
TUGUJOGJA – Seleksi Capaska 2026 tingkat kota/kabupaten resmi dimulai. Simak syarat, jadwal pendaftaran, dan tahapan seleksi Paskibraka terbaru di sini.
Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) 2026 tingkat kota dan kabupaten resmi dimulai sejak Februari hingga April 2026. Proses ini menjadi tahap awal dalam menjaring siswa-siswi terbaik untuk bertugas dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Program seleksi ini menyasar pelajar SMA/sederajat, khususnya siswa kelas X yang memiliki prestasi dan memenuhi sejumlah kriteria fisik maupun akademik. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi yang disediakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Jadwal dan Sistem Pendaftaran Capaska 2026
Proses pendaftaran Capaska 2026 dimulai sejak awal Maret dan berlangsung hingga April 2026. Sistem pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi BPIP, sehingga peserta dari berbagai daerah dapat mengikuti seleksi dengan lebih mudah dan terstruktur.
Seleksi ini merupakan tahap awal untuk menjaring calon anggota Paskibraka yang nantinya akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan di tingkat daerah hingga nasional.
Sasaran Peserta Seleksi
Peserta seleksi Capaska 2026 berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK/MA atau sederajat. Kriteria usia yang ditetapkan berada pada rentang 16 hingga 18 tahun.
Selain faktor usia, peserta juga diharapkan memiliki rekam jejak prestasi yang baik, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta menunjukkan kedisiplinan dan semangat kebangsaan.
Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui
Seleksi Capaska 2026 dilakukan secara berlapis dengan berbagai tahapan yang dirancang untuk menilai kesiapan fisik, mental, serta wawasan peserta. Berikut tahapan yang harus dilalui:
1. Seleksi Administrasi
Tahap awal berupa pemeriksaan kelengkapan berkas, termasuk dokumen identitas serta izin dari orang tua.
2. Tes Kesehatan dan Parade
Peserta akan menjalani pemeriksaan kondisi fisik, termasuk tinggi dan berat badan, serta kesehatan jasmani dan mental. Pada tahap ini juga dilakukan tes urin sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
3. Tes Wawasan Kebangsaan dan Intelegensia Umum
Tes ini berbasis komputer dan bertujuan mengukur pemahaman peserta terkait wawasan kebangsaan (TWK) serta kemampuan intelektual (TIU).
4. Tes Peraturan Baris Berbaris dan Samapta
Kemampuan baris-berbaris (PBB) serta ketahanan fisik peserta diuji dalam tahap ini. Penilaian meliputi kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan mengikuti instruksi.
5. Tes Kepribadian dan Wawancara
Tahap akhir mencakup psikotes serta wawancara untuk menggali karakter, kepribadian, serta kesiapan mental peserta.
Persyaratan Fisik dan Umum Peserta
Untuk mengikuti seleksi Capaska 2026, peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan dasar sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Siswa kelas X SMA/SMK/MA atau sederajat
- Berusia 16 hingga 18 tahun
- Tinggi badan: putra 170โ180 cm dan putri 165โ175 cm
- Berat badan proporsional sesuai standar kesehatan
- Kondisi kaki normal, dengan toleransi bentuk kaki O atau X maksimal 5 cm
- Sehat jasmani dan rohani
Persyaratan ini menjadi standar utama dalam menentukan kelayakan peserta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pantau Informasi Resmi di Daerah
Pelaksanaan seleksi Capaska dilakukan di masing-masing daerah, sehingga informasi teknis dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu, peserta disarankan untuk aktif memantau pengumuman resmi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di tingkat kota atau kabupaten.
Sejumlah daerah seperti Kota Tangerang dan Purworejo diketahui telah menjalankan tahapan seleksi secara aktif. Informasi terbaru juga dapat diakses melalui media sosial resmi Kesbangpol setempat.
Seleksi Ketat untuk Tugas Kehormatan
Proses seleksi Capaska dikenal ketat karena peserta yang terpilih akan mengemban tugas penting dalam upacara kenegaraan. Tidak hanya kesiapan fisik, tetapi juga karakter dan wawasan kebangsaan menjadi faktor utama dalam penilaian.
Dengan dimulainya seleksi Capaska 2026, para pelajar di seluruh Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti setiap tahapan yang telah ditentukan.***