Ini Sepak Terjang Pembunuh Anggota Joxzin: dari Sahabat Dekat, Melayat, hingga Redam Emosi Rekan Korban

Bagikan :
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto/Foto: Istimewa

TUGUJOGJA — Malam yang awalnya penuh tawa berubah menjadi tragedi di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Seorang pria bernama Kitin Yogatama Rustamaji (36) yang merupakan anggota Ormas Brigade Joxzin meregang nyawa.

Pelaku pembunuhan itu bukan orang asing. Polisi justru menemukan fakta yang jauh lebih mengejutkan. Pelaku berinisial SS alias Cobro (29) merupakan teman dekat korban sendiri.

Kasus ini mengungkap sisi kelam pergaulan, emosi yang meledak di bawah pengaruh minuman keras, serta ironi ketika seorang pembunuh justru ikut melayat korban yang ia habisi.

Persahabatan yang Berujung Petaka

Cobro dan Kitin Yogatama Rustamaji merupakan teman lama di lingkungan Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Keduanya kerap berkumpul bersama dalam berbagai kesempatan.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menjelaskan bahwa hubungan antara pelaku dan korban bukan sekadar kenalan biasa.

Menurutnya, keduanya bahkan pernah memiliki hubungan utang piutang dalam jumlah kecil. AS dengan KYR memiliki hubungan dekat, pertemanan sudah lama.

“Bahkan sempat ada utang piutang sekitar Rp400 ribu, tetapi sudah diselesaikan,” ujar Bayu kepada wartawan di Polres Bantul, Rabu (11/3/2026).

Hubungan yang semula terlihat biasa itu tidak menunjukkan tanda-tanda konflik besar. Namun sebuah malam yang dipenuhi alkohol mengubah segalanya.

Baca juga  Pembunuhan Anggota Joxzin di Sedayu Bantul: Sakit Hati Berujung Serangan Parang saat Korban Tidur Bersama Keluarga

Peristiwa berdarah itu bermula pada Selasa malam, 24 Februari 2026. Saat itu, delapan orang berkumpul di rumah korban di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Mereka datang untuk bersantai, berbincang, dan minum minuman keras bersama. Pesta kecil itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga dini hari.

Kapolres Bantul mengungkapkan bahwa suasana awalnya berjalan normal. Tawa dan obrolan ringan memenuhi rumah korban. Namun situasi berubah ketika percakapan mulai mengarah pada candaan yang menyinggung perasaan.

Salah satu ucapan yang terlontar menjadi pemicu konflik. Selapan orang itu berkumpul dan terjadi obrolan yang dianggap melukai perasaan SS.

“Ungkapan itu ‘nek sok-sokan alim ojo ning kene’ (kalau merasa paling alim jangan di sini),” jelas Bayu.

Kalimat sederhana itu terdengar seperti candaan biasa bagi sebagian orang. Bagi Cobro, ucapan tersebut terasa seperti penghinaan. Di bawah pengaruh alkohol, emosi yang tertahan perlahan memuncak.

Aksi Pembunuh Anggota Joxzin

Ketegangan yang muncul di tengah pesta miras tidak langsung berubah menjadi kekerasan. Namun,  perasaan tersinggung terus membekas di benak Cobro.

Situasi memanas menjelang pagi. Emosi yang bercampur alkohol akhirnya memicu tindakan brutal. Cobro kemudian melakukan pembacokan terhadap korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca juga  Pembunuhan Anggota Joxzin di Kaliurang Sedayu Bantul: Polisi Lakukan Digital Forensik, Istri dan Anak jadi Saksi Tragedi Berdarah

Peristiwa itu mengejutkan warga sekitar. Tidak ada yang menyangka bahwa konflik kecil di antara teman sendiri dapat berujung pada pembunuhan.

Tragedi tersebut langsung memicu penyelidikan polisi. Petugas kemudian mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat pesta miras berlangsung.

Fakta paling mengejutkan dalam kasus ini justru terjadi setelah korban meninggal dunia. Xobro, yang sebenarnya merupakan pelaku pembunuhan, justru datang ke rumah duka untuk melayat.

Ia hadir di tengah keluarga korban dan para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Layaknya rekan korban, Cobro juga memasang raut muka sedih.

Kapolres Bantul mengungkapkan bahwa kehadiran Cobro tidak menimbulkan kecurigaan awal karena ia dikenal sebagai teman dekat korban. Bahkan, istri korban sempat meminta bantuan kepada Cobro.

“Yang bersangkutan sempat dimintai tolong oleh istri korban untuk ikut menyambut pelayat yang datang,” kata Bayu.

Situasi itu menciptakan ironi yang mengguncang banyak pihak. Pembunuh justru berdiri di antara pelayat, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Meredam Emosi Rekan Korban

Cobro tidak hanya datang sebagai pelayat. Ia juga berusaha menenangkan suasana di rumah duka. Saat itu, salah satu rekan korban yang sebelumnya ikut pesta miras mulai menunjukkan emosi. Cobro justru tampil menenangkan orang tersebut.

Baca juga  Jadwal MLBB All Star 2025: Panduan Event dan Tips Klaim Skin Permanen Gratis

“Di lokasi rumah duka, yang bersangkutan bahkan sempat meredam salah satu rekan korban agar tidak emosi,” ungkap Kapolres Bantul.

Tindakan itu semakin menambah ironi dalam kasus ini. Seseorang yang mengetahui kebenaran justru berperan sebagai penenang situasi. Namun drama tersebut tidak berlangsung lama. Polisi akhirnya berhasil mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian korban.

Penyelidikan polisi mengarah pada satu kesimpulan utama: motif pembunuhan berasal dari rasa tersinggung dan sakit hati. Ucapan yang menyinggung saat pesta miras memicu konflik yang akhirnya berubah menjadi tindakan kekerasan.

Polisi kemudian menangkap Cobro dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Peristiwa pembunuhan anggota Joxzin di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Banyak warga tidak menyangka bahwa persahabatan yang telah lama terjalin bisa berubah menjadi tragedi mematikan. Kisah ini menggambarkan betapa tipisnya batas antara persahabatan dan permusuhan ketika emosi tidak terkendali. (ef linangkung)

Berita Terbaru

kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

film pendek mijil

Film Pendek “Mijil” Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah