
TUGUJOGJA— Suasana sejumlah stasiun di wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta mulai dipadati penumpang pada Sabtu (23/5), sepekan menjelang libur panjang Iduladha 2026 yang berlanjut dengan Libur Nasional Hari Lahir Pancasila.
Arus kedatangan dan keberangkatan penumpang perlahan menunjukkan peningkatan signifikan, menandai gelombang mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi favorit di Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya.
Sejak pagi hingga sore hari, antrean penumpang tampak mengular di beberapa titik layanan stasiun. Para wisatawan, pemudik, hingga pelaku perjalanan bisnis mulai memadati area keberangkatan dan kedatangan.
Penumpang Jelang Libur Panjang Iduladha 2026
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (23/5) pukul 17.00 WIB, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total pergerakan penumpang mencapai 33.465 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 16.358 penumpang yang berangkat dan 17.107 penumpang yang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Angka tersebut masih akan terus bergerak naik mengingat pemesanan tiket secara go show masih berlangsung hingga malam hari. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat mulai memanfaatkan momentum libur panjang untuk bepergian menggunakan moda transportasi kereta api.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan peningkatan arus penumpang semakin terlihat mulai pekan depan.
“Untuk pantauan penumpang pada masa long weekend Idul Adha pada pekan depan akan mulai terlihat pada Selasa, 26 Mei 2026 atau sehari menjelang Libur Nasional Hari Raya Iduladha,” ujar Feni.
Menurutnya, lonjakan penumpang tidak hanya dipengaruhi panjangnya masa libur, tetapi juga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.
KAI Daop 6 Yogyakarta terus memperkuat layanan melalui peningkatan keselamatan perjalanan, kenyamanan penumpang, ketepatan waktu, hingga peremajaan sarana dan prasarana.
Selain itu, daya tarik pariwisata Yogyakarta dan Solo turut menjadi magnet utama kedatangan wisatawan. Berbagai agenda liburan, wisata budaya, kuliner khas, hingga panorama alam yang memikat membuat wilayah ini tetap menjadi destinasi unggulan saat musim liburan tiba.
Keberangkatan dan Kedatangan Penumpang
Di Stasiun Yogyakarta, misalnya, aktivitas penumpang berlangsung sangat dinamis. Ribuan orang terlihat silih berganti memasuki area boarding maupun keluar dari pintu kedatangan. Pada Sabtu (23/5), Stasiun Yogyakarta memberangkatkan 8.243 penumpang dan menerima kedatangan 7.666 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Lempuyangan juga mengalami peningkatan aktivitas dengan 3.673 penumpang berangkat dan 3.878 penumpang datang. Di wilayah Solo, Stasiun Solo Balapan mencatat 2.554 penumpang berangkat dan 2.980 penumpang tiba.
Arus penumpang juga terlihat di sejumlah stasiun lainnya. Stasiun Purwosari memberangkatkan 648 penumpang dan menerima 676 penumpang. Stasiun Klaten mencatat 547 penumpang berangkat serta 966 penumpang datang. Lalu, Stasiun Wates melayani 291 penumpang berangkat dan 469 penumpang tiba.
Peningkatan volume penumpang diperkirakan semakin tinggi memasuki periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Data sementara menunjukkan lonjakan kedatangan cukup dominan pada awal masa libur panjang.
Pada Selasa, 26 Mei 2026, jumlah keberangkatan tercatat sebanyak 11.074 penumpang, sedangkan kedatangan mencapai 16.142 penumpang. Kemudian pada Rabu, 27 Mei 2026 atau tepat saat Iduladha, sebanyak 5.686 penumpang akan berangkat dan 13.177 penumpang tiba di wilayah Daop 6.
Arus penumpang akan kembali meningkat pada Jumat hingga Minggu akhir pekan. Bahkan pada Minggu, 31 Mei 2026, jumlah keberangkatan diperkirakan melonjak tajam hingga 17.457 penumpang. Angka tersebut menjadi indikasi kuat arus balik wisatawan setelah menikmati libur panjang di Yogyakarta dan Solo.
Langkah Antisipasi
Menghadapi lonjakan mobilitas tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satu strategi utama ialah pengoperasian sejumlah kereta api tambahan untuk mengakomodasi tingginya permintaan tiket masyarakat.
KAI menghadirkan berbagai pilihan perjalanan tambahan mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif. Kehadiran KA tambahan ini akan memberikan alternatif perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
Beberapa kereta tambahan yang sudah dibuka penjualan tiketnya antara lain KA Sancaka Fakultatif relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng pulang pergi, KA Batavia relasi Solo Balapan–Gambir, KA Tambahan Yogyakarta–Gambir, serta KA Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen relasi Solo Balapan–Pasarsenen.
Feni menegaskan pihaknya akan terus memperbarui informasi terkait penjualan tiket kereta tambahan melalui berbagai kanal resmi KAI.
“Info KA tambahan akan kami update berkala jika sudah dibuka penjualannya baik di aplikasi Access by KAI, website KAI, maupun platform kerja sama dengan mitra resmi,” katanya.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, KAI Daop 6 juga mengingatkan para pelanggan agar memperhatikan jadwal keberangkatan kereta dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun lebih awal. Kepadatan lalu lintas jalan raya selama musim libur panjang berpotensi menyebabkan keterlambatan menuju stasiun.
KAI Daop 6 Yogyakarta pun kembali mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan. Pemesanan tiket dapat melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun seluruh mitra penjualan resmi. (ef linangkung)