Kapolri Warning Rekrutmen Terorisme Anak Lewat Game Online: Awasi Platform Digital Tanpa Represif

Bagikan :
Kapolri peringatkan pola baru perekrutan teroris lewat game online dan mendorong pengawasan digital untuk lindungi anak dari radikalisasi.

TUGU JOGJA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan peringatan terkait pola baru penyebaran paham ekstrem dan perekrutan teroris melalui dunia digital, khususnya platform yang dekat dengan anak dan remaja.

Ia menegaskan perlunya langkah penertiban penggunaan teknologi informasi, menyusul temuan Polri bahwa kelompok teror kini memanfaatkan game online sebagai pintu masuk penyebaran ideologi radikal.

“Perlu adanya penertiban penggunaan teknologi informasi,” ujar Kapolri.

Menurutnya, situasi ini bukan lagi sekadar isu teknologi atau keamanan siber, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan publik serta masa depan generasi muda Indonesia.

Ia menekankan bahwa perkembangan dunia digital telah membuka celah yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan paham berbahaya secara tersembunyi.

Modus Perekrutan Lewat Game: Dimulai dari Hobi, Berakhir hingga Radikalisasi

Kapolri mengungkapkan bahwa pola perekrutan berlangsung secara halus. Anak-anak yang awalnya hanya bermain di komunitas game online kemudian diarahkan menuju ruang percakapan tertutup. Di titik ini, interaksi berubah menjadi pintu masuk penyebaran ideologi ekstrem.

“Awalnya dengan hobi tersebut. Ternyata kemudian di dalamnya kita dalami ada potensi-potensi yang kemudian terpapar oleh jenis-jenis permainan yang ada di game online,” jelas Kapolri.

Ia menegaskan bahwa temuan ini harus menjadi alarm nasional agar tidak terjadi pembiaran yang dapat mengancam keamanan negara.

Baca juga  Sultan HB X dan Kapolri Dorong Implementasi Jaga Warga untuk Stabilitas Yogyakarta

Peran Orang Tua dan Sekolah Dinilai Krusial

Dalam upaya pencegahan, Kapolri menekankan pentingnya pengawasan lintas sektor. Menurutnya, teknologi seharusnya membawa manfaat, bukan menjadi ancaman bagi anak.

“Anak-anak kita harus terus kita jaga. Jangan kita lepas, tapi bagaimana terus mengontrol dan memberikan edukasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya pengamanan digital tidak boleh melahirkan pendekatan represif yang membatasi ruang anak untuk berkembang secara digital.

“Jangan justru nanti menjadikan generasi-generasi kita menjadi korban,” tegasnya.

Kapolri memastikan investigasi dan penindakan tetap berjalan, namun ia menilai pencegahan serta literasi digital adalah langkah penting dalam memutus rantai penyebaran radikalisme.

“Ini bukan pembungkaman, tetapi upaya menyelamatkan masyarakat dari potensi bahaya,” pungkasnya.

Temuan Densus 88: 110 Anak Terpapar di 23 Provinsi

DSebelumnya, Densus 88 Antiteror melaporkan data yang memprihatinkan. Hingga November 2025, terdapat 110 anak usia 10, 18 tahun yang teridentifikasi terpapar ideologi radikal dan terhubung dengan jaringan terorisme di 23 provinsi. Konsentrasi terbesar ditemukan di Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Baca juga  Dua Ternak Mati Diduga Antraks, Perdagangan Hewan di Dua Kecamatan Gunungkidul Dilarang Sementara

Bahkan, sejumlah dari mereka telah terlibat dalam rencana aksi teror, termasuk skenario yang ditargetkan terjadi di Bali, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Banten.

“Hingga saat ini, Densus 88 AT Polri mencatat ada sekitar 110 anak-anak yang memiliki usia antara 10 hingga 18 tahun, tersebar di 23 provinsi yang diduga terekrut oleh jaringan terorisme,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo.

(bfn).

toto togel

situs slot gacor

link togel

slot resmi

slot resmi

link slot resmi

togel online

link toto

situs togel

slot resmi

togel online

situs slot gacor

bandar toto

link togel

link slot

toto

link togel

monperatoto

monperatoto

bandar togel

situs toto

slot maxwin

situs toto

Berita Terbaru

tol jogja bawen
Update Tol Yogyakarta-Bawen Terkini: Seksi Ambarawa-Bawen Rampung Konstruksi, Ruas Jogja-Banyurejo Capai 97 Persen
kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus