
TUGUJOGJA — Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan 1.412 titik pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 Hijriah yang akan digelar serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Ribuan lokasi itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY dan diperkirakan akan dipadati jamaah sejak pagi buta.
Suasana persiapan Iduladha mulai terasa di berbagai wilayah Yogyakarta sejak beberapa hari terakhir.
Lapangan terbuka, halaman sekolah, hingga kompleks masjid tampak mulai dibersihkan dan ditata untuk pelaksanaan Sholat Id. Di sejumlah titik, panitia terlihat memasang pengeras suara, menyiapkan area parkir, hingga menandai saf jamaah menggunakan tali dan cat lapangan.
Penetapan Iduladha 1447 H tersebut mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan 10 Dzulhijah 1447 Hijriah.
Gunungkidul Jadi Wilayah dengan Titik Terbanyak
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyebut persiapan dilakukan melalui koordinasi berlapis mulai tingkat wilayah hingga ranting.
PWM DIY menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan aman.
Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan jumlah titik Sholat Id terbanyak, yakni mencapai 382 lokasi. Lapangan-lapangan di berbagai kapanewon diprediksi kembali dipenuhi jamaah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kabupaten Sleman menyiapkan 303 titik pelaksanaan Sholat Iduladha. Kabupaten Bantul menyediakan 294 lokasi, Kota Yogyakarta 244 titik, dan Kabupaten Kulon Progo sebanyak 189 lokasi.
Sebaran titik yang cukup masif itu disebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses ibadah kepada masyarakat di seluruh wilayah DIY.
Jamaah Diperkirakan Memadati Lapangan Sejak Subuh
Di sejumlah kawasan perkotaan Yogyakarta, persiapan teknis mulai dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi membludaknya jamaah.
Beberapa panitia bahkan mulai menyiapkan kantong parkir tambahan karena jumlah kendaraan diperkirakan meningkat saat pelaksanaan Sholat Id.
Di beberapa lokasi favorit, warga biasanya sudah datang sejak sebelum matahari terbit untuk mendapatkan saf bagian depan.
Hamparan sajadah di lapangan terbuka dan gema takbir dari pengeras suara diprediksi kembali menjadi pemandangan khas Iduladha di Yogyakarta tahun ini.
Momentum Sholat Id juga masih menjadi ruang silaturahmi tahunan bagi banyak keluarga.
Tidak sedikit warga yang sengaja pulang kampung menjelang Iduladha untuk berkumpul bersama keluarga dan mengikuti ibadah bersama di kampung halaman.
Muhammadiyah Tekankan Spirit Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, mengatakan Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah tahunan.
Menurutnya, hari raya kurban juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Iduladha menjadi momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial, spiritualitas, serta memperkuat nilai kebersamaan dan ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pelaksanaan Sholat Iduladha di DIY berjalan khusyuk, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
PWM DIY juga meminta seluruh panitia terus menjaga koordinasi di lapangan, terutama terkait pengaturan jamaah dan kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi ibadah.
Penyembelihan Kurban Siap Dilaksanakan Setelah Sholat Id
Usai pelaksanaan Sholat Id, masyarakat akan melanjutkan prosesi penyembelihan hewan kurban di berbagai masjid dan lingkungan permukiman.
Aktivitas distribusi daging kurban diperkirakan berlangsung hingga sore hari.
Di sejumlah masjid besar, panitia mulai menyiapkan kupon pembagian daging untuk mengantisipasi antrean warga.
Tradisi gotong royong khas Iduladha juga mulai terasa di berbagai kampung. Warga terlihat mulai mendirikan tenda, menyiapkan peralatan pemotongan, hingga membersihkan area sekitar masjid menjelang hari pelaksanaan.
Muhammadiyah DIY berharap pelaksanaan Iduladha 1447 H tahun ini mampu mempererat persaudaraan serta menghadirkan suasana damai dan penuh keberkahan bagi masyarakat di seluruh wilayah DIY.