
TUGUJOGJA- Suasana di Masjid Al-Muttaqin, Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, terasa begitu hangat pada Kamis (23/10).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp60 juta.
Pemberian bantuan itu menjadi bukti nyata bahwa KAI tidak hanya hadir di rel, tetapi juga menjejak kuat di hati masyarakat sekitar jalur operasionalnya.
Secara simbolis, VP of Social Corporate Responsibility, Sandra Pridaswara, menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Malangrejo, Sumarsinggih.
Bantuan untuk Masjid Al-Muttaqin Purworejo
Bantuan tersebut berguna untuk menunjang kegiatan operasional Masjid Al-Muttaqin Purworejo, termasuk pengadaan perangkat pengeras suara dan pembangunan pagar masjid yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
Dalam sambutannya, Sandra Pridaswara menegaskan bahwa program TJSL bukan sekadar bentuk tanggung jawab korporasi, melainkan komitmen moral KAI untuk ikut membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
โKami tidak ingin KAI hanya dikenal sebagai penyedia transportasi. Kami ingin KAI tumbuh bersama masyarakat, memberi manfaat, dan menjadi bagian dari kemajuan daerah. Bantuan ini kami harapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial, spiritual, dan kebersamaan umat,โ ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat TJSL selalu berangkat dari prinsip keberlanjutan. Bagi KAI, keberadaan masyarakat yang sejahtera dan berdaya adalah fondasi bagi terciptanya transportasi yang aman dan berkelanjutan.
โSemoga keberkahan mengalir dari kolaborasi ini, dan KAI dapat terus menjadi sahabat masyarakat di sepanjang jalur kereta api,โ tutur Sandra.
Sementara itu, Camat Banyuurip, Galuh Bhakti Pertiwi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian KAI. Ia menyebut bahwa kontribusi perusahaan pelat merah tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya.
โKami bangga dan berterima kasih kepada KAI. Bantuan ini bukan hanya soal dana, tetapi tentang empati, tentang hadirnya institusi besar yang mau mendengarkan kebutuhan masyarakat kecil,โ ujarnya.
Galuh berharap sinergi antara KAI dan pemerintah daerah dapat terus berjalan, menciptakan hubungan harmonis yang berkelanjutan.
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga dihadiri oleh Manajemen Daop 6 Yogyakarta, Tim TJSL Daop 6, Forkopimcam Banyuurip (Camat, Koramil, Kapolsek), Kepala Desa Malangrejo, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
Suasana penuh keakraban tampak ketika seluruh tamu undangan bersama-sama menyaksikan prosesi simbolis penyerahan bantuan di halaman masjid.
Program Bantuan TJSL
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan TJSL menjadi salah satu wujud nyata komitmen KAI untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial.
โKAI tidak hanya beroperasi di rel kereta, tetapi juga menapaki jalur kemanusiaan. Kami ingin masyarakat di sekitar jalur operasional merasakan manfaat langsung dari kehadiran KAI,โ kata Feni
Ia juga mengajak warga Banyuurip untuk bersama-sama menjaga fasilitas dan aset KAI, terutama di sekitar perlintasan sebidang. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta tidak akan terwujud tanpa partisipasi aktif masyarakat.
โMari kita jaga lingkungan bersama. Keamanan dan ketertiban di sekitar jalur kereta adalah tanggung jawab kita semua. Bantuan ini semoga menjadi simbol kebersamaan antara KAI dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan bersama,โ tambah Feni.
Program TJSL KAI sendiri telah berjalan di berbagai wilayah operasional di Indonesia. Melalui program ini, KAI menegaskan posisinya sebagai perusahaan berorientasi pada keberlanjutan (sustainability company) yang juga memberi nilai sosial bagi masyarakat. (ef linangkung)