
TUGU JOGJA – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di lingkungan kampus berlangsung meriah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kampus tersebut menghadirkan pertunjukan barongsai yang digelar di Halaman Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas pada Rabu (04/03/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) UAJY ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam merawat keberagaman budaya sekaligus menghadirkan suasana perayaan bagi sivitas akademika.
Pertunjukan budaya ini tidak hanya menjadi hiburan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya di lingkungan kampus. Sejumlah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar tampak memadati area pertunjukan untuk menyaksikan atraksi barongsai yang sarat makna simbolik dalam tradisi Tionghoa.
Barongsai Jadi Pilihan Perayaan Imlek di Lingkungan Kampus
Kepala KPBB UAJY, R.A. Vita N.P. Astuti, Ph.D., menjelaskan bahwa pertunjukan barongsai dipilih sebagai bentuk perayaan Imlek yang sederhana namun tetap memiliki nilai budaya yang kuat.
“Acara hari ini merupakan peringatan Imlek 2026 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kami mengadakan pertunjukan barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek di kampus,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kampus untuk menghadirkan suasana perayaan yang inklusif bagi seluruh warga kampus. Selain itu, momentum Imlek juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan tradisi budaya kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan ini, UAJY ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan akademik di lingkungan kampus.
Hujan Deras Sempat Ubah Lokasi Pertunjukan
Di tengah berlangsungnya acara, hujan deras sempat mengguyur area kampus dan menyebabkan perubahan lokasi kegiatan. Demi menjaga keamanan pemain, terutama dalam atraksi barongsai bertonggak, panitia memutuskan untuk memindahkan rangkaian acara sementara ke dalam ruangan.
R.A. Vita N.P. Astuti menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memastikan pertunjukan tetap berjalan dengan aman.
“Puji Tuhan, setelah hujan reda, pertunjukan dapat kembali dilanjutkan di luar ruangan. Terdapat pertunjukan liong, lima barongsai, serta kembang api yang menjadi bagian khas dari pertunjukan barongsai,” tambahnya.
Setelah cuaca kembali kondusif, rangkaian atraksi kembali digelar di luar ruangan. Penampilan barongsai yang berpadu dengan pertunjukan liong dan kembang api pun sukses memikat perhatian penonton yang telah menunggu sejak awal acara.
Hadirkan Suasana Nostalgia bagi Mahasiswa
Bagi sebagian mahasiswa, perayaan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi momen yang menghadirkan suasana khas perayaan Imlek di kampus, terutama bagi mahasiswa yang tidak dapat pulang ke daerah asal.
R.A. Vita N.P. Astuti berharap kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus rasa kebersamaan di lingkungan kampus.
“Kami berharap mahasiswa dapat terhibur, khususnya mahasiswa yang tidak dapat pulang ke daerah asal saat Imlek. Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan suasana nostalgia, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah dengan tradisi perayaan Imlek yang kuat,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tetap dapat merasakan atmosfer perayaan Imlek meskipun berada jauh dari keluarga.
Wujud Komitmen Kampus Menjaga Keberagaman Budaya
Pertunjukan barongsai yang digelar UAJY juga mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan budaya. Perayaan tradisi Tionghoa menjadi salah satu bentuk keberagaman yang secara konsisten dirayakan di lingkungan universitas tersebut.
Melalui acara ini, UAJY kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang menghargai nilai toleransi, kebersamaan, serta keberagaman dalam kehidupan akademik.
Antusiasme yang terlihat dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar menjadi bukti bahwa kegiatan budaya seperti ini mampu mempererat hubungan di lingkungan kampus.
Selain menjadi hiburan, pertunjukan barongsai juga menjadi sarana edukasi budaya yang memperkenalkan tradisi Imlek kepada komunitas kampus secara lebih dekat. Dengan demikian, nilai-nilai keberagaman dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan akademik di UAJY.***