TUGUJOGJA — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dusun Manding, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, pada Sabtu siang, 4 Oktober 2025.
Insiden tabrakan frontal antara sepeda motor dan mobil tersebut terekam kamera warga dan dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sepeda motor dan mobil bertabrakan dari arah berlawanan. Rekaman itu memicu perhatian publik dan menuai banyak komentar terkait etika berkendara di jalan raya.
Kronologi Kecelakaan di Manding
Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut dan langsung melakukan penanganan di lokasi. PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa Unit Laka Lantas Polsek Bantul menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.30 WIB.
“Benar, kami menerima laporan kecelakaan antara sepeda motor Honda Beat dengan mobil Honda BR-V di kawasan Manding, Trirenggo. Kecelakaan ini menyebabkan satu pengendara motor mengalami luka ringan dan kerugian materi sekitar lima ratus ribu rupiah,” ungkap Iptu Rita dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AB 3612 CG yang dikendarai LP (21), warga Dusun Beji, Sumberagung, Jetis, melaju dari arah barat menuju timur.
Saat berada di lokasi kejadian, dari arah timur muncul mobil Honda BR-V bernomor polisi AB 1466 OJ yang dikemudikan BS (49), seorang pegawai negeri sipil asal Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul.
Dugaan sementara, mobil tersebut melaju terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan. Karena jarak antara dua kendaraan terlalu dekat, tabrakan pun tidak bisa dihindarkan. Benturan keras membuat pengendara motor terjatuh ke aspal.
Petugas medis segera datang memberikan pertolongan pertama. Korban mengalami luka lecet dan memar di kaki kanan, namun kondisinya dinyatakan stabil sehingga diperbolehkan menjalani perawatan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Polisi Lakukan Penyelidikan, Warganet Soroti Etika Berkendara
Kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan pada kedua kendaraan. Sepeda motor mengalami pecah pada bagian dek dan slebor depan, sedangkan mobil BR-V penyok pada bemper kanan depan. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500.000.
Unit Laka Lantas Polsek Bantul melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi juga telah meminta keterangan dari dua saksi, yakni Maratri (19) dan Endang (30), yang berada di lokasi saat kejadian.
Iptu Rita mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di ruas jalan yang ramai seperti kawasan Manding. Ia menekankan pentingnya disiplin lalu lintas dan tidak melambung sembarangan.
“Sedikit saja lengah, akibatnya bisa fatal,” ujarnya.
Rekaman insiden tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial. Banyak warganet menyoroti manuver pengemudi mobil yang melaju di jalur lawan.
Sejumlah komentar muncul, mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas dan menghormati pengguna jalan lainnya.
“Sekarang sering banget lihat mobil asal nyalip tanpa perhitungan, apalagi di jalan sempit. Untung korban nggak parah,” tulis salah satu komentar pengguna media sosial.
Video ini juga menjadi perbincangan mengenai bahaya perilaku melanggar marka jalan, terutama di jalur padat.
Diskusi warganet mencerminkan kekhawatiran terhadap kebiasaan melambung sembarangan yang berpotensi memicu kecelakaan serupa di masa depan.