
TUGUJOGJA – Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen Epstein Files yang mengungkap jaringan Jeffrey Epstein dan keterkaitannya dengan tokoh dunia. Simak fakta, isi berkas, serta alasan dokumen ini kembali menggemparkan publik global.
Publik internasional kembali menyorot kasus Jeffrey Epstein setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis kumpulan dokumen terbesar yang pernah dibuka terkait skandal tersebut. Perilisan yang dilakukan pada akhir pekan lalu ini langsung memicu gelombang perhatian global karena memuat jutaan berkas yang selama bertahun-tahun tertutup rapat dari akses publik.
Dokumen yang dikenal dengan sebutan Epstein Files ini dibuka sebagai bagian dari kewajiban hukum berdasarkan undang-undang transparansi yang disahkan pada tahun sebelumnya. Perilisan tersebut dilakukan sekitar enam minggu setelah tenggat waktu resmi yang ditetapkan melalui keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Jutaan Dokumen Akhirnya Dibuka ke Publik
Berdasarkan laporan BBC International, jumlah berkas yang dirilis kali ini mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Total terdapat sekitar 3 juta halaman dokumen, 180.000 gambar, serta lebih dari 2.000 video yang kini dapat diakses publik.
Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, menyebut pembukaan dokumen ini sebagai tahap akhir dari proses panjang yang melibatkan identifikasi dan peninjauan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi memastikan transparansi kepada masyarakat Amerika Serikat sekaligus memenuhi kewajiban hukum pemerintah.
Banyak dari dokumen tersebut berasal dari korespondensi lama yang dibuat lebih dari satu dekade lalu, mencakup email, catatan internal, hingga bukti komunikasi Epstein dengan berbagai pihak.
Sekilas Tentang Kasus Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein merupakan pemodal asal Amerika Serikat yang pada 2008 dijatuhi hukuman karena meminta hubungan seksual dari seorang gadis berusia 14 tahun. Kasus tersebut menjadi awal terbongkarnya jaringan kejahatan seksual yang lebih luas.
Epstein kembali ditangkap pada 2019 dengan dakwaan perdagangan seks, namun ia ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan pada Agustus 2019. Kematian tersebut dinyatakan sebagai bunuh diri, meskipun hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan dan spekulasi.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen yang berkaitan dengan dua penyelidikan kriminal besar atas Jeffrey Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell. Mengutip Encyclopaedia Britannica, isi berkas tersebut mencakup catatan perjalanan, komunikasi elektronik, korespondensi pribadi, hingga dokumen investigasi yang menggambarkan relasi Epstein dengan jaringan elit global.
Dokumen ini menjadi perhatian publik sejak Epstein meninggal dunia, namun kembali mencuat setelah pemerintah Amerika Serikat membuka akses publik secara luas menyusul pengesahan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein oleh DPR Amerika Serikat pada 18 November 2025 dengan suara 427 banding 1.
Nama-Nama Besar dalam Dokumen Epstein Files
Salah satu hal yang paling menyita perhatian dari perilisan terbaru ini adalah munculnya banyak nama tokoh dunia. Dokumen tersebut menyebut berbagai figur, mulai dari politisi, bangsawan, pengusaha besar, hingga tokoh internasional lain.
Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut ratusan kali dalam dokumen. Trump mengakui pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Epstein, namun menegaskan bahwa hubungan tersebut telah memburuk sejak lama. Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga menyatakan bahwa sejumlah klaim sensasional dalam dokumen FBI tidak didukung bukti dan dinilai tidak berdasar.
Selain Trump, dokumen juga menyinggung Pangeran Inggris yang diyakini sebagai Andrew Mountbatten Windsor. Korespondensi email menggambarkan kedekatan Epstein dengan kalangan elit Inggris, termasuk pembahasan pertemuan di Istana Buckingham serta komunikasi dengan Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew.
Tokoh Bisnis dan Klaim Kontroversial
Berkas Epstein Files juga mencatat komunikasi Epstein dengan sejumlah tokoh bisnis dunia. Nama Richard Branson, pendiri Virgin Group, muncul dalam pertukaran email tahun 2013. Dalam salah satu pesan, Branson disebut menulis kalimat yang menyinggung soal โharemโ. Pihak Virgin Group kemudian menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada anggota tim dewasa Epstein dan menegaskan bahwa interaksi Branson dengan Epstein sangat terbatas serta bersifat profesional.
Nama Elon Musk juga tercatat dalam korespondensi email pada 2012. Dalam beberapa pesan, Musk sempat menanyakan rencana pesta di pulau Epstein. Namun, Musk menyatakan bahwa meskipun pernah diundang, ia menolak mengunjungi pulau tersebut.
Sementara itu, Bill Gates juga disebut dalam dokumen melalui dua email tertanggal 18 Juli 2013 yang memuat klaim serius terkait kesehatan pribadi. Juru bicara Bill Gates secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim dalam dokumen sebagai tidak masuk akal serta sepenuhnya salah.
Dugaan Keterkaitan dengan Pejabat Internasional
Dokumen Epstein Files turut menyinggung pembayaran yang dilakukan Epstein kepada rekening yang terkait dengan Peter Mandelson, tokoh Partai Buruh Inggris yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat. Pembayaran tersebut disebut mencapai US$75.000 dan dilakukan dalam beberapa tahap antara 2003 hingga 2004.
Selain itu, terdapat korespondensi Epstein yang mengklaim adanya peran penguasa Uni Emirat Arab dalam konteks pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Epstein bahkan menyebut kemungkinan adanya jebakan terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, meskipun klaim tersebut tidak disertai bukti yang diverifikasi secara independen.
Mengapa Epstein Files Kembali Viral?
Istilah Epstein Files kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah tangkapan layar yang diklaim berasal dari dokumen tersebut beredar luas di media sosial X. Unggahan tersebut memicu rasa penasaran publik mengenai isi berkas dan siapa saja tokoh yang tercantum di dalamnya.
Minat publik semakin meningkat karena dokumen-dokumen ini membuka kembali diskusi lama tentang sejauh mana jaringan Epstein menjangkau kalangan elite global serta bagaimana penegakan hukum dijalankan dalam kasus tersebut.
Transparansi dan Dampak Global
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa pembukaan Epstein Files bertujuan memberikan transparansi penuh kepada publik. Meski demikian, pejabat Departemen Kehakiman juga mengingatkan bahwa tidak semua klaim dalam dokumen dapat dianggap sebagai fakta hukum yang terbukti.
Dengan dibukanya jutaan dokumen ini, Epstein Files menjadi salah satu arsip kejahatan seksual terbesar yang pernah dipublikasikan secara terbuka. Perilisan tersebut tidak hanya mengungkap detail baru seputar Jeffrey Epstein, tetapi juga kembali menguji kepercayaan publik terhadap sistem hukum, transparansi negara, dan relasi kekuasaan di tingkat global.
***