
TUGUJOGJA- Api berkobar hebat dari sebuah gudang produksi furniture milik CV Tiga Ganesha Abadi pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Warga yang terbangun oleh kobaran api berusaha memberikan pertolongan, tetapi material kayu di dalam gudang membuat api cepat membesar.
Peristiwa kebakaran gudang produksi furniture ini terjadi di Dusun Blunyahan RT 48, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui warga yang kemudian memberi tahu dua saksi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kronologi Kebakaran Gudang CV Tiga Ganesha Abadi
Saat peristiwa terjadi, dua warga sedang berada di sisi barat gudang. Mereka adalah Fallah Agung Prasastomo (38), Ketua RT setempat, dan Febrihandoko Priyambodo (27), seorang mekanik yang juga bekerja sebagai petugas keamanan.
Keduanya sedang berbincang santai ketika seorang warga berlari memberi kabar bahwa gudang produksi furniture di dekat mereka terbakar. Tanpa menunggu lama, Fallah dan Febrihandoko langsung menuju sumber kepulan asap.
Ketika mereka tiba di lokasi, kobaran api sudah terlihat jelas dari dalam gudang produksi. Api mulai menjalar ke berbagai sudut bangunan yang penuh material kayu.
Keduanya berusaha melakukan pemadaman awal dengan menggunakan air dan alat seadanya. Namun usaha tersebut tidak mampu menahan cepatnya api yang membesar.
โApi cepat membesar karena di dalam gudang terdapat banyak material kayu dan produk furniture,โ terang Iptu Rita Hidayanto.
Melihat api semakin sulit dikendalikan, Fallah Agung Prasastomo segera menghubungi nomor darurat 113 untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Beberapa saat kemudian, petugas BPBD Bantul tiba di lokasi kejadian dengan membawa armada pemadam kebakaran.
Petugas kemudian bergerak cepat melakukan pemadaman. Mereka mengerahkan sekitar empat unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api yang terus berkobar di dalam gudang produksi furniture tersebut.
Petugas juga dibantu oleh anggota Polsek Sewon serta relawan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pendowoharjo. Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
“Petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 04.30 WIB,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan dugaan penyebab kebakaran berasal dari material kayu yang tersimpan di dalam gudang.
Petugas menduga tumpukan kayu kerajinan dari akar jati ditempatkan terlalu dekat dengan oven atau cerobong api yang digunakan dalam proses produksi furniture.
Panas dari area oven diduga memicu percikan yang kemudian menyambar tumpukan kayu tersebut hingga memicu kebakaran. Namun petugas masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Gudang produksi furniture yang terbakar milik Venus Apriyanto (43), seorang wiraswasta.Venus merupakan warga Dusun Blunyahan RT 48, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Namun, ia saat ini tinggal di wilayah Grabag, Magelang, Jawa Tengah.
Gudang tersebut memproduksi berbagai kerajinan furniture berbahan kayu, termasuk talenan dan kursi. Saat kebakaran terjadi, tidak ada aktivitas produksi di dalam gudang karena kejadian berlangsung pada dini hari.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah produk furniture yang tersimpan di dalam gudang hangus terbakar. Beberapa barang yang rusak antara lain talenan dan kursi yang terbuat dari kayu.
Pihak kepolisian memperkirakan total kerugian akibat kebakaran gudang produksi furniture ini mencapai sekitar Rp30 juta. Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, beberapa warga sekitar sempat membantu upaya pemadaman menggunakan air dan peralatan sederhana. Karena bahan di dalam gudang sebagian besar berupa kayu, api dengan cepat menjalar dan sulit petugas kendalikan.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Kecepatan respons petugas juga membuat kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum menimbulkan kerusakan lebih luas.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengimbau para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang pengolahan kayu dan furniture, agar memperhatikan standar keselamatan kerja.
Penataan bahan yang mudah terbakar harus berada pada jarak aman dari sumber panas seperti oven produksi atau cerobong api. Langkah pencegahan tersebut penting untuk menghindari risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Peristiwa kebakaran gudang produksi CV Tiga Ganesha Abadi Bantul ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam penataan material produksi dapat berujung pada kebakaran yang merugikan. ( ef linangkung)