
TUGUJOGJA – Kodim 0734 Yogyakarta resmi meluncurkan program Jogja Cling sebagai upaya nyata membantu Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengatasi persoalan sampah.
Komandan Kodim 0734 Yogyakarta, Letkol Inf Arif Setiyono, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak awal Mei 2025 dan menyasar sejumlah titik strategis di Kota Yogyakarta.
Tujuan Program
“Kami luncurkan Jogja Cling untuk mendukung program Pemkot dalam penanganan sampah, khususnya sampah yang belum terangkut. Kami sasar lokasi penting seperti sepanjang Sumbu Filosofi, tempat ibadah, aliran sungai, drainase, objek wisata, dan taman kuliner,” jelas Arif Setiyono, Selasa (20/5/2025).
Kodim 0734 Yogyakarta juga memperkuat program ini dengan menambah jumlah ecobox di berbagai titik. Pihaknya memprioritaskan penempatan ecobox di lingkungan sekolah, agar proses pemilahan sampah bisa berjalan optimal sejak usia dini.
“Kami targetkan sekolah-sekolah mulai dari PAUD-TK, SD, hingga SMP bisa memiliki ecobox. Kami ingin siswa terbiasa memilah sampah berdasarkan jenisnya,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik inisiatif Kodim 0734 melalui program Jogja Cling. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara jajaran Forkopimda dan Pemkot demi menjaga kebersihan kota.
Program Jogja Cling Wujud Kolaborasi
“Kami mendukung penuh Jogja Cling. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi nyata antarinstansi. Tadi kami juga bersih-bersih sungai dan melepas benih ikan di Bendung Lepen, Kampung Mrican,” ungkap Wawan saat peluncuran program.
Wawan menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas lembaga untuk bersama-sama membangun Yogyakarta. Menurutnya, kerja sama Forkopimda harus terus dijaga agar program lingkungan seperti Jogja Cling berjalan berkelanjutan.
“Kami terus berupaya menjaga kebersihan kota. Bendung Lepen bisa menjadi destinasi wisata baru yang bersih dan nyaman. Kami ingin pengunjung merasa betah dan mendapat pengalaman edukatif,” tambahnya.
Wawan juga menyoroti potensi wisata dan budaya dari 169 kampung di Yogyakarta. Ia berharap program lingkungan seperti Jogja Cling dapat mendukung pengembangan kampung wisata yang berkelanjutan dan merata.
Sementara itu, salah satu pengunjung Bendung Lepen, Kepala TK Sang Timur, Suster Saint Marry, menyambut positif program Jogja Cling. Ia menyebut ruang publik bersih seperti Bendung Lepen sangat ideal untuk kegiatan belajar di luar ruangan.
“Tadi anak-anak kami tampil angklung dan memberi makan ikan. Mereka senang sekali. Kami berharap makin banyak ruang publik seperti ini di Yogyakarta,” katanya.
Dengan diluncurkannya Jogja Cling, Kodim 0734 Yogyakarta bersama Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmen untuk menjaga kebersihan kota dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. (ef linangkung)