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen dari UAJY bersama peserta dari Bulacan State University, Filipina, serta Chulalongkorn University, Thailand.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat, para peserta summer program melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Padukuhan Watugajah, Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, Jumat (22/05/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas yang telah diterapkan masyarakat setempat.
Sebanyak sekitar 29 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Selain mahasiswa dan dosen peserta summer program, kegiatan turut dihadiri anggota dan pengurus KWT Melati, Lurah Girijati, Dukuh Watugajah, serta perwakilan YAKKUM Emergency Unit (YEU) yang selama ini mendampingi kelompok KWT.
Peserta Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah dari Tingkat Rumah Tangga
Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai alur pengelolaan sampah yang dijalankan masyarakat. Materi yang dipelajari mencakup proses pengumpulan sampah, pemilahan, hingga pengolahan sampah organik maupun anorganik.
Peserta juga dikenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan hasil olahan sampah yang dilakukan komunitas. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, para peserta turut melakukan praktik langsung pembuatan ember tumpuk sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga.
Kegiatan lapangan semakin lengkap dengan kunjungan ke gudang pengelolaan sampah milik KWT Melati. Di lokasi tersebut, peserta dapat mengamati secara langsung proses pemilahan sampah dan pemanfaatan limbah organik yang diterapkan masyarakat di lingkungan rumah tangga.
Kolaborasi Internasional dan Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan
Pelaksanaan IE’s Summer Program tahun ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga mempertemukan mahasiswa lintas negara dengan praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif warga. Pengalaman lapangan ini juga memberikan gambaran nyata mengenai upaya masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang terorganisir.
Selain memperluas wawasan peserta terkait isu lingkungan, kegiatan ini turut memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Keterlibatan komunitas lokal seperti KWT Melati dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa internasional dari Filipina dan Thailand juga menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya dalam memahami praktik pengelolaan lingkungan di Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, IE’s Summer Program UAJY diharapkan mampu menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong kolaborasi global dalam menghadapi persoalan lingkungan.
KWT Melati Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
KWT Melati di Padukuhan Watugajah menjadi salah satu contoh komunitas masyarakat yang aktif menerapkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga. Pendampingan dari berbagai pihak, termasuk YAKKUM Emergency Unit (YEU), turut mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Melalui kunjungan ini, para peserta summer program dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengelola sampah dari sumbernya hingga menghasilkan manfaat yang dapat digunakan kembali. Praktik tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas dan rumah tangga.
Program ini menjadi bagian dari komitmen UAJY dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.