
TUGUJOGJA– Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terus menunjukkan peningkatan. Pada Kamis dini hari (1/5/2025), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 15 kali guguran lava pijar.
Lava pijar meluncur dari puncak gunung ke arah barat daya, dengan jarak terjauh mencapai 1.800 meter.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menjelaskan bahwa guguran lava mengarah ke sektor barat daya mencakup Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.
“Guguran terjauh mencapai 1.800 meter dan masih berada dalam area potensi bahaya,” ujar Agus.
Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, visual Gunung Merapi tampak jelas dengan cuaca cerah dan asap kawah putih berintensitas tipis setinggi 25 meter.
Dominasi aktivitas kegempaan adalah 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–9 mm dan durasi antara 35 hingga 225 detik. Selain itu, terekam pula 20 gempa hybrid yang menunjukkan masih adanya suplai magma ke permukaan.
Saat ini, status Merapi berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat, antara lain sebagai berikut.
- Tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya.
- Mewaspadai potensi awan panas guguran dan lahar, khususnya di sektor selatan–barat daya dan tenggara.
- Waspada terhadap abu vulkanik serta ancaman guguran saat hujan terjadi di sekitar Merapi.
“Suplai magma masih berlangsung. Kami terus melakukan pemantauan dan jika ada perubahan signifikan, maka status aktivitas akan segera ditinjau kembali,” tambah Agus.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (ef linangkung)