Kasus Rubella di Bantul Naik 150 Persen pada 2026, Balita dan Ibu Hamil Jadi Kelompok Rentan

Bagikan :
Ilustrasi – Dinkes Bantul mencatat 35 kasus rubella pada 2026 atau naik 150 persen. Imunisasi MR dan pola hidup sehat menjadi kunci mencegah penularan. (Pexels/Monstera Production)

TUGU JOGJA – Kasus rubella di Kabupaten Bantul mengalami lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga 30 Juli 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat 35 kasus rubella atau meningkat sekitar 150 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14 kasus. Peningkatan ini mendorong Dinkes mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama guna melindungi balita dan ibu hamil dari risiko infeksi.

Meski jumlah kasus meningkat, Dinkes Bantul menyebut penyebaran rubella tidak menunjukkan keterkaitan secara epidemiologis. Masyarakat tetap diminta melengkapi imunisasi Measles Rubella (MR), menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala demam yang disertai ruam untuk mencegah penularan lebih luas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bantul, Samsu Aryanto, mengungkapkan peningkatan kasus memang terjadi selama periode Januari hingga 30 Juli 2026.

“Memang terjadi kenaikan kasus, tetapi tidak ada kaitan secara epidemiologi,” kata Samsu, Minggu (2/8/2026).

Rubella merupakan penyakit yang sering dianggap ringan karena gejalanya menyerupai demam biasa. Padahal, virus ini dapat membawa dampak serius apabila menyerang kelompok rentan. Penderita umumnya mengalami demam yang disertai ruam makulopapular atau bercak kemerahan pada kulit.

Baca juga  Kebakaran Lahan Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat Saat Musim Kemarau, Kelalaian Bakar Sampah Jadi Ancaman Serius

Data Dinkes Bantul menunjukkan sebagian besar kasus menyerang balita. Kondisi tersebut terjadi karena anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang optimal, memiliki riwayat kontak erat dengan penderita, atau daya tahan tubuh yang sedang menurun.

Karena itu, Dinkes Bantul terus mengingatkan para orang tua agar tidak menunda pemberian imunisasi Measles Rubella (MR). Vaksin menjadi perlindungan utama untuk membentuk kekebalan tubuh sekaligus memutus rantai penyebaran virus di tengah masyarakat.

“Pemberian vaksin MR sesuai jadwal usia anak yakni sembilan bulan, 18 bulan, dan saat kelas satu sekolah dasar,” ujar Samsu.

Komitmen memperkuat perlindungan masyarakat juga diwujudkan melalui program imunisasi yang terus berjalan sepanjang tahun. Dinkes Bantul telah menyiapkan vaksin MR bagi 8.410 bayi, 9.418 anak bawah dua tahun (baduta), serta 12.710 anak yang menjadi sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Distribusi vaksin telah dilakukan ke seluruh puskesmas sebelum pelaksanaan BIAS tahap pertama yang berlangsung pada Agustus. Selanjutnya, BIAS tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Baca juga  JLFR Kembali Melintasi Malioboro Jumat Ini, Begini Skema Lalu Lintas yang Disiapkan

Samsu menegaskan vaksin rubella tidak hanya melindungi anak-anak. Vaksin juga memiliki peran penting bagi perempuan, terutama sebelum memasuki masa kehamilan. Perlindungan tersebut mampu mencegah ibu hamil tertular virus rubella yang dapat mengganggu perkembangan janin.

“Vaksin rubella ini penting karena dapat melindungi ibu hamil, yakni mencegah ibu hamil tertular virus yang dapat berdampak fatal pada janin,” tuturnya.

Infeksi rubella pada masa kehamilan berisiko menyebabkan Sindrom Rubella Kongenital. Kondisi tersebut dapat memicu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan, gangguan pendengaran, hingga katarak kongenital.

Selain memberikan perlindungan individu, vaksin MR juga membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kecil peluang virus menyebar luas di lingkungan masyarakat.

Dinkes Bantul pun meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala demam dan ruam menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah penyebaran rubella.

Baca juga  Gaji Magang Nasional 2025 Batch 2, Cek Jadwal Setiap Tahapannya

Di tengah meningkatnya kasus, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci. Imunisasi yang lengkap, pola hidup sehat, dan deteksi dini diharapkan mampu menahan laju penyebaran rubella sehingga kelompok paling rentan, terutama balita dan ibu hamil, dapat terlindungi dari ancaman penyakit tersebut. (ef linangkung)

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

anton-dmitriev-kBKOaghy8mU-unsplash

Cara Cek Info Pemadaman Listrik PLN Secara Real Time, Ini Kanal Resmi yang Bisa Diakses Pelanggan

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian